Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
119. Rencana Selena


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Rado,Selena melajukan mobilnya menuju toko Roti milik Jeni.Rado mengkonfirmasi arah tujuan Selena kepada sofi serta anak buahnya,untuk memperketat penjagaan.Elios yang yang kini sedang mengadakan meeting penting bersama Nathan meminta Rado untuk bertindak cepat,jika Selena berbuat nekat.


Selena melangkah dengan angkuh,mengedarkan pandangannya mencari sosok Jeni yang dirinya ketahui sedang berada di toko roti.Selena menatap penuh benci wanita yang kini terlihat semakin cantik,meski sedang berbadan 2.Selena yakin jika Jeni tak menyia-nyiakan uang Nathan,Jeni  pastilah melakukan perawatan terbaik untuk tubuh serta kulitnya,hingga dirinya terlihat semakin cantik.membayangakan semua itu membuat Selena kembali didorong oleh rasa amarah dan dengkinya,seharusnya dirinya lah yang berada di posisi itu.menjadi istri Nathan,dan menikmati segala fasilitas mewah yang Nathan berikan untuknya.wanita mana yang tidak ingin hidupnya terjamin,serta bergelimang harta?Nathan adalah sumber kekayaan yang tidak akan dirinya dapatkan dari lelaki  manapun,kekayaannya tidak akan pernah habis meski dirinya berfoya-foya.namun karena kebodohannya yang silau akan ketenaran,dirinya meninggalkan Nathan dan mengejar mimpinya yang hanya bisa diraih dan dirinya miliki untuk sesaat.


Selena melangkahkan kaki jenjangnya yang terbalut High hell mewah,tak lupa penampilannya yang cukup menarik perhatian kaum pria.tanpa permisi Selena langsung duduk di kursi yang berada tepat di hadapan Jeni,menyadari kehadiran seseorang Jeni mengangkat kepalanya dan tatapan matanya bersibobrok dengan mata selena,yang menatapnya dengan penuh kebencian.


Jeni mengerutkan kening melihat kehadiran selena yang tanpa dirinya duga,Jeni tersenyum ramah,namun senyum Jeni membuat Selena semakin muak.Selena tersenyum sinis,menyilangkan kedua tangannya didada,sambil menilai penampilan Jeni yang menurutnya cukup anggun siang itu.


“Apa kabar Nona Selena,lama tak jumpa!” ucap Jeni lembut mencoba mencairkan suasana yang kini terasa panas,aura permusuhan dari tubuh Selena sangat Jeni rasakan,namun Jeni bersikap setenang mungkin menghadapi wanita yang pernah mengisi hati Nathan itu.


“Kau semakin terlihat berkelas,apa karena Nathan memberimu begitu banyak uang,sehingga kau melupakan asal serta kedudukanmu sebelumnya?dari itik sekarang berubah menjadi angsa,apa kau sangat menikmati kemewahan yang Nathan berikan?” Selena berucap sinis,tatapannya tidak lepas dari penampilan Jeni yang sebenarnya sangat sederhana.namun pakaian serta tas yang Jeni kenakan adalah pakaian dari butik ternama,dan hal itu membuat hati Selena kian panas.


Jeni terkekeh pelan mendengar ucapan Selena,Jeni meletakkan buku di atas meja, yang sejak tadi berada di tangannya.Jeni menatap  Selena,mencoba memahami sikap Selena yang begitu sinis padanya.”Nathan suamiku,tentu apa yang menjadi miliknya kini menjadi milikku juga.begitu juga dengan segala fasilitas mewah dan kenyamanan yang dia berikan,sebagai seorang istri aku hanya menikmati apa yang suamiku berikan,dan menurutku itu hal wajar lalu apa masalahnya denganmu Selena?”


Wajah Selena merah padam mendengar jawaban Jeni yang cukup menghujam hatinya,wanita yang kini duduk di hadapannya bukan Jeni yang dulu dirinya kenal.wanita di hadapannya kini lebih tegas,tenang dan anggun.merasa tak terima dengan ucapan Jeni,meski sebenarnya apa yang Jeni ucapkan adalah benar adanya.

__ADS_1


“Apa kau tidak sadar akan posisimu Jeni,kau hanya wanita pengganti,wanita yang datang dengan keadaan terpaksa dan hanya di gunakan untuk menghangatkan ranjang Nathan.meski kau sedang mengandung,aku yakin tak lama lagi Nathan akan menendang mu!” Selena berucap pelan mencoba membuat Jeni emosi,karena dirinya yakin hormone ibu hamil sangat berbeda dengannya.jika Jeni terpancing maka semuanya akan berjalan mudah baginya,Selena tersenyum sinis menantikan reaksi Jeni yang mungkin akan berteriak histeris dan memakinya,selena menunggu dengan tatapan mata kepuasan.namun melihat reaksi Jeni yang biasa saja dengan kepala yang dia angguk-anggukkan,membuat Selena mengerutkan keningnya dengan bingung.


“Kau benar,aku hanya wanita yang ditarik paksa untuk naik ke atas ranjang Nathan.tapi apa kau tau jika kami sangat menikmati percintaan kami yang panas di atas ranjang?pernahkah kau membayangkan tubuh kekar serta berototnya yang kuat?tak masalah bagiku jika kau menyebutku sebagai penghangat ranjang,karena kau lihat sendiri hasilnya bukan,ini!” Jeni menunjuk perutnya yang besar sambil tersenyum puas,menikmati wajah Selena yang pucat pasi karena ucapannya.semakin Jeni ingin memprovokasi Selena,dengan gerakan sensual Jeni mengusap bibirnya yang kering,membuat Selena mengerutkan kening.


“Meski aku sedang hamil,suamiku tidak pernah berhenti menyentuhku.bahkan bibirku tak akan dia biarkan kering seperti hari ini,bisa memeluk tubuhnya yang kuat serta menghirup udara di ranjang yang sama,cukup membuat kami semakin bergairah Selena.jadi aku berpikir semua ucapanmu itu hanya omong kosong!” Selena mengepalkan kedua tangannya,ucapan Jeni yang begitu vulgar menceritakan kisah ranjangnya bersama Nathan membuatnya marah.dirinya yang dulu hanya bisa merangkul lengan dan hanya bisa puas memeluk Nathan,harus kalah dengan wanita biasa yang dinikahi hanya karena sebuah perjanjian.


“Kau bisa menang sekarang Jeni,tapi setelah ini akan aku pastikan kesombonganmu itu akan hilang,dan aku yang akan menggantikan posisimu di sisi Nathan!” Jeni tersenyum lembut,masih dengan sikap tenang Jeni menegakkan punggungnya menatap lekat wajah Selena yang kini dikuasai oleh amarah.


“Jika pun kau berhasil menyingkirkan ku,apa kau yakin Nathan akan mau berada di sisimu?apa kau yakin akan bisa menggantikan posisiku? Tidakkah kau berfikir bahwa tindakanmu itu hanya akan merugikan dirimu?” Jeni menatap Selena dengan mata tegas,mencoba mencari kelemahan Selena,dan ya,,Jeni berhasil membuat Selena berpikir dan kebingungan.Jeni tersenyum tipis,mengamati perubahan wajah Selena.


“Aku tidak perduli jika Nathan tak menginginkan diriku disisinya,aku hanya tidak sudi wanita sepertimu mendampingi Nathan.” Jeni mengerutkan keningnya,bukankah itu berarti Selena hanya membencinya?namun untuk alasan apa?


“Apa yang telah aku lakukan sehingga kau menjadi marah dan benci padaku?” pertanyaan Jeni membuat Selena diam,jawaban dari pertanyaan Jeni hanya satu,karena Jeni adalah wanita yang di cintai Nathan.namun jawaban itu tercekat di kerongkongan Selena,dan Selena lebih memilih mengabaikan pertanyaan Jeni.


“Apapun alasannya tidak penting bagimu,aku akan membuatmu menderita,sekarang kau bisa menikmati masa-masa indah mu bersama Nathan.setelah itu bersiaplah menyambut hari kelam yang penuh dengan penderitaan.” Selena meraih tas dan meninggalkan Jeni begitu saja,Jeni menatap tubuh Selena yang mulai menjauh dan hilang di balik pintu kaca.Sofi yang sejak tadi duduk dan mendengar percakapan Nonanya hanya bisa menahan rasa geram,Sofi bangun dari duduknya dan menghampiri Jeni yang masih menatap pintu kaca.

__ADS_1


“Apa Nona baik-baik saja?” Sofi menatap wajah Jeni dengan sedikit cemas,bagaimanapun Jeni dalam keadaan hamil besar,emosinya bisa mempengaruhi kehamilannya dan percakapan sang Nona tadi mengundang gejolak emosi.Jeni mengangkat kepalanya,menatap Sofi yang berdiri dengan raut wajah cemas.


“Aku tidak apa-apa,jangan menatapku dengan wajah pucat mu itu.” Sofi mendesah lega,selama masih ada Selena yang bergerak bebas,dirinya tidak bisa bernafas lega.karena dari informasi yang Rado berikan,Selena sedang menyiapkan sebuah rencana besar untuk sang Nona.


“Sebaiknya kita kembali Nona,anda harus beristirahat.” Jeni menganggukkan kepala,dibantu Sofi Jeni berdiri dari duduknya dan melangkah pelan.segala kegiatan kini berkurang ,selain geraknya yang terbatas,Nathan memintanya untuk tidak terlalu lelah.


“Nanti  temani aku jalan-jalan sore di taman belakang,aku sedikit bergerak agar persalinanku mudah.” Jeni berucap pelan,sambil menatap Sofi yang tersenyum lembut padanya.


“Baik Nona!”


Sofi membawa Jeni masuk kedalam mobil,dan membawa sang Nona kembali ke rumah utama.beberapa mobil pengawal yang Elios tempatkan mengikuti mobil Sofi dengan jarak aman,agar tak menimbulkan kecurigaan sang Nona.


Wajah Nathan menggelap,aura kemarahan terpancar di tubuhnya setelah mendengar percakapan antar Jeni dan Selena yang Sofi kirim kepada Elios.setelah mengetahui Selena mengunjungi Jeni,meeting dilakukan secepat mungkin,Nathan tak bisa menahan rasa penasarannya lebih lama,dan ingin mengetahui apa yang Selena lakukan.


“Wanita ular itu sengaja memprovokasi Jeni agar emosi Jeni bergejolak,dengan begitu Jeni akan mengalami kontraksi karena terpengaruh oleh dorongan Emosi.beraninya dia menyerang Jeni secara langsung.” Elios diam dan menatap sang Tuan yang kini telah berubah menjadi seekor singa yang siap memangsa buruannya,wajahnya penuh dengan kilatan amarah.jika saja Selena seorang pria tentunya Nathan tak akan berbaik hati,hingga harus menunggu seperti hari ini.

__ADS_1


__ADS_2