
Setelah memastikan Jeni terlelap,Nathan keluar dari kamar dan menuju kamar Tania.dirinya yakin sang adik belum tertidur,suara ketukan pintu membuat Tania mengerutkan dahi,siapa yang mengetuk kamarnya larut malam seperti saat ini.dengan malas Tania turun dari ranjang dan melangkahkan kakinya,membuka pintu kamar melihat siapa gerangan yang mengganggu waktunya.
Tatapan datar Nathan sungguh mengganggu mata Tania,dengan malas Tania memutar bola matanya,dan menyilangkan kedua tangannya di dada.Tania menatap Nathan dengan mengangkat dagunya,Nathan mengerutkan dahi dan ingin tertawa melihat tingkah sang adik,yang seolah-olah ingin menantangnya.
“Katakan ada apa?”
“Bukankah kau sudah berjanji padaku,sekarang kau ingin melupakan janjimu?”
Tania sedikit berfikir apa yang dirinya janjikan kepada sang kakak,melihat Tania berfikir,Nathan membiarkannya mengingat apa yang seharusnya Tania ingat.beberapa saat kemudian terdengar helaan nafas Tania,yang membuat sudut bibir Nathan terangkat.
“Aku akan memberikan yang Kak Nathan mau,tapi dengan syarat,setiap selesai makan malam dan hari-hari tertentu,biarkan aku bersama kakak ipar!”
“Kau terlalu banyak meminta Tania,lantas kapan kakak ipar mu,bisa menghabiskan waktu denganku!”
“Kakak bisa bersama kakak ipar di akhir pekan,dan setelah pukul 9 malam.aku hanya meminta 1 jam waktu kakak ipar!”
“Baiklah,asal sepadan dengan nilai yang akan kau berikan kepadaku!”
“Kak Nathan sungguh pelit,jika keponakanku nanti lahir akan aku ceritakan kepadanya,bahwa Ayahnya ini sangat pelit dan tidak mau berbagi dengan adiknya yang manis ini!”
Nathan memutar bola matanya,memainkan tangannya,seolah-olah meminta sesuatu pada Tania.dengan sedikit malas Tania melangkah dan mengambil ponselnya,Nathan sejenak mengerutkan dahi melihat Tania mengambil ponsel.namun karena rasa penasaran Nathan hanya diam,dan menunggu apa yang akan Tania berikan.
“Ting”,,suara ponsel Nathan,dengan melirik Tania sekilas Nathan membuka pesan yang masuk ke ponselnya.Nathan terpaku dan tak bersuara,tatapannya kini terfokus pada layar ponselnya.Tania diam-diam memperhatikan perubahan sikap kakaknya,sudut bibir Tania melengkung.Tania yakin sang kakak bahkan tidak memiliki foto istrinya,selain beberapa foto dari yang dikirim oleh anak buahnya.
“Aku akan memberikan 1 foto setiap kakak mengizinkanku bersama Kakak ipar!”
“Darimana kau dapat foto ini Tania?”
“Rahasia dan satu lagi, kakak ipar sangat suka makan jajanan pinggir jalan.sperti Bakso dan sate.selamat malam kakakku yang tampan,sekarang kau bisa menatap foto cantik itu sepuas mu!”
Tania menutup pintu kamarnya,membiarkan Nathan berdiri tanpa sempat menjawab ucapannya.tatapan Nathan kembali lagi ke layar ponselnya,melihat foto Jeni yang sangat anggun dengan senyum cantiknya.
Kau sangat cantik,kenapa aku baru menyadarinya sekarang.padahal dulu kau sangat berusaha mendekatiku,dan aku dengan bodohnya berpura-pura cuek serta jual mahal padamu.tapi aku bahagia sekarang,karena kau telah menjadi milikku sepenuhnya,dan sedang mengandung anakku sekarang.terimakasih telah hadir dalam hidupku sayang,,
Nathan memasukan ponselnya ke saku celananya,dan kembali ke kamarnya,menyusul sang istri dalam mimpi indah mereka.kicauan burung serta matahari pagi yang menyilaukan, mengganggu tidur nyenyak Jeni.perlahan Jeni bangun dan menatap langit yang begitu cerah pagi ini,Jeni melirik Nathan yang masih terlelap di bawah selimut.dengan lembut Jeni membangunkan Nathan,yang belakangan ini sangat sulit bangun pagi.
“Sayang bangun,hari ini kita akan membawa Ayah ke rumah baru,kau ingat?”
__ADS_1
Nathan membuka matanya mendengar ucapan Jeni,hampir saja dirinya melupakan rencananya hari ini.dengan sedikit malas,setelah mengecup kening Jeni,Nathan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.Jeni pun melakukan rutinitas sehari-harinya didalam kamar merapikan tempat tidur,sebelum para pelayan mengganti sprei dan membersihkan perabotan yang lain.
Setelah Nathan selesai dengan ritualnya ,kini giliran Jeni membersihkan dirinya.setelah beberapa menit,keduanya sudah tampil lebih segar.Nathan menuntun Jeni menuruni tangga,menuju ruang makan.tampak terlihat beberapa pelayan serta Tania yang sudah duduk manis di kursinya.
“Selamat pagi kakak ipar,selamat pagi kak Nathan!”
“Hari ini kau sangat berbeda,apa yang membuatmu begitu bahagia Tania!”
“Kakak ipar memang terbaik,selalu bisa menebak suasana hatiku.hari ini aku akan menjadi pengawal mu,dan menemanimu selama sehari penuh!”
“Kau tidak pergi kuliah?”
“Hari ini aku tidak memiliki mata kuliah kak,jadi aku akan menemanimu!”
“Cihh,,apa kau sebahagia itu bisa pergi dengan kakak ipar mu?”
“Iya dong,lebih tepatnya senang karena tidak ada parasit dan pengganggu!”
Nathan mengerutkan dahi dan melirik Tania,ingin sekali rasanya Nathan memasukkan sambel yang ada di hadapannya,ke mulut adiknya itu.Jeni hanya tertawa kecil,mendengar sindiran Tania,yang dia yakini untuk sang suami.
“Jangan membawa kakak ipar mu ke tempat yang aneh-aneh,hari ini kau hanya bisa menemaninya belanja,memasak mengerti!”
“Terserah padamu saja,aku hanya ikut jika hal itu membuatku senang!”
Obrolan mereka terus berlanjut,sampai sang ibu datang dan ikut bergabung di meja makan.semuanya mulai makan dalam diam,setelah selesai sarapan Nathan yang sudah di jemput oleh Elios berangkat ke kantor.
“Jangan terlalu lelah,ada ibu juga yang akan membantumu!”
“Iya,hati-hati dijalan!”
“Ibu,Nathan titip Jeni jangan sampai dia kelelahan!”
“Iya sayang,ibu mengerti!”
Setelah memeluk dan mencium sang ibu serta Jeni,Elios membawa Nathan meninggalkan kediaman Agatha.melihat mobil Nathan mulai menjauh hingga tak terlihat lagi,Jeni serta yang lainnya masuk ke dalam rumah,dan bersiap-siap untuk berangkat ke rumah baru untuk sang Ayah.
Mereka berangkat dengan 2 mobil,Nyonya Agatha bersama ibu Rado dan sopir pribadinya.sementara di mobil satunya Jeni bersama Tania,Sofi dan Rado.mereka berangkat bersama-sama,menuju pusat perbelanjaan,untuk membeli beberapa bahan makanan.
Setelah membeli beberapa bahan makanan,mereka menuju rumah sederhana,yang akan menjadi tempat tinggal baru bagi Tuan Sanjaya.Tania dan sang ibu sedikit terpesona akan kesederhanaan dan tatanan rumah tersebut.setelah puas melihat-lihat,mereka langsung memulai pekerjaannya.Nyonya Agatha yang di bantu sang Bibi pelayan,serta yang lainnya mulai memasak dan menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan.
__ADS_1
Mereka sangat menikmati kebersamaan di siang itu, hingga tak terasa hari mulai menjelang siang.tepat jam 3 sore,Elios menghubungi Rado,dan mengatakan jika dirinya sedang dalam perjalanan menjemput Tuan Sanjaya.Di sebuah Toko Furniture yang cukup besar,lengkap dengan berbagai macam barang.terlihat Tuan sanjaya begitu menikmati pekerjaan barunya,meski gajinya tak sebanding dengan penghasilannya dulu,namun dirinya sangat bersyukur dengan apa yang dirinya dapatkan.
Kehidupan tenang tanpa beban pikiran,itulah yang kini dia rasakan.Tuan Sanjaya ingin hidup sederhana,sambil menunggu sang istri keluar dari penjara.sebuah mobil yang sangat dia kenali berhenti tepat di depan toko,membuat Tuan sanjaya mengerutkan dahi,apakah pemilik mobil tersebut ingin membeli sesuatu di tokonya?
Dengan rasa penasaran dan penuh kesabaran Tuan sanjaya,menunggu pintu mobil terbuka,dan melihat siapa gerangan tamunya.tubuh tinggi tegap,bahu lebar serta kulit putih bersih.pria tampan yang tak lain adalah menantunya Nathan,namun Tuan Sanjaya tidak berani mengakui hal tersebut.mengingat kembali kenangan pahit antara mereka bertiga,Tuan sanjaya malu untuk mengakui jika pria tampan dan seorang milyader itu,adalah menantu dan suami dari putrinya.
“Selamat siang Tuan Sanjaya!”
“Selamat siang Tuan Nathan,dan sekertaris Elios!”
Elios sedikit membungkukkan badannya,menatap pria paruh baya yang kini terlihat kurus itu.Tuan Sanjaya sedikit bingung dengan tatapan keduanya,yang seperti mengulitinya.
“Apakah anda nyaman bekerja disini?”
“I,,iya!”
Perasaan Tuan sanjaya mulai tidak nyaman,jika Tuan Nathan secara langsung menemuinya,itu berarti sesuatu pasti akan terjadi.namun melihat wajah datar keduanya,tanpa ekspresi dingin Tuan Sanjaya berpikir mungkin saja ada sesuatu yang ingin mereka beli.
“Apa ada sesuatu barang yang ingin anda beli Tuan Nathan?”
“Jika aku ingin,aku bisa langsung membawanya tanpa membelinya!”
“Maksud Anda?”
Tuan sanjaya terdiam dan beberapa menit kemudian tubuhnya menegang,apakah pemiliki dari Toko tempatnya bekerja telah menjual Tokonya kepada Nathan.dan apakah Nathan membeli toko ini,karena tau jika dirinya bekerja disini.Elios tersenyum melihat kediaman Tuan Sanjaya,seolah-olah tau apa yang Tuan sanjaya pikirkan sekarang.
“Toko ini milik uan Nathan,jauh sebelum anda bekerja disini Tuan sanjaya.jadi tolong singkirkan,semua pikiran anda itu!”
Tuan sanjaya semakin tertegun mendengar ucapan Elios,yang seperti membaca pikirannya.
“Ikutlah bersamaku ke suatu tempat,tanpa banyak pikir dan bertanya!”
Nathan meninggalkan Tuan sanjaya dan Elios begitu saja,Nathan bukannya tidak menyukai sang ayah mertua,hanya saja dirinya belum bisa menyesuaikan diri dengan sang mertua yang sempat dirinya benci itu.bahkan untuk bersikap manis,Nathan belum bisa selain bersikap manis kepada sang istri.
“Anda jangan takut dan khawatir Tuan,kami akan membawa anda ke suatu tempat.dan percayalah kami tidak akan melakukan hal-hal,ataupun menyakiti anda!”
“Dan tolong maafkan sikap dan ucapan Tuan Muda tadi,beliau hanya tidak bisa mengekspresikan perasaannya,kepada orang lain selain kepada Nona Muda!”
Tuan sanjaya tersenyum mendengar ucapan Elios,dirinya mengakui apa yang Elios katakan memang benar.Nathan kini sangat perhatian dan selalu bersikap manis kepada sang putri,hal itulah yang membuat rasa bersalahnya sedikit berkurang.
__ADS_1