Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
76.Di Jodohkan


__ADS_3

Meja makan tampak ramai karena obrolan Tania dan Jeni,yang menceritakan kepergiannya semalam bersama Elios ke pasar malam.Jeni tentu saja sangat antusias mendengar cerita tersebut,di tambah lagi dirinya yang tidak ikut serta,tentu rasa penasaran menguasai hatinya.


Suara tawa serta cerita heboh keduanya,tentu mengganggu pendengaran Nathan yang baru saja menuruni tangga.melihat sang adik yang bercerita dengan penuh semangat,serta wajah bahagia,Nathan menyimpulkan jika keduanya melewati malam yang menyenangkan.


“Apa kau begitu senang pergi bersama Elios,hingga pagi-pagi sudah bergosip dan bercerita dengan sangat heboh!”


Nathan menghampiri sang istri dan mengecup pucuk kepalanya,sang ibu hanya  tersenyum mendengar ucapan sang putra,yang membuat Tania seketika menjadi kesal.


“Aku tidak sedang bergosip,tapi bercerita kak Nathan.dan satu hal aku tidak suka pergi dengan sekertaris mu itu,dia tidak seru!”


“Apa yang membuatmu bisa mengatakan hal demikian,Elios adalah orang yang paling cocok untuk menemanimu, jika ingin keluar malam!”


“Tidak ada yang sekeren dan seasyik kakak Ipar,Elios selalu mengeluh,dan mengatakan lelah!”


“Itu karena kau kurang memahaminya!”


Tania mengerutkan dahinya mendengar ucapan sang kakak,di dalam hatinya dia terus bertanya-tanya,dengan apa yang sang kakak maksudkan.Jeni yang mengerti arah pembicaraan suaminya,tersenyum dan menatap Tania dengan lembut.


“Kalian berdua cocok,yang satunya cerewet dan yang satunya kaku dan dingin,kenapa kalian berdua tidak pacaran saja!”


“Kau pintar sekali sayang,itulah yang aku maksudkan!”


“Khukk,,Khukkk”


Ucapan Jeni membuat Tania melongo tak percaya,bisa-bisanya sang kakak ipar menjodohkannya dengan pria dingin seperti Elios.sementara sang ibu hanya tertawa mendengar ucapan Jeni,membuat Tania kesal.


“Darimana kakak ipar bisa melihat kecocokan kami,semalam saja dia banyak mengeluh padaku,pokoknya kami tidak cocok!”


“Kalau begitu kenapa tidak mencoba kencan lagi,kali ini pendapatmu tentangnya pasti berubah!”


“Stop kakak ipar,aku akan mencari pria tampan yang tidak kaku dan dingin sepertinya!”


“Siapa yang kaku dan dingin?”


Elios menerobos masuk begitu saja,dan mendengar ucapan Tania.semua yang berada di meja makan sedikit terkejut melihat kedatangan Elios yang secara tiba-tiba.Nathan tentu saja menggunakan kesempatan itu untuk mengerjai adiknya sekali lagi.


“Tania bilang,dia sangat senang pergi denganmu,dan meminta ijin padaku untuk mengajakmu nonton bioskop sebentar malam!”

__ADS_1


“Tidak,kak Nathan bohong!”


“Bukankah tadi kau meminta ijin padaku,apakah kau malu karena orangnya sudah ada disini?”


Pipi Elios merona mendengar perdebatan kakak beradik itu,Jeni yang melihat reaksi Elios tersenyum lucu.ternayata pria kaku dan dingin seperti Elios bisa malu.


“Jika anda tidak keberatan,saya dengan senang hati menemani Nona Tania!”


“Kau dengar itu Tania,Elios dengan senang hati akan menemanimu!”


“Kakak ipar!”


“Bagaimana kalau kita sarapan,keponakanmu sudah ingin makan!”


Dengan tatapan kesal kearah sang kakak,Tania hanya duduk pasrah sambil memaki di dalam hati.sedangkan Nathan merasa senang telah berhasil mengerjai sang adik dan Elios,sementara Jeni dan sang mertua hanya tersenyum.Setelah sarapan Elios dan Nathan meninggalkan kediaman Agatha,Tania langsung merengek dan meminta bantuan pada Jeni,agar rencana kencan antara dirinya dan Elios di batalkan.


“Ayolah kakak ipar,tolong batalkan rencana kak Nathan.aku yakin ini semua hanya rencana kak Nathan,aku tidak mau pergi dengan si kaku kakak ipar!”


“Hei,Elios tidak sekaku itu.bahkan dulu dia lebih banyak tersenyum kepadaku,di banding kakakmu yang dingin itu.Elios memiliki sisi lembut,coba kau lihat kakakmu sekarang,bukankah dia sudah berubah!”


“Kak Nathan berubah karena cinta mati kepada kakak ipar,nah,,dia kan tidak!”


“Kakak ipar,Elios bukan tipeku.dia jauh dari seleraku,aku tidak mau!”


“Kalau begitu Tidak ada salahnya kan kalian nonton bareng,jangan anggap ini kencan.anggaplah kau sedang di temani oleh seorang teman,pengawal atau sekertaris kau bisa menyuruhnya melakukan apapun nanti!”


Tania terdiam dan memikirkan apa yang Jeni katakan,sebuah senyum terlihat di bibir manisnya.membuat Jeni mengerutkan dahi,dirinya yakin Tania pasti sedang merencanakan sesuatu.


“Tapi jangan bersikap melampaui batas Tania,Elios bukan pria yang akan diam saja bila kau mengerjainya!”


“Glek”baru saja terlintas ide gila di benaknya,untuk mengerjai sang sekertaris komplex.namun semuanya hilang ketika sang Kakak ipar mengingatkannya,sikap dan sifat Elios hampir sama dengan kakaknya,tentu dirinya harus berfikir 2x untuk mengerjai Elios.


“Aku tidak akan berbuat hal yang membuat dia marah kakak ipar,aku akan berusaha dekat dengannya!”


Apapun itu terserah padamu,akan lebih baik lagi jika kalian cocok satu sama lain.akan bagaimana gaya pacaran kalian nanti,aku jadi tidak sabar,,


 Aku akan  mengerjainya habis-habisan hingga dia tidak akan pernah mau menemaniku lagi,tunggu saja  wahai sekertaris kaku,aku akan membuatmu tidak betah berada di dekatku Hahahaha,,

__ADS_1


Keduanya larut dalam pikiran masing-masing,Tania ikut dalam mobil Jeni.seperti biasa Jeni akan mengantarkan Tania ke kampusnya,setelah itu Jeni akan menuju toko Roti miliknya.di dalam perjalan tanpa sengaja Jeni melihat sosok pria paruh baya yang begitu dia kenal,Jeni terus menatapnya membuat Rado menepikan mobil.


“Apakah ada sesuatu yang anda lihat Nona?”


Sofi menatap Rado dan Jeni bergantian,namun tatapan Jeni tidak lepas dari sang pria membuat Sofi dan Rado,mengikuti arah pandang Jeni.Rado sedikit terkejut dengan apa yang dirinya lihat,Tuan Sanjaya terlihat berdiri dan membeli sesuatu di pinggir jalan.air mata Jeni menetes begitu saja,ingin sekali dirinya menghampiri sang ayah dan memeluknya.namun jika diingat kembali sang Ayah yang telah mengeluarkannya dari daftar keluarga,membuatnya sakit hati dan bersedih.


“Apa Nona ingin menemui beliau?”


“Entahlah Sofi,aku ragu.aku takut kecewa lagi karena penolakannya!”


“Sebaiknya anda menemui beliau,saya yakin Ayah anda akan sangat senang!”


“Benar Nona,kami akan menemani anda!”


Jeni menatap kembali sang Ayah yang terlihat lebih kurus dari terakhir mereka bertemu,perasaan sayang dirinya kepada sang Ayah mendorongnya untuk  menemui sang Ayah.


“Antar aku menemuinya!”


Dengan patuh Rado turun dari mobilnya dan mendekati Tuan Sanjaya, yang terlihat memilih buah di penjual yang berjejer di pinggir jalan.


“Selamat pagi Tuan Sanjaya!”


Mendengar namanya di panggil oleh seseorang,Tuan Sanjaya menolehkan kepalanya.pria tampan bertubuh tegap telah berdiri di hadapannya,dengan senyum menawan.Tuan Sanjaya sedikit terkejut melihat keberadaan Rado,pandangannya mengarah ke segala arah mencari keberadaan Jeni,yang diyakininya berada di sekitanya.Rado tersenyum melihat reaksi Tuan Sanjaya,dengan lembut dirinya memberi tahu jika sang Nona masih berada di mobil,dan ingin bertemu dengannya.dengan mata berbinar bahagia,Tuan Sanjaya menganggukkan kepalanya.


Setelah mencari kafe terdekat dan dirasa cukup aman untuk sang Nona,Rado menghubungi Sofi dan memintanya membawa sang Nona Muda.dengan tubuh sedikit gemetar karena perasaan yang campur aduk,antara gugup dan bahagia,Tuan sanjaya berusaha menenangkan perasaannya.sementara Rado, terus mengawasi perubahan yang terjadi pada Tuan Sanjaya. 


Pasti anda begitu gugup dan bahagia mendengar Nona Muda, ingin bertemu dengan anda Tuan.seandainya dulu anda tidak memperlakukan Nona seperti itu,saya yakin keluarga anda akan sangat harmonis.


Jeni mengatur nafasnya beberapa kali,menguatkan dirinya untuk menemui sang Ayah,setelah sekian bulan tidak bertemu.dirinya tidak ingin menjadi anak durhaka,meski perlakuan sang Ayah serta ibu dan adik tirinya yang kejam padanya,Jeni ingin melupakan semua yang telah berlalu.dan memulai hidupnya yang baru tanpa air mata lagi,melihat sang Nona yang sedikit ragu,Sofi menggenggam lembut tangan Jeni.mmeberikan keberanian kepada sang Nona Muda,untuk menghadapi sang Ayah.


Dari jarak dekat dapat Jeni lihat kondisi sang Ayah yang begitu memprihatinkan,tubuh kurus serta wajah kusam yang sudah tidak terurus lagi.Tidak ada lagi Tuan Sanjaya yang penuh wibawa,serta wajah tegasnya.yang terlihat kini hanya wajah lelah, serta wajah dan tatapan yang penuh dengan beban.Jeni tidak membalikkan wajahnya,tak tahan melihat kondisi sang Ayah.air matanya tumpah,dirinya hanya bisa menahan isak tangisnya agar tak terdengar.Sofi berusaha menguatkan Jeni,ketika dirinya ingin pergi meninggalkan kafe itu.dengan senyum lembut Sofi memberi kekuatan  dan mendorong tubuh sang Nona,untuk menemui sang Ayah.dengan langkah perlahan Jeni menghampiri meja,tempat sang Ayah berada,Rado hanya bisa menatap sendu raut kesedihan di mata Jeni.


“Ayah!”


Mendengar suara lembut sang Putri yang begitu dia rindukan,Tuan Sanjaya tertegun dan membalikkan tubuhnya.sang Putri yang dirinya perlakukan tak adil,telah berdiri di hadapannya dengan penampilan yang sedikit berbeda.tubuh berisi dengan perut yang sedikit membuncit,wajah cantik yang selalu tersenyum kepadanya kini berdiri tepat dihadapannya.


“Ayah!”

__ADS_1


“Jeni putriku!”


__ADS_2