
Keheningan membentang dikamar Tania,Jeni masih menunggu jawaban apa yang akan Tania berikan untuknya.Tania mendesah beberapa kali,menyiapkan hatinya untuk menceritakan semu ayang adia rasakan,kepada sang kakak ipar.
“Jantungku sellau berdetak lebih cepat jika berada disampingnya,bahkan tubuhku tal mampu bergerak,ketika menatap matanya.ketiak dia mencium ku,tubuhku bahkan tak menolak kak,begitu juga dengan pikiranku!”
“Aku memintanya untuk menjauhiku,dan aku mengatakan jiak akau tidak pernah menyukainya,dia bukan tipe pria idamanku.semua hal kasar aku katakan padanya,sepertinya itulah yang membuatnya menjauh serta mengacuhkan ku!”
Jeni tersenyum,dan mengusap tangan Tania.membawa kedua tangan itu dalam pangkuannya,Tania masih terlalu muda untuk memahami perasaannya,dan menyadari cintanya.
“Kau hanya terlalu gengsi untuk mengakuinya perasaanmu,terkadang wanita memang bersikap seperti itu.kita merasa tidak membutuhkan mereka,namun ketika dia menghindar dan menjauh,kita akan mulai merasa kehilangan.itulah sifat alamiah kita!”
“Jadi yang perlu kau lakukan sekarang adalah meminta maaf padanya,ungkapkan perasaanmu padanya.di apria langka,yang susah kau dapatkan diluar sana!”
“Kakak ipar pikir Elios itu barang edisi terbatas!”
“Hmm,,aku menganggapnya seperti itu.coba kau cari diluar sana pria seperti dirinya,apakah pernah kau jumpai yang sepertinya.bahkan dia sangat mengerti dengan apa yang di inginkan kakakmu,tanpa kakakmu perintah dia sudah mengerjakannya lebih dulu!”
“Itu karena dia sangat memahami kakak Nathan,mereka bersama sudah belasan tahun kakak ipar.jadi wajar saja jika Elios tau semua hal yang kakak Nathan sukai dan tidak dia sukai!”
“Bukankah jika dia menjadi kekasihmu,kau akan jadi wanita paling beruntung di dunia,karena bisa di mengerti oleh pria setampan dia?”
“Kakak ipar,bicaramu ngelantur!”
“Jangan berbohong,sebenarnya kau sangat ingin dia menjadi kekasihmu bukan.kau hanya malu untuk mengakuinya!”
Tania tersenyum malu-malu dan menganggukkan kepalanya,Jeni tertawa melihat tingkah adik iparnya yang menggemaskan.tanpa mereka sadari waktu makan malam tiba,melihat sang istri yang tidak kembali lagi kekamar.Nathan merasa cemas dengan langkah lebar ia keluar dari kamar,ketika melewati kamar Tania,sayup-sayup terdengar suara tawa Tania dan sang istri.dengan wajah cemberut,Nathan membuka pintu kamar Tania tanpa mengetuk pintu,membuat kedua penghuni kamar terkejut.
“Kak Nathan,,bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk kek kamarku.bagaiaman tadi jika kau hanya memakai handuk,dan karena terkejut handukku lepas.kak Nathan bisa bertanggung jawab?"
"Imajinasi mu terlalau berlebihan Tania,apa yang bisa di banggakan dari bentuk tubuh datar,dan tidak memiliki bodi itu.istriku lebih montok,dan menggiurkan dari tubuh papan setrika sepertimu!”
“Kak Nathan,,!”
“Bhukk,,,Bhukk,,Tania melempar bantal yang ada di ranjangnya kearah Nathan,yang tertawa tanpa rasa bersalah sedikitpun.sementara Jani hanya bisa menggeleng dan menjadi penonton,dari peperangan keduanya.
“Kau telah menculik istriku,dan kau bersalah atas itu!”
“Siapa yang menculik kakak ipar,aku hanya meminjamnya sebenataran.kakak ipar juga tidak keberatan!”
“Aku yang keberatan!”
“Kak Nathan menyebalkan,aku tidak merestui mu menyentuh kakak perempuanku.dia milikku sebelum kak Nathan merebutnya dariku!”
“Apa,,Dia milikku bahkan sebelum kau mengenalnya!”
“Tapi kakak ipar lebih dulu dekat denganku,dibanding kak Nathan!”
Keduanya mulai bertengkar,saling adu bantal.Jeni hanya bisa mendesah dan mengelus pelan perutnya,sambil terkekeh pelan.setelah merasa lelah keduanya merebahkan kepalanya di pangkuan Jeni,sepasang kakak beradik yang lucu Dimata Jeni.dengan lembut Jeni mengelus kepala keduanya,membuat kedua manusia berbeda usia itu tersenyum.
__ADS_1
“Inilah yang aku suka darimu Kakak ipar,kau sellau mengusap kepalaku,di saat lelahku.tetaplah menjadi kakak perempuan,serta kakak iparku.aku sangat menyayangimu!”
Nathan tersenyum sambil memejamkan matanya,menikmati usapan lembut tangan Jeni,yang cukup hangat.
“Sekarang kau bicara seperti itu,nanti jika sudah memiliki seorang kekasih,kau akan lupa pada kakak iparmu.dan akan menempel terus pada pria yang akan menjadi suamimu kelak!”
“Kak Nathan apaan sih,,merusak suasana hatiku yang sedang bahagia!”
“Sudah hentikan,jangan bertengkar terus.kalian sudah seperti anjing dan kucing,yang memperebutkan tulang!”
“Kakak ipar tulangnya!”
“Hahahahaa,,ketiganya tertawa bersama,di luar pintu Nyonya Agatha berdiri sambil tersenyum hangat.tak menyangka jika kedua anaknya akan begitu dekat,dengan menantunya.setetes butiran bening mengalir di pipinya,belum pernah dirinya melihat interaksi kedua anaknya seperti sekarang ini.perlahan Nyonya Agatha menutup pintu Kamat Tania perlahan,agar tak menimbulkan suara yang mengganggu ketigannya.melihat sang Nyonya turn sendirian,Pak Mul mendekat dan sedikit membungkuk.
“Mereka sedang bersama,panggil beberapa menit lagi Pak Mul!”
“Baik Nyonya!”
Nyonya Agatha kembali kemeja makan,menunggu kedua anak serta mennatunya.Elios datang dan dudu di kursi yang bersebelahan dengan sang Nyonya,mala mini Elios mendapat kesempatan untuk makan malam bersama di meja yang sama.
“Elios mulai malam ini dan seterusnya,ikutlah makan malam bersama kami!”
“Baik Nyonya!”
“Jangan menganggap kami atasanmu ketika di meja makan,anggaplah kami keluargamu,Karena memeng kita keluarga!”
“Terimakasih Nyonya!”
“Apa ada Sesuatu yang terjadi Nyonya?”
Nyonya Agatha menatap Elios dengan lembut,melemparkan senyum lembutnya untuk pertama kali kepada Elios.suatu perubahan yang begitu baik bagi Elios,bahkan beberapa bulan ini sikap sang Nyonya berubah drastis.
“Terimakasih karena telah menjaga Jeni,sampai detik ini Elios.aku yakin kau juga terlibat dalam semua cerita hidup Nathan,kau selalu memastikan semua berjalan dengan baik untuknya.aku bahagia dan bersyukur,dengan kehadiran Jeni di tengah keluarga kami.Tolong jaga pelangi di rumah ini Elios,jangan biarkan pelangi itu redup!”
“Tentu Nyonya,saya akan menjaga Nona Muda, seperti menjaga Tuan Muda!”
“Terimakasih Elios!”
Nathan serta kedua wanita kesayangannya menuruni tangga,menuju ruang makan.Ketiganya melihat keberadaan Elios dan sang ibu,dimeja makan.Natahn dan Jeni berjalan dengan santai ,dan mendekati meja makan.berbeda dengan Tania,yang tiba-tiba menjadi kaku.
“Apa kau sudah lama menunggu?”
“Belum lama Tuan Muda!”
Nathan mengangguk,menarikan kursi untuk jeni duduki,sebelum dirinya duduk tepat disebelah sang istri.sementara Tania bingung harus memilih duduk disebelah mana,Nathan mengernyit melihat sang adik yang hanya diam.
“Kau tidak ingin makan malam,apa kau tidak lapar?”
__ADS_1
Melihat Tania yang masih diam,Nathan semakin heran,Nathan melirik Elios sesaat.melirik pria yang bahkan tidak mau menolehkan kepalanya atau sekedar melirik Tania,sudut bibir Nathan melengkung,mulai menyadari sesuatu yang terjadi di antara keduanya.
“Apa kau malu karena ada Elios?”
Deg,,Tania langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat,Elios yang menyadari ketidak nayaman Tania,menatap sang Nyonya yang masih menatap sang Putri.
“Maaf jika kehadiran saya di meja makan ini,membuat Nona Tania merasa tidak nyaman.mungkin sebaiknya saya makan didi tempat biasa Nyonya!”
“Mungkin Tania hanya terkejut melihat kehadiranmu Elios,aku yakin Tania tidak bermaksud seperti itu!”
Jeni berucap pelan dan selembut mungkin,agar Tania menyadari kesalahannya.Jeni melirik Tania,dan memberi kode dengan lirikan matanya,agar Tania segera duduk.dengan patuh Tania langsung mencari tempat duduk dan duduk tepat disebelah Han.Tania memejamkan kedua matanya,menenangkan debaran jantungnya yang menggila.Jeni dan Nathan diam-diam tersenyum,melihat tingkah Tania.
Tenanglah jantungku,jangan berdegup begitu kencang.pria di sampingku ini bisa mendengarnya,mau di simpan dimana wajahku ini.ayolah Tania,kau pasti bisa,,
Tania menyemangati dirinya,dengan sikap tenang seperti biasa,Tania melalui makan malam dengan tenang.setelah menikmati makan malam,mereka berkumpul diruang tamu seperti biasa.namun berbeda dengan Elios dan Nathan,keduanya masuk kedalam ruang kerja,dan sudah dipastikan mereka kaan membahas apa.
“Tidak di kantor,tidak juga di rumah mereka selalu membahas masalah pekerjaan.apa dipikiran mereka hanay ada pekerjaan dan pekerjaan!”
“Mungkin ada sesuatu yang harus mereka selesaikan Tania!”
“Kan bisa besok Ma,apa Kak Nathan tidak lelah?”
“Kenapa kau mulai cerewet Tania!”
“Ihh Mama,,Tania hanya membicarakan fakta!”
Sang Mama memutar bola matanya,malas berdebat dengan sang putri yang kian pintar bicara.Nyonya Agatha meninggalkan keduanya, dan memilih masuk kedalam kamar untuk beristirahat.Keduanaya melanjutkan menonton drakor yang mereka sukai,keduanya memiliki selera yang sama dalam hiburan,yaitu suka menonton para Oppa korea.
Pintu ruang kerja terbuka,Nathan masih melihat sang istri menonton pria-pria tampan di tv dengan mata berbinar,membuat hatinya kesal.meski para pria itu hanya bisa di lihat di TV,tetap saja Nathan merasa cemburu serta merasa tersaingi.
“Sayang jangan menatap pria itu seperti itu,aku tidak menyukainya.bukankah suamimu ini lebih tampan,hot,serta lebih seksi dari mereka.lihatlah tubuh kurus kerempeng mereka,tidak ada bagus-bagusnya selain menang tampang!”
“Meraka tampan sayang,dan aku hanya suka melihatnya,aku hanya mengagumi mereka itu saja!”
“Jangan melihat mereka dengan mata berbinar cantik seperti tadi,tubuhku lebih menarik dari mereka sayang!”
Nathan tak terima dengan ucapan sang istri,yang mengatakan jika dirinya mengagumi para Oppa korea.dengan kesal Nathan melepas kaosnya,memperlihatkan tubuh kekar berototnya.membuat Jeni menelan ludah kasar,melihat tubuh indah sang suami yang begitu ia sukai.Tania melongo,dan menjatuhkan kripik yang berada di tangannya,sementara Elios hanya tersenyum melihat kekonyolan sang Tuan Muda,yang begitu cemburuan.
“Sayang apa yang kau lakukan?”
“Kak Nathan,jangan menodai kedua mataku yang masih suci,dengan tubuh kakak yang merupakan milik kakak ipar!”
“Tania!”
Dengan pipi yang merona,Jeni bangun dari duduknya menghampiri Nathan yang masih terlihat kesal.Jeni mendekat dan mengecup pipi Nathan dengan lembut,membuat jiwa yang tadinya meronta menahan rasa cemburu,kini bagai melayang di udara.telinga Nathan memerah,menandakan bahwa dirinya malu,karena perlakuan manis Jeni.
“Ayo kita ke kamar,jangan menodai mata serta hati mereka berdua !”
__ADS_1
Jeni tersenyum manis,menggandeng tangan Nathan yang mengikuti langkah Jeni begitu saja.bagai kerbau yang di colok hidungnya,dengan patuh Nathan mengikuti langkah sang istri dengan hati –hati.
“Apa yang aku lihat barusan!”