Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
105. Ancaman Elios


__ADS_3

Tubuh Elios menegang mendapati satu kenyataan yang cukup membuatnya tercengang,ternyata firasatnya benar tentang Alex.melihat wajah Elios yang begitu pias,serta tenang,membuat Rado dan Sofi saling melempar tatapan curiga.apakah Elios mengetahui siapa pria tersebut,hingga wajahnya berubah tegang.Elios melayangkan satu pukulan tepat di perut Rado,membuat Sofi dan Rado terkejut,Rado terhuyung beberapa langkah kebelakang.


“Sekertaris Elios?”


“Pria itu akan datang berkunjung hari ini,dan pria yang kau maksud adalah sahabat Tuan Muda mu brengsek.kenapa masalah sebesar ini tidak kau ceritakan padaku lebih awal,kemana perginya insting kalian.aku menempatkan kalian disisi Nona,untuk memastikan keselamatan Nona,bukan membuatnya terlibat dalam masalah!”


Tubuh Rado daan Sofi diam tak bergerak,pria itu adalah tamu Tuan Muda malam ini,itu berarti pria itu akan bertemu dengan Nona Muda,dan akan mengetahui siapa suami dari sang Nona yang dia cari-cari selama ini.Elios melangkahkan kakinya dengan langkah lebar,berharap Alex belum datang dan menginjakan kakinya di rumah utama.


Pria tinggi putih berwajah tampan memasuki rumah utama,bersama Pak Mul di sampingnya.Nyonya Agatha serta Tania sudah menyambut kedatangannya dengan senyum ramah,melihat sang tamu Nyonya Agatha langsung merentangkan tangannya.Nyonya Agatha memeluk  Alex dengan penuh kerinduan,bergantian dengan Tania.ketinganya terlihat begitu senang,dengan pertemuan yang sudah sekian tahun lamanya.


“Apa kabar Tante,Tania?”


“Tante dan Tania baik-baik saja sayang,bagaimana kabarmu,apa kau sudah memiliki pasangan?”


“Apakah tidak ada pertanyaan lain Tante,selain menanyakan pasanganku!”


“Aku yakin Kak Alex belum memiliki kekasih,terlihat karena datang sendiri!”


“Sok tau,sebentar lagi Kak Alex akan memiliki kekasih,nanti akan kak Alex perkenalkan kepada kalian!”


Ketiganya tertawa riang,melihat hanya ada keduanya,Elios mencari keberadaan Nathan dan Elios yang tak terlihat.menyadari apa yang Alex cari,Nyonya Agatha meminta salah satu  pelayannya untuk memanggil Nathan.dengan langkah sedikit tergesa-gesa,sang pelayan menuju kamar Nathan dan mengetuknya pelan.pintu terbuka terlihat Nathan berdiri dengan pakaian santainya.


“Tamu anda sudah datang Tuan Muda,Nyonya menunggu anda di bawah!”


“Baiklah aku akan turun!”


Sang pelayan menunduk hormat,dan meninggalkan kamar Nathan dan kembali ke dapur.


“Sayang,tamunya sudah datang.apa yang kau lakukan didalam toilet?”


“Turunlah lebih dulu sayang,aku akan menyusul.perutku sedang tidak enak!”


“Baiklah jangan membuat Tamu kita,menunggu terlalu lama sayang!”


“Iya suamiku sayang!”


Nathan tersenyum senang,mendengar panggilan Jeni untuknya.dengan wajah gembira ia menuruni anak tangga,terlihat sang ibu,Tania dan sahabatnya sedang berbincang-bincang di sofa.Melihat kedatangan Nathan,Alex tersenyum dan berdiri memeluk sahabatnya.Tania yang tak melihat sang kakak ipar mengerutkan dahi,biasanya sang kakak akan terus menempel seperti perangko.


“Dimana kakak ipar,kenapa tidak ikut turun?”


“Kakak ipar mu tersayang sedang di toilet,sebentar lagi dia akan turun!”

__ADS_1


“Wah sepertinya kau sangat dekat dengan kakak ipar mu, ya Tania!”


“Jangan ditanya lagi,bocah ini selalu merusak hariku bersama istriku!”


Alex serta sang ibu, tertawa mendengar ucapan Nathan,namun tidak dengan Tania yang menggerutu  kesal.di saat keempatnya sedang asik mengobrol,terlihat Elios datang dengan langkah tergesa-gesa.membuat beberapa orang yang menyadari kedatangannya,menatapnya dengan bingung.bahkan terlihat nafas Elios yang tak beraturan,tatapan Elios mengarah ke Nathan,membuat Nathan mengerutkan kening.


“kakak Ipar!”


Mendengar Tania meneriaki nama kakak ipar,membuat mereka yang berada di sana mengalihkan pandangan dari Elios,ke Jeni yang tampil cantik serta anggun malam ini.Elios menutup kedua matanya,menyesal karena dirinya tidak berjalan lebih cepat lagi.semua mata tertuju pada jeni,tak terkecuali Alex yang bahkan tak berkedip.Jeni berjalan secara perlahan,menghampiri Nathan yang sudah mengulurkan tangannya.


“kenalkan kakak ipar ku, yang cantik !”


Deg,,,deg,,deg,,jantung Alex berdegup kencang menatap wanita cantik di depannya, Jeni tersenyum ramah ke arah pria yang dikenalnya itu. melihat sang sahabat hanya diam, tanpa berkedip menatap istrinya, membuat Nathan kesal.


"Tutup matamu, jangan menatapnya seperti itu. nanti kau akan terpesona padanya! "


Alex tersadar dari lamunannya, dengan perasaan kacau, Alex menatap Jeni yang masih tersenyum lembut padanya.


"Nathan, dia? "


"Dia istriku yang sangat aku cintai, Jenita Stevano!


" Kak Nathan seperti perangko, tidak mau lepas dari kakak ipar, dia menguasai kakak ipar ku hanya untuk dirinya! "


"Diam kau gadis manja! "


Alex bahkan tidak mendengar apa yang keduanya ributkan, pikirannya kosong. membuat Jeni mengerutkan dahi, melihat reaksi Alex.


"Alex apa kau baik-baik saja? "


Suara lembut Jeni membuat Alex tersadar, dan menatapnya dengan lembut, namun ketiganya merasa heran karena Jeni memanggil nama Alex. padahal Nathan belum mengenalkannya, melihat sang suami, Ibu mertua serta Tania menatapnya dengan wajah bingung Jeni hanya tersenyum.


"Aku mengenalnya, karena kami pernah bertemu beberapa kali! "


Nathan mengangkat sebelah alisnya, dan menatap Jeni lekat. Jeni tau betul arti tatapan suaminya yang pencemburu itu,Jeni yang masih meletakkan salah satu tangannya, di pinggang Nathan mengusapnya dengan gerakan pelan.


"Kami bertemu beberapa kali di toko Roti sayang! "


Nathan menganggukkan kepalanya, sedangkan Alex membenarkan apa yang Jeni ucapkan. mereka berlima menuju meja makan, seperti biasa Tania dan sang ibu akan dilayani oleh para pelayanan. sedangkan Nathan hanya boleh dilayani oleh sang istri,melihat keromantisan keduanya, Alex sungguh terbakar api cemburu. sesekali Alex melirik Jeni, yang begitu lembut kepada Nathan. semua hal yang terjadi di meja makan, tak luput dari pengamatan Elios.


Elios berdiri disudut ruangan, mengamati serta melihat gerak-gerik Alex, yang terus memperhatikan sang Nona Muda. melihat piring Alex yang masih kosong, membuat Jeni berinisiatif, mengisinya dengan nasi.

__ADS_1


"Lauk apa yang anda suka Tuan Alex, biarkan aku mengambilkannya untukmu! "


"Apa saja Jeni! "


Jeni mengangguk, dan mengambilkan beberapa lauk yang terlihat lezat. kelimanya menikmati makan malam dengan tenang, setelah selesai makan malam Nathan membawa Alex keruang tamu. mereka berkumpul di sana, mengobrol dan menanyakan kabar orang tua Alex.


Obrolan serta perbincangan mereka sangat menarik, namun tak semenarik perhatian Alex, yang terus tertuju pada Jeni dan Nathan, yang sesekali terlihat begitu romantis. pemandangan itu tentu tak asing lagi bagi penghuni rumah, Nathan selalu bersikap romantis dimana pun mereka berada.


"Jangan pedulikan mereka berdua, anggap saja mereka tidak ada. kak Nathan sudah seperti perangko, jika pulang ke rumah. dia akan menempel terus pada kakak ipar! "


"Nathan sedang merasakan cinta pada istrinya, jadi harap maklum. anggaplah kita sedang menonton bioskop, atau adegan life! "


"Mama jangan membuat menantu dan anakmu malu, lihatlah pipi menantu mu yang merona, dia terlihat cantik bukan! "


"Sayang hentikan! "


Jeni sangat malu dengan candaan serta godaan dari adik ipar, serta ibu mertuanya. ketiganya tertawa, melihat pipi Jeni yang merona. hal sebaliknya yang dirasakan oleh Alex, dirinya begitu marah, melihat keromantisan Nathan. Alex berusaha menahan kemarahan, yang mulai menguasai hatinya.


"Sepertinya aku harus kembali, senang bisa bertemu dengan Tante dan kau Tania. dan aku juga tidak mengira, jika Jeni adalah istrimu.terimakasih atas jamuan malamnya, aku seperti makan di restoran bintang tujuh! "


"Kenapa begitu cepat kak Alex, Tania bahkan belum menceritakan banyak hal!"


"Apa yang ingin kau ceritakan padanya, kau ingin bercerita, kalau sampai sekarang kau belum memiliki seorang kekasih! "


"Kakak! "


"Sudahkah sayang, jangan terus menggoda Tania, kenapa kau suka sekali menggodanya! "


"Benar kakak ipar, kak Nathan benar-benar jahat padaku! "


Kedekatan ketiganya semakin membuat dada Alex sesak, Alex mendesah pelan dan berpamitan kepada Nathan dan keluarganya. Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dirinya begitu marah akan kenyataan pahit yang ia dapati. wanita yang mampu membuat hatinya bergetar, adalah istri dari sahabatnya sendiri.


Sebuah mobil mengikuti mobilnya hingga sampai di apartemen, Alex mengerutkan dahi melihat mobil yang sangat ia kenali, mendekat ke arahnya. Elios terlihat turun dari mobil, menatap Alex dengan tatapan dingin dan tak bersahabat.


"Apa aku meninggalkan sesuatu di kediaman Agatha? "


Elios hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Alex, membuat Alex mengerutkan dahi bingung. apalagi melihat tatapan Elios,yang sungguh tidak bersahabat.


Ada apa dengan pria ini, kenapa dia menatapku dengan tatapan dingin. apa aku melakukan suatu kesalahan padanya, tapi apa,


"Jauhi Nona Muda kami Alex! "

__ADS_1


__ADS_2