
Tiga hari sudah Lara di rawat di rumah sakit,selama itu pula kedua orang tuanya menjaga Lara di rumah sakit.perlahan Lara membuka matanya,membuat sang Ayah dan ibu lega.Tuan Sanjaya keluar berlarian mencari sang Dokter.
“Jeni!”
Lara berbisik pelan,membuat sang ibu mendekatkan dirinya dan mencoba mendengar apa yang Lara coba ucapkan.
“Jeni!”
Deg,sang ibu tertegun mendengar ucapan putrinya,Dokter dan sang suami datang,melihat sang istri yang diam tanpa sepatah katapun membuat Tuan sanjaya menghampirinya.
“Ada apa Ma?”
“Lara, menyebutkan nama Jeni!”
Tuan sanjaya diam dan sedikit berpikir tentang maksud Lara,dengan cepat Tuan sanjaya berlari dan meninggalkan istrinya.mambuat Nyonya Andita terpaku,tanpa sempat bertanya kepada sang suami.Tuan sanjaya mengemudikan mobilnya,menuju kediaman Agatha.setelah menempuh jarak hampir 55menit,mobil yang dirinya kendarai memasuki kediaman Agatha.
Dengan langkah lebar Tuan sanjaya berlari dan berusaha menerobos masuk,sehingga membuat keributan.Elios yang kebetulan berada di tempat melihat kedatangan Tuan sanjaya,tidak seperti biasanya dia datang dengan berteriak memanggil nama Jeni.karena tidak ingin mengganggu waktu sang Tuan Muda,Elios melangkahkan kakinya ke arah Tuan Sanjaya berada.
“Kenapa anda membuat keributan Tuan Sanjaya!”
Tuan Sanjaya langsung berlutut di hadapan Elios,membuat Elis terkejut dengan tindakan Tuan sanjaya.karena tidak enak,Elios memegang kedua pundak Tuan Sanjaya dan memintanya untuk bangun.
“Ada apa?anda bisa mengatakannya padaku!”
“Aku mohon,ijinkan aku bertemu dengan Jeni dan Tuan Nathan!
Apa lagi kali ini,bukankah beberapa hari lalu mereka sudah bertemu.apakah dia sedang merencanakan sesuatu?tapi tidak mungkin,melihat keadaannya sekarang,aku yakin sesuatu sedang terjadi,,
“Tunggulah disini aku akan menemui Tuan Muda,dan mengatakan kedatangan mu!”
“Terimakasih!”
Elios melangkahkan kakinya dan mencari keberadaan Tuan mudanya,dengan langkah lebar,Elios menemui Nathan yang sedang menemani sang Nona Muda di taman.melihat kedatangan Elios,Nathan hanya mengacuhkannya.apalagi jika bukan masalah pekerjaan pikirnya.Elios dengan sopan menunduk dan membisikkan sesuatu di telinga Nathan,membuat keningnya mengkerut.
“Sayang aku kedalam sebentar,tunggulah disini!
“Baiklah,jangan lama!”
Nathan mengecup kepala Jeni sebelum meninggalkannya,sementara Jeni meneruskan kegiatannya membaca majalah.dengan tenang Nathan melangkahkan kakinya,menemui Tuan Sanjaya.dari kejauhan Nathan bisa melihat keadaan Tuan Sanjaya, yang semakin memprihatinkan.
“Apa yang membawa anda datang kemari Tuan Sanjaya?”
__ADS_1
“Tuan Muda,tolong ijinkan Jeni menemui Lara.keadaannya sudah sangat kritis,mungkin dia ingin mengatakan sesuatu kepada kakaknya?”
Mendengar permohonan Tuan Sanjaya,membuat Nathan sedikit ragu.dia telah mendengar kabar kecelakaan yang di alami Lara,namun bagaimana jika Lara malah mengatakan hal yang bukan-bukan pada Jeni.tapi bagaimana jika Lara ingin meminta maaf,pikiran Nathan berkecamuk,keputusan apa yang sebaiknya dirinya ambil.
“Aku akan membawa Jeni menemui putrimu,namun aku harus berada di dekatnya!”
“Apa yang terjadi pada Lara?”
Suara halus Jeni,membuat tubuh mereka menegang,Jeni bahkan belum mengetahui tentang kecelakaan yang menimpa Lara.Nathan membalikan tubuhnya,dan melihat Jeni sudah berdiri tepat di belakanganya.
“Aku haus jadi aku menyusul mu, Aku bertanya,apa yang terjadi pada Lara?”
Nathan melangkah dan membawa tubuh Jeni ke dalam pelukannya,membuat Jeni semakin kebingunagan.apalagi melihat raut kesedihan di mata sang ayah.
“Berjanjilah kau akan tetap berada disisi ku nanti!”
“I,,iya aku berjanji!”
“Kita pergi ke rumah sakit,Lara sedang dalam keadaan kritis,dia menyebutkan namamu!”
Deg,jantung Jeni berdegup kencang mendengar ucapan Nathan,kenapa tidak ada yang mengatakan kepadanya.kenapa semuanya diam,meski Lara telah melakukan kejahatan padanya,namun Lara mengalami kecelakaan.
“Aku sengaja tidak memberitahumu,karena kondisimu sekarang.jadi bersiaplah aku akan membawamu menemuinya!”
Jeni memeluk Nathan,mencoba mencari kekuatan dari sang pelindung.denagn di rangkul oleh Nathan,Jeni melangkahkan kakinya menuju kamar rawat Lara.tampak dari kejauhan beberapa petugas kepolisian tampak berjaga di depan kamar inap,melihat kedatangan Nathan,mereka mempersilahkan Nathan dan Jeni untuk masuk kedalam kamar Lara.
Pemandangan yang menyedihkan tersaji di depan matanya,Lara terbaring dengan beberapa alat medis di tubuhnya.sang ibu tiri duduk di sebelah ranjang,menangis sambil menggenggam tangan lemah Lara.sungguh hal yang tidak ingin Jeni lihat,melihat kedatangan Jeni.Nyonya andita menumpahkan air matanya,dan bersujud memohon pengampunan dari Jeni.
Jeni tersentak melihat apa yang dilakukan oleh sang ibu,ibu tiri yang dulu begitu angkuh dan sombong,kini terlihat begitu rapuh.Jeni berjongkok dan meraih tubuh sang ibu tiri ke dalam pelukannya,tangisan keduanya tumpah.andai saja sang ibu bersikap baik padanya,dan tidak membencinya tanpa sebab,mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini.
Jeni membawa tubuh sang ibu tiri duduk di kursi,dia pun melakukan hal yang sama dengan duduk di samping ranjang Lara.Jeni meraih tangan yang kini begitu dingin itu,dengan lembut Jeni mengusapnya.Tuan sanjaya begitu tersentuh melihat pemandangan di depannya,perlahan mata Lara terbuka.Jeni mendekatkan tubuhnya dan mencoba mengajak Lara bicara.
“Lara,ini aku Jeni!”
Lara menatap Jeni dengan tatapan penuh penyesalan,bulir bening menetes disudut matanya.
“Ma,,afkan aku Jeni,maafkan semua kesalahanku!”
Lara berusaha mengucapkan permohonan maafnya,meski sedikit terbata,namun masih bisa di pahami oleh beberapa orang yang berada di ruangan itu.Jeni tidak bisa menahan tangisnya,air mata yang dia tahan sedari tadi,akhirnya tumpah.
“Aku sudah memaafkan mu,bertahanlah!”
__ADS_1
“Tolong jaga ibuku,dan terimakasih!”
“Aku akan menjaga ibu,berjuanglah untuk sembuh!”
Mendengar ucapan Jeni,Lara hanya tersenyum.namun perlahan mata itu tertutup rapat,membuat Jeni dan sang ibu panik.Nathan dengan segera meraih tubuh Jeni dan memeluknya,sedangkan sang ibu sudah meraung menangisi kepergian Lara.Dokterpun memastikan apa yang terjadi pada Lara,helaan nafas Dokter serta gelengan kepalanya,membuat beberapa orang yang berada di sana mengerti bahwa Lara telah meninggal.
Tuan Sanjaya ambruk dan menangisi putrinya,begitu juga dengan sang istri yang terus menggoyangkan tubuh Lara,serta memanggil namanya dengan tangisan pilunya.Jeni terdiam dengan tatapan kosong di pelukan Nathan,perlahan suara isak tangisnya terdengar oleh telinga Nathan.
Nathan memeluk tubuh istrinya,memberinya kekuatan yang sungguh dia butuhkan sekarang.setelah melakukan proses pembayaran dan lainnya,jenazah Lara di bawa pulang untuk di kebumikan.Tanah merah dan basah kini menjadi tempat peristirahatan terakhir untuk Lara,sang ibu yang terus menangisi kepergian putrinya,sang ayah yang bahkan hanya diam sambil merangkul ibunya,terlihat begitu terpukul.
Satu persatu pelayat kembali,masih tersisa dirinya,Nathan,Elios,kedua orang tuanya dan petugas kepolisian.Jeni mencoba menghampiri sang ibu,yang masih terlihat begitu terpukul akan kepergian putri kesayangan.
“Ibu,ikhlaskan Lara pergi.sekarang dia tidak akan merasakan kesakitan lagi,biarkan dia tenang di sana!”
“Tolong Maafkan kesalahannya, dan semua dosa yang pernah dia lakukan terhadapmu Jeni.begitu juga dengan ibu,tolong maafkan semua perbuatan ibu yang begitu menyakitimu.ibu bersalah!”
“Jeni sudah memaafkan kalian,dan maafkan juga kesalahanku Ibu!”
“Tidak Jeni,kau bahkan tidak pernah melakukan kesalahan apapun kepada kami.kamilah yang bersalah,hiduplah dengan bahagia mulai sekarang,kejarlah semua kebahagian yang dulu tidak kau dapatkan dari kami!”
“Tuan Nathan akan membahagiakanmu,ibu berdoa dengan tulus untuk kebahagiaan kalian!”
Jeni memeluk sang ibu,keduanya larut dalam duka,dan tangis kebahagiaan karena bisa saling memaafkan.setelah merasa puas berada di pusara sang putri,Nyonya Andita memutuskan kembali ke rumah tahan yang telah di putuskan untuknya.dengan penuh kesedihan,Tuan Sanjaya dan Jeni melepas kepergian Nyonya Andita.mobil yang membawa sang istri mulai menjauh,dan menghilang,semakin membuat sesak dada Tuan sanjaya.Jeni menghampirinya,dan menggenggam tangan yang mulai terlihat kurus itu.
“Ayah!”
“Pulanglah Jeni,kau pasti lelah.jangan memaksakan kesehatanmu,kau harus menjaga kandungan mu!”
“Ayah akan pulang ke rumah?”
“Tentu saja,Ayah akan kembali kerumah.pulanglah!”
Tuan Sanjaya mengusap lembut tangan Jeni,membuat Jeni mengangguk patuh.Nathan yang selalu berada di samping Jeni,melirik Tuan sanjaya sekilas.
“Terimakasih Tuan Muda!”
Nathan hanya mengangguk dan meninggalkan Tuan sanjaya sendirian,setelah semuanya pergi Tuan sanjaya ambruk di tanah.tangisan yang dia tahan kini tumpah,beberapa kali dia terlihat memukul dadanya yang terasa sesak.kini hanya tinggal dirinya seorang,putri kesayangannya telah berpulang. Istrinya harus mendekam di penjara,Jeni adalah putri yang telah dia buang tidak mungkin bagi dirinya, untuk bisa berkumpul dengan Jeni.
Tangisan penyesalan,kesedihan dan kekecewaan bercampur menjadi satu.sungguh miris jalan hidup keluarganya,jika dirinya di beri kesempatan sekali lagi,ingin rasanya dia mengubah jalan hidupnya dengan menyayangi Jeni seperti dia menyayangi Lara.
Kini siapa yang akan menemaninya di hari tuanya,keegoisannya membuat keluarganya hancur.
__ADS_1
Maafkan Ayah Jeni,Lara.Ayah tidak berhasil menjadi Ayah yang baik untuk kalian,tapi jika diberikan kesempatan lagi Ayah ingin menjadi Ayah kalian lagi.agar Ayah bisa menebus kesalahan Ayah pada kalian,,