
Dua minggu telah berlalu semenjak malam itu,namun Jeni belum memberitahu Tania kabar gembira yang telah ia miliki.Jeni sempat ingin mengatakan kabar gembira tersebut pada Tania,namun harus tertunda Karena Tania mulai sibuk dengan jadwal kuliahnya yang padat.sehingga Jeni memutuskan untuk menunggu waktu yang tepat,pagi itu setelah menyelesaikan sarapannya Nathan berangkat ke kantor seperti biasa.entah kenapa firasatnya sebagai seorang suami hari ini tidak baik,Nathan beberapa kali ingin membatalkannya urusannya dikantor.namun Jeni yang mengetahui sang suami memiliki rapat penting,berusaha membujuk Nathan,dan meyakinkannya bahwa dirinya akan baik-baik saja.
Tidak ingin berdebat dengan sang istri Nathan memilih mengalah dan berangkat ke kantor,namun sebelum dirinya berangkat,sekali lagi Nathan menekankan keselamatan sang istri kepada Elios.dengan sigap Elios memerintahkan anak buahnya untuk mengawal Jeni dengan ketat,pagi ini Jeni memiliki jadwal untuk pemerikasaan lanjutan untuk kandungannya,yang tak lama lagi akan menuju proses persalinan.
Dikawal oleh Sofi dan beberapa Bodyguard yang menyamar,Jeni dan Sofi menuju rumah sakit.dalam perjalanan hingga sampai di lokasi semuanya terlihat baik-baik saja,namun tanpa sepengetahuan Jeni,sofi serta anak buah Elios.Selena mengikuti Jeni dengan diam-diam dalam penyamarannya,penyamaran Selena cukup baik kali ini,dengan rambut palsu sebahu dan jas Dokternya.Selena bisa melenggang dengan aman melewati lorong serta Bodyguard Jeni yang menyamar.
Penjagaan yang cukup ketat membuat Selena sedikit kesulitan melakukan aksinya,beberapa kali dirinya ingin melukai Jeni,namun resikonya akan fatal.dengan penuh kesabaran Selena terus mengikuti langkah Jeni dan sofi,Selena beberapa kali mengeram kesal dengan Sofi yang tidak mau menjauh sedetikpun dari Jeni.hingga akhirnya Jeni dan sofi memilih pergi ke kafe yang terdapat di area sekitar rumah sakit,Jeni yang merasa kehausan meminta sofi untuk memesankan minuman untuknya.
Mendapat celah serta kesempatan,serta di dukung dengan banyaknya pengunjung yang datang,Selena melakukan aksinya.Selena yang tak sendiri,memberi kode pada orang bayarannya untuk mengalihkan perhatian para pengawal Jeni. Semuanya berjalan mulus dan membuat Selena dengan mulus mendekati Jeni, yang sedang berdiri memilih camilan.melihat Jeni yang berdiri dekat tangga,meskipun tangga lantai itu tak tinggi,Selena yakin jika dirinya mendorong Jeni sekuat tenaga Jeni akan berakhir di rumah sakit dan pilihannya hanya ada satu,Jeni mati atau anaknya yang mati,memikirkan semua itu Selena tersenyum sinis penuh kepuasan.
Suara ponsel Sofi dering dengan cepat ia meraih ponselnya dan menggeser tombol hijau,menerima panggilan dari Rado.wajah Sofi pucat pasi mendengar informasi dari Rado,serta suara teriakan Jeni yang melengking.Sofi menolehkan kepalanya kearah suara yang diyakininya adalah sang Nona,bukan hanya dirinya,beberapa pengawal serta pengunjung terlihat terkejut dengan yang terjadi.Jeni terbaring dilantai dengan darah segar yang mengalir dari bagian tubuh bagian bawahnya,Sofi berlari dan meraih tubuh sang Nona yang kini terlihat pucat.sementara 4 pengawalnya berpencar mencari sang pelaku yang terlihat berlarian.
Ya,,Selena berhasil mendorong tubuh Jeni dengan sekuat tenaga,dan perbuatannya diketahui oleh salah satu pengawal yang fokusnya tidak teralih pada kekacauan yang dibuat oleh orang bayaran Selena.karena tindakannya tertangkap basah,Selena sekuat tenaga berlari dan menghindari para pengawal yang mengejarnya.
Dengan bantuan beberapa warga serta petugas medis yang berada dekat dengan kafe,Jeni dengan segera mendapatkan pertolongan.Elios yang mendapatkan kabar dari Sofi,berdiri dengan tubuh gemetar serta dengan wajah pucat pasi seolah tak ada darah yang mengaliri tubuhnya.Elios menggenggam erta ponselnya,dan terlihat marah.
__ADS_1
“Kenapa kalian tidak becus Hah,,kerahkan semua anak buah mu dan tangkap pelakunya.” Mendengar Elios berteriak dengan suara keras nan melengking bertanda sang pria teramat marah,membuat beberapa orang yang hadir di ruang Meeting terkejut,begitu juga dengan Nathan.
Nathan menatap Elios dengan tajam,ia yakin Elios tidak akan bersikap kurang ajar,pasti ada sesuatu yang terjadi hingga pria itu lepas kendali.Elios menatap Nathan bersiap menerima kemarahan sang Tuan yang diyakininya akan menghajarnya habis-habisan.
“Nona Muda” Elios berucap pelan dengan suara yang sedikit gemetar,Nathan bisa melihat reaksi dari tubuh Elios.dengan cepat Nathan memahami apa yang ingin disampaikan Elios melalui tatapan matanya.mata Nathan menatap tajam asistennya.
“Elios” Nathan berteriak memanggil nama Elios yang kini memejamkan kedua matanya,beberapa orang yang hadir di ruangan itu beringsut ketakutan dengan tubuh gemetar.Nathan mendorong tubuh Elios hingga membentur tembok dengan sangat keras,tangannya telah berada di leher Elios.tindakan Nathan begitu membuat orang-orang di sekitarnya ketakutan dengan tubuh gemetar.
“Jangan katakan padaku,telah terjadi sesuatu pada istriku” Elios menutup kedua matanya.”Maafkan saya Tuan Muda.” Ucapan maaf dari Elios memacu kemarahan Nathan,dengan sekuat tenaga Nathan melayangkan pukulan kearah perut dan wajah Elios.tanpa membalas Elios menerima hantaman demi hantaman yang Nathan berikan,setelah puas Nathan menarik kerah baju Elios memaksa pria itu menatap matanya.
Elios mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh,hanya butuh beberapa menit dari kantornya menuju rumah sakit tempat Jeni di tangani,rumah sakit yang menjadi pilihan keduanya untuk melakukan pemeriksaan serta persalinan nanti.dengan jantung yang berdetak hebat,Nathan melangkah sambil berlari melewati beberapa lorong serta lantai hingga dirinya dan Elios berakhir di depan pintu ruang operasi.Sofi yang menyadari kedatangan Nathan serta Elios menunduk dengan rasa bersalah yang teramat sangat,jantung Nathan kembali berdegup melihat noda darah di tangan serta baju sofi,itu artinya sang istri mengeluarkan banyak darah.
“Tuan Nathan,mari ikut saya” panggilan seorang Dokter membuat Nathan meninggalkan Sofi tanpa bertanya apa penyebabnya,Sofi menundukkan kepala dengan air mata yang telah membasahi kedua pipinya,Elios ,melangkah dan berdiri tepat di hadapan sofi.melihat sepatu hitam mengkilap di hadapnya,perlahan sofi mengangkat kepalanya dan sedikit terkejut melihat keadaan Elios yang cukup memprihatinkan.
“Plaakk”tubuh Sofi terhuyung beberapa langkah ke belakang mendapat tamparan yang cukup keras dari Elios,dirinya memang pantas mendapatkan hukuman tersebut,bahkan dirinya pantas mati karena tidak bisa menjaga sang Nona dengan nyawanya.Sofi tak bergeming bahkan dirinya siap menerima hukuman selanjutnya,yang dirinya yakini akan lebih berat dari sekedar tamparan.
__ADS_1
“Apa kau melihat pelakunya? Sofi mengangguk pelan,ya..dirinya melihat sekilas wanita yang berlari setelah mendorong tubuh sang Nona Muda,meskipun wanita itu menyamar Sofi sangat menyadari siapa wanita itu.
“Selena,wanita itu adalah Selena.” Sofi menjawab dengan tegas,membuat rahang Elios mengeras.ternayata wanita ular itu berani bertindak ,bahkan bisa dibilang tindakannya cukup berani karena dilakukan di depan umum.Sofi menceritakan kronologi kejadian,dari Rado yang mengkonfirmasi keberadaan Selena serta tindakan Selena yang kini membuat sang Nona Muda harus berakhir di raung operasi.
Beberapa menit kemudian ponsel Elios bergetar,dengan wajah dingin Elios menerima panggilan masuk.”Bawa wanita itu serta para banditnya ke pinggiran kota,kita akan mengeksekusinya di sana.” Elios berucap dingin,dan Sofi bisa mengetahui dari ucapan Elios jika para pelaku telah berhasil di tangkap.
Sementara diruang operasi Nathan menemani Jeni yang setengah sadar,Nathan membelai sayang pipi Jeni,sambil merapalkan kalimat penuh doa.suara tangisan bayi yang cukup keras mengalihkan pandangan Nathan,dengan reflek Nathan berdiri dan melihat sang anak telah lahir ke dunia dengan selamat. Setelah tali pusarnya di putus sang perawat membawa sang bayi mendekat,serta mengatakan kepada Jeni dan Nathan bahwa putra mereka lahir dengan sehat dan sempurna.
Jeni meneteskan air mata bahagianya,tadinya dirinya begitu takut akan keselamatan sang putra,namun kini rasa takut itu telah berubah menjadi rasa haru.Nathan mengecup beberapa kali kening Jeni,mengucapkan terimakasih kepada sang istri karena telah bertahan dan berjuang demi putranya.
“Terimakasih sayang,kau wanita serta ibu yang hebat.putra kita lahir dengan selamat,kau harus kuat dan bertahan demi putra kita.” Nathan berucap pelan dengan suara serak,dirinya begitu takut jika Jeni meninggalkannya akan seperti apa hidupnya tanpa Jeni disisinya.Jeni mengangguk dan tersenyum lembut,Nathan melabuhkan kecupan-kecupan kecil di dahi serta bibir Jeni.membuat Dokter serta Tim medis terharu dan ikut merasakan kebahagiaan dari keluarga baru itu.
Setelah menjalani operasi kini Jeni dan sang bayi telah dipindahkan ke ruang VVIP yang telah dipesan Elios,Tania, sang ibu,serta Tuan Sanjaya telah datang .mereka bergegas menuju rumah sakit ketika mendengar insiden yang menimpa Jeni.sesaat Tania terkejut melihat penampilan Elios yang babak belur,namun dengan gerakan halus serta gelengan kepala pelan Elios meminta Tania untuk tidak panik,dan tidak bertanya apa yang terjadi sekarang. dan dengan patuh Tania hanya menganggukkan kepala.
Dibawah pengaruh obat tidur setelah operasi Jeni masih terbaring lemah,Tania,sang ibu dan Tuan sanjaya menatap sendu ke arah Jeni.namun melihat keadaan sang bayi yang lahir dengan selamat,ketiganya begitu bersyukur karena Tuhan masih menjaga ibu dan anak itu.
__ADS_1