Proposal Cinta Sang Ceo

Proposal Cinta Sang Ceo
54.Perhatian Suami


__ADS_3

Setelah kembali dari rumah sakit,Nathan begitu memperhatikan hal kecil yang menyangkut Jeni.mmebuat Jeni bingung dan heran,dengan perubahan sikap Nathan yang sangat drastis dari sebelumnya.


Kau cukup manis jika bersikap seperti ini,tapi ini sangat berlebihan,aku malu bisakah kau menghentikannya.


Seharian ini Nathan hanya berada dikamar,menemani Jeni dan membantunya melakukan sesuatu yang ingin dia kerjakan.urusan kantor dia serahkan lagi pada Elios,membuat Jeni tidak enak dan ingin sekali berteriak pada suaminya.


“Sayang pergilah bekerja,aku sudah sehat.aku bisa melakukannya sendiri,sekarang aku hanya perlu tidur yang cukup dan makan makanan yang sehat.sesuai anjuran dari Dokter!”


“Tapi aku ingin menemanimu,kau akan kesepian di rumah sendirian.ibu sedang pergi,Tania juga sedang kuliah!”


“Sebentar lagi meraka akan pulang Sayang!”


“Tidak,aku akan menjagamu!”


Jika berdebat dengan Nathan tidak akan ada habisnya,karena itu Jeni memilih mengalah,dan membiarkan sang Tuan penguasa melakukan apa yang dia mau.seharian itu hanya Jeni habiskan di dalam kamar,dengan menonton dan membaca komik.makan dan segalanya semua dilakukan di dalam kamar,Nathan benar-benar memanjakannya.


Ketika makan malam tiba,Jeni yang masih melihat suaminya mandi keluar dari kamarnya,dan menuruni tangga menuju ruang makan.melihat Jeni,beberapa pelayan memberi salam dan sedikit menunduk padanya.Tania yang melihat sang kakak ipar telah keluar dari penjara,dengan segera berlari dan memeluk erat tubuh Jeni.


“Akhirnya kakak ipar bebas dari penjara kaka Nathan,aku sungguh bahagia,bisa melihat dan memelukmu kak!”


“Jangan lebay,kau bisa saja menemui ku dikamar,tapi kau tidak melakukannya tuh!”


“kakak ipar tidak tau kalau ada peraturan baru,selama kalian dikamar tidak ada yang boleh mengganggu kalian,termasuk aku,kak Nathan mengancam akan memotong uang jajanku jika aku mengganggu kalian berdua,benar-benar kekanakan sekali!”


“Benarkah,aku tidak tau ada peraturan seperti itu!”


“Tentu saja aturannya kan baru di buat minggu kemarin!”


“Jangan dengarkan adikmu jeni,dia hanya kesal pada Nathan yang tidak melepasmu.dan tidak memberikan kalian waktu untuk jalan berdua,jadi dia kesepian!”

__ADS_1


Bisik sang ibu mertua,membuat Jeni tersenyum dan tertawa lucu ke arah adik iparnya itu.memang benar apa yang dikatakan sang ibu mertua,dirinya dan Tania tidak memiliki banyak waktu bersama seperti dulu.semenjak si Tuan Penguasa menjadi bucin padanya,ruang geraknya seakan terbatas.


Jeni langsung memeluk Tania,dan mengerjainya hingga kejar-kejaran dan saling ejek terjadi di antara keduanya.sang mertua hanya tertawa melihat tingkah keduanya yang seperti bocah,terlihat Nathan menuruni tangga dengan wajah kesal.Nathan berhenti di tengah-tengah tangga,melihat interaksi istri dan adiknya.tawa lepas dari keduanya membuat susut bibir Nathan tertarik,dan di saat yang bersamaan terkejut dengan tingkah Tania,yang berbaring di atas tubuh Jeni.membuat Nathan reflek berlari sambil berteriak.


“Bocah nakal,apa yang kau lakukan pada kakak ipar mu,menjauh dari tubuhnya!”


Keduanya yang asyik bersenda gurau,langsung duduk ketika melihat kedatangan Nathan.Tania hanya menjulurkan lidahnya,dan memeluk tubuh Jeni sekuat tenaganya.hingga main rebut-rebutan terjadi atara dirinya dan sang adik.Jeni yang menjadi rebutan,merapatkan dirinya ke tubuh Tania.sehingga susah bagi Nathan untuk melepaskan pelukannya.


Membuat Nathan semakin kesal dengan ulah adiknya,tingkah ketiganya menjadi tontonan yang tak terlupakan bagi penghuni rumah.yang ikut berbahagia melihat,kebahagiaan keluarga Agatha.


“Kalian bisa meneruskan acaranya,setelah makan malam!”


“Tidak mau Ma,kaka Nathan akan membawa kak ipar ke kamar setelah makan malam selesai.dia tidak akan mengizinkanku, bermanja pada Kak ipar!”


“Hei kau bisa bermanja pada ibu atau pacarmu sana,kakak ipar mu milik kakak dan kau dilarang bermanja-manja padanya.apalagi yang tadi,jangan pernah tidur di atas tubuh Kakak ipar mu!”


“Bodo,aku suka emang kenapa.janji dulu setelah makan malam biarkan kakak ipar bersamaku satu jam saja,kalau tidak aku tidak mau melepas pelukanku!”


“Hanya satu jam tidak boleh lebih,jika lebih dari satu jam kakak akan merobohkan pintu mu!”


“ Iya,,iya hanya satu jam,tidak lebih!”


Makan malam pun mereka nikmati bersama meski dengan sedikit drama,dari Nathan dan Tania.namun itulah yang membuat suasana rumah kembali hidup,dan tidak kaku dan sedingin dulu.Tania membawa Jeni ke kamarnya,dan menceritakan kehidupannya di kampus.Jeni juga terlihat begitu antusias dalam mendengar curhatan sang adik ipar.setelah satu jam lamanya,akhirnya Jeni keluar dari kamar Tania.Jeni terkejut melihat keberadaan Nathan yang sudah berdiri di samping pintu kamar Tania,membuat Jeni mengerutkan dahi dengan ulah suaminya.


“Apa yang kau lakukan disini,kenapa tidak menunggu dikamar saja,aku sudah selesai!”


Bukannya menjawab,Nathan malah mendekat dan memeluk Jeni.membuat Jeni terkejut akan ulah suaminya,yang selalu menyerangnya secara tiba-tiba.Nathan mengangkat tubuh Jeni,dan membawanya menuju kamar mereka.


Nathan menutup pintu dengan kakinya,dan membaringkan Jeni di ranjang.Nathan naik ke atas ranjang dan menindih tubuh Jeni,rona malu terlihat jelas di wajah cantiknya.meski sering mendapat perlakuan lembut dari sang suami,Jeni masih saja malu akan perlakuan Nathan padanya.

__ADS_1


“Aku merindukanmu,kenapa lama sekali!”


“Bukankah kita sudah bersama seharian,dan itupun di dalam kamar.aku hanya menemani Tania satu jam sayang!”


“Dan itu cukup lama bagiku sayang,aku merindukanmu dan ingin memelukmu!”


Nathan mencium bibir ranum Jeni,menyusuri leher jenjang yang putih bersih,meninggalkan jejak cinta yang begitu dia sukai.******* yang lolos keluar dari mulut Jeni,membuat Nathan semakin semangat,menyentuh dan mencium permukaan kulit Jeni.kabut hasrat dan hawa panas di rasakan oleh keduanya,hingga pergulatan panas di malam yang dingin itu terjadi,malam yang panjang bagi keduanya di mulai.


Kicauan burung dan sinar matahari yang masuk ke celah jendela memaksa Jeni untuk membuka matanya,disampingnya masih terlelap pria tampan yang kini telah sepenuhnya menjadi suaminya.pria dingin dan angkuh,yang dulunya begitu ingin dia taklukkan sekarang benar-benar jatuh pada pesonanya.Nathan yang dulu sungguh berbeda dengan Nathan yang sekarang,Nathan yang begitu bucin,bahkan tak segan-segan menciumnya,di hadapan keluarga maupun pelayan di rumahnya.


“Cup”


Jeni mengecup dan membelai pipi Nathan,dan membangunkannya dengan nada yang cukup lembut.membuat Nathan tersenyum dan langsung memeluk tubuh yang masih sama-sama polos itu.


“Jangan menggodaku di pagi hari sayang,kau tau aku tidak tahan dengan senyummu!"


“Aku tidak menggoda mu,aku hanya membangunkan mu sayang!”


“Membangunkan singa yang sedang tidur hem!”


Nathan mengangkat tubuh Jeni yang polos dan kain yang menutupinya,membuat wajah Jeni merah merona karena Malu,namun tidak bagi Nathan.dirinya acuh saat menggendong tubuh Jen,i yang polos sama seperti dirinya.


“Sayang kau telanjang,pakai dulu boxer atau handuk mu!”


“Kita berada dikamar sayang,tidak akan ada yang melihat kita tenanglah!”


Nathan membawa Jeni ke kamar mandi,mereka membersihkan diri sekaligus melakukan ritual pagi yang panas.seperti biasa jika sudah mendapatkan apa yang dia mau, wajah Nathan akan merona bahagia, sedangkan Jeni masih merona karena malu, siapa sangka jika suaminya akan menjadi seperti sekarang ini.


Setelah berpakaian dengan rapi, Nathan dan Jeni keluar dari kamar dan sarapan. Seperti biasa mereka akan melanjutkan aktifitas mereka masing-masing, sementara Jeni masih memilih untuk berada di rumah.

__ADS_1


Terima kasih telah memberiku begitu banyak cinta suamiku, mulai sekarang aku akan hidup sebagai Nona Muda Agatha. Aku akan hidup dengan baik, dan mengejar kebahagiaan serta kebahagiaan keluarga kita.


__ADS_2