Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
152. Melawan


__ADS_3

Kelima preman berwajah sangar menatap Jeni dengan penuh minat,mereka dibayar untuk menakuti dan memberi pelajaran pada wanita yang berdiri di hadapan mereka.namun para pria hidung belang itu ingin bermain lebih dengan Jeni,menurut merea kapan lagi mereka mendapatkan mangsa yang begitu menggoda.


Jeni mengamati situasinya saat ini,mencoba mengulur waktu sebanyak mungkin berharap Sofi dan yang lainnya menemukan keberadaannya.hanya itu yang bisa dirinya lakukan saat ini,mungkin mencoba bernegosiasi dengan mereka adalah salah satu cara Jeni mengulur waktu.


“Aku bisa membayar kalian berkali lipat,tapi katakan siapa yang menyuruh kalian melakukan semua ini!”


“Kalian para wanita licik,tapi sangat cantik.Hahahaha,,tapi kau lebih menggoda darinya Nona!”


Wanita?jadi yang membayar mereka adalah seorang wanita,apakah pelakunya Selly?


Jeni menatap tajam kelima pria yang tertawa di depannya,dengan dingin menguatkan diri dari rasa ketakutan yang mulai merasuki dirinya.ia hanya seorang wanita,tidak akan mampu melawan kelima pria bertubuh besar seperti tubuh para bodyguard suaminya.


“Jadi wanitanya seorang wanita,apakah wanita itu bernama Selly?”


“Selly atau siapapun namanya itu tak penting Nona,yang jelas wanita itu meminta kami memberimu pelajaran.kami sungguh tidak sabar memberimu pelajaran yang akan kau kenang selamanya Nona!”


Jeni menepis tangan salah satu prema yang merupakan ketua dari kelima preman tersebut,mendapat perlawanan dari Jeni membuat sang preman semakin bersemangat,sang preman mencoba meraih tubuh Jeni namun dengan gerakan gesit Jeni menghindar dan menendang ******** pria terebut.mengerang kesakitan itulah yang kini preman  itu rasakan,melihat sang ketua terduduk kesakitan ke empatnya mencoba menangkap Jeni.


Sementara mobil Danu telah sampai terlebih dulu di rumah tua,melihat keberadaan mobil Jeni Danu meyakini sang Nona Muda berada di rumah Tua yang tak jauh dari mobil mereka kini.tak berselang lama mobil yang di kemudikan Elios pun sampai,dengan tidak sabar Nathan turun dari dalam mobil di susul Elios.


“Tuan Muda!”


“Kepung semua sisi rumah tua itu,jangan biarkan satupun dari mereka lolos!”


“Baik Tuan Muda!”


Danu memerintahkan semua anak buahnya untuk menutup tiap jalan keluar,dengan langkah lebar Nathan dan Elios serta beberapa bodyguard pilihannya memasuki rumah Tua yang telah terbengkalai bertahun-tahun.wajah Nathan mengeras dengan kemarahan yang siap meluap,senjata tajam serta sebuah senjata api terselip di pinggangnya.ia bersama anak buahnya menyusuri lorong serta kamar,yang mungkin saja mereka gunakan untuk menyekap Jeni.

__ADS_1


“Wanita sialan,tangkap dia dan jangan biarkan dia lolos!”


Pekik salah satu dari mereka yang mendapatkan hal sama dari Jeni,sebuah tendangan mematikan yang jeni berikan kearah alat Vitalnya.Jeni melawan sekuat tenaga,menendang dan menghindar.salah satu dari mereka berhasil menangkap Jeni,pria itu menampar dan menjambak rambut Jeni dengan keras.


Sakit itulah yang Jeni rasakan namun,Jeni berusaha menahan rasa sakitnya dengan mencoba berontak dan melawan.Jeni mencangkar,dan menggigit apa yang bisa dirinya raih.dengan penuh kemarahan ketua dari mereka mendekati Jeni,merobek gaun bagian atas yang jeni kenakan hingga pundak putih mulus jeni terlihat.bagai melihat bongkahan emas,air liur sang preman menetes.Jeni benar-benar takut akan apa yang menimpa dirinya saat ini,Jeni mencoba melawan di sisa tenaganya.


“Lepaskan aku bajingan,siapapun tolong!”


Sang preman tertawa keras hingga suaranya menarik perhatian Nathan dan Elios,terdengar juga tangis Jeni yang samar-samar di telinga Nathan,semakin membuat amarah Nathan  berkobar.ke empat  preman itu bertugas menahan tangan dan kaki Jeni,mereka begitu tidak sabar menunggu giliran selanjutnya untuk menikmati tubuh indah Jeni.


Jeni menangis histeris,melihat dirinya akan menjadi korban dari para preman mengerikan itu.dengan tidak sabar sang preman mulai membuka celananya,kegiatannya terhenti ketika pintu ruangan diaman mereka mencoba memperkosa jeni di tendang dengan cukup keras,hingga pintu itu rusak.para preman begitu terkejut melihat kedatangan segerombolan pria bertubuh besar,dengan berbagai senjata api yang ada di tangan mereka.


Kemarahan Nathan tidak terkendali ketika melihat sang istri di perlakukan tidak senonoh oleh mereka,dengan gerakan gesit Nathan menerjang,menendang dan menghantam kelima preman yang bukan apa-apa baginya.kelima preman tersungkur setelah menerima amukan dari Nathan,tak hanya sampai disitu melihat gaun sang istri yang telah di robek paksa pada bagian atasnya,hingga pundak putih sang isti terlihat semakin membuat Nathan kalap.


Nathan menghajar kelimanya tanpa ampun,dan salah satu dari mereka yang hampir melakukan pelecehan pada sang istri,menerima kemarahan Nathan dengan pasrah.melihat sang suami yang berubah bagaikan monster Jeni hanya bisa menangis,memanggil nama Nathan dengan suara serak penuh kepedihan.tidak ada yang berusaha menghentikan tindakan Nathan,Elios bahkan Danu sekalipun yang baru datang hanya terdiam dan menyaksikan kekejaman Nathan.


Dengan sisa tenaga Jeni berlari kea rah Nathan,memeluk pinggang sang suami dari belakang.mencoba menghentikan kemarahan sang suami yang bisa saja menjadi seorang pembunuh,bahkan pelukan Jeni tidak  berarti sama sekali.


Kepalan tangan Nathan yang terayun di udara langsung terhenti,mendengar teriakan serta tangis Jeni.di tatapannya pria lemah yang penuh luka di wajahnya dengan mata merah penuh amarah,pria yang telah dengan berani menyentuh miliknya bahkan hampir berbuat asusila pada sang istri.Nathan menghempaskan tubuh pria itu dengan kasar,nafasnya naik turun berusaha mengontrol emosi yang masih menguasainya.di tatapnya satu persatu pria yang terbaring dilantai dingin bangunan tua itu,para preman yang dibayar oleh seseorang untuk menyakiti sang istri.


Nathan membalikkan tubuhnya,melepas jas yang masih melekat di tubuhnya,untuk menutupi tubuh bagian atas sang istri yang terbuka.di peluknya tubuh Jeni yang gemetaran karena ketakutan,kejadian hari ini akan menjadi bayang-bayang serta kejadian yang akan membawa trauma bagi istri yang ia cintai.


Nathan menatap Elios dan danu secara bergantian,sikap Nathan tentu begitu di mengerti oleh Elios.dengan sikap tenang Elios menganggukkan kepala,melanjutkan apa yang seharusnya Nathan selesaikan.Nathan mengangkat tubuh Jeni ke dalam pelukannya,beberapa Bodyguardnya bahkan mengikutinya dalam diam.Jeni menenggelamkan kepalanya ke ceruk leher Nathan,mencari perlindungan dan rasa aman.


Elios menatap tajam ke lima preman yang terbaring kesakitan di lantai dengan luka mengerikan di bagian wajah ,serta tubuh mereka.Nathan mematahkan tangan dan kaki mereka,mematahkan tangan yang berani  menyentuh tubuh berharga sang istri.


Kelima preman yang terkulai lemah merasakan ketakutan yang luar biasa,para pria tinggi dengan senjata lengkap kini berdiri mengitari mereka.tatapan Elios serta Danu yang begitu tajam,membuat mereka seakan dikuliti hidup-hidup.

__ADS_1


“ Apakah ada di antara kalian yang mau buka suara,dan mengatakan kepada kami siapa yang telah membayar kalian,untuk mencoba menyakiti Nona Muda kami!”


Suara tegas,serta mengerikan keluar dari mulut Elios.membuat suasana di ruangan tersebut semakin tegang dan menakutkan,demi keselamatan diri salah satu dari mereka merangkak ke kaki Elios dengan lemah.


“Dia seorang wanita,dia tidak mengatakan namanya kami hanya berkomunikasi lewat ponsel.kami juga hanay bertemu sekali dengannya!”


Ucapan salah satu dari mereka sangat menarik perhatian Elios dan Danu,Elios berjongkok mengeluarkan selembar foto dari sakunya.


“Apakah wanita ini yang membayar kalian?”


Pria itu menganggukkan kepala dengan lemah setelah memastikan bahwa wanita yang ada di dalam foto itu sama dengan wanita yang pernah mereka temui,Elios mengeratkan rahangnya dengan kasar ia mencekik leher preman tersebut.sakit,takut itulah yang kini dirasakan oleh ke empat preman itu,jika mereka tau wanita yang menjadi target mereka bukanlah orang sembarangan,mungkin mereka akan berpikir seribu kali untuk melakukannya.


“Aku ingin kalian menghubunginya,dan katakan padanya jika tugas kalian berjalan dengan baik.dan aku ingin kalian memastikan kedatangannya!”


“Ba,,baik Tuan!”


Elios menghempaskan tubuh pria tersebut dengan cukup kuat,sehingga tersungkur.Elios memerintahkan para anak buahnya untuk mengikat mereka,meski kesakitan karena patah tulang yang mereka alami tidak ada satupun dari mereka yang mengeluh sakit,karena semakin mereka mengerang Elios akan memerintahkan anak buahnya untuk menyakiti mereka kembali.


Didalam mobil Nathan masih memeluk Jeni dengan lembut,mencoba menenangkan sang istri yang masih menangis.Nathan meminta anak buahnya untuk membawanya ke Hotel terdekat yang bisa mereka temukan,setelah menemukan Hotel dan menyewa salah satu kamar Nathan membawa Jeni masuk ke kamarnya.


Nathan membawa Jeni ke kamar mandi,menghidupkan shower hingga air hangat mulai membasahi tubuhnya.Nathan pun melakukan hal yang sama,ia berdiri tepat di hadapan sang istri melepas satu persatu pakaiannya dan pakaian Jeni.


Dengan air mata yang menjadi satu dengan guyuran air yang keluar dar Shower,Jeni menatap Nathan dengan tatapan pedih.pria lain selain suaminya telah berani menyentuh tubuhnya,meski sang suami datang tepat pada waktunya namun ketakutan masih terlihat jelas dimata indahnya.


“ Kau aman sekarang,ada aku yang akan selalu melindungimu.aku tidak akan melepaskan meraka yang mencoba menyakiti milikku yang berharga,aku bersumpah akan memberi mereka hukuman!”


“ Percayalah padaku,aku tidak membiarkan hal seperti ini terjadi lagi!”

__ADS_1


“Tapi Aku,,!”


Nathan mencium bibir Jeni dengan lembut,mengusap punggung tangan serta bagian kaki Jeni yang di sentuh tanpa ijin oleh para preman tersebut.mereka bahkan bercinta,semua itu Nathan lakukan untuk mengalihkan perhatian Jeni untuk sesaat.


__ADS_2