
Berita kematian Selly menyebar dengan begitu cepat, bahkan beberapa tekan kerjanya tidak menyangka selly meregang nyawa dengan cukup mengenaskan. Pihak berwajib yang menyelidiki perkara akhirnya memutuskan Selly meninggal karena bunuh diri, beberapa kalangan artis yang mengenalnya bahkan tidak percaya jika Selly bunuh diri.
Tania yang sempat mendengar kabar dari Elios mengenai hal yang terjadi, begitu mencemaskan keadaan Jeni yang belum ia ketahui. Setelah mendapatkan telpon dari Elios, Tania yang sebelumnya berada diluar rumah langsung pulang, dan menjaga Raditya keponakannya.
Tania menatap sendu sang keponakan yang masih terlelap di box bayinya, bahkan dirinya belum mengetahui keadaan kedua kakaknya. Jika bukan karena Elios berpesan untuk tinggal di rumah, menjaga serta melarang sang ibu pergi, ingin sekali rasanya dirinya mencari keberadaan sang kakak.
"Bagaimana? "
"Semua sudah beres Tuan!"
"Kejadian semalam akan menimbulkan trauma pada Jeni, sepertinya aku harus sedikit membatasi aktivitasnya! "
"Mungkin dengan melarangnya keluar rumah menjadi salah satu hal baik yang bisa kita lakukan sekarang! "
Elios menundukkan kepala, mengerti dengan apa yang Tuannya rasakan saat ini. Tentu rasa bersalah bukan hanya dirasakan oleh Nathan, Elios juga merasakan kesedihan serta penyesalan yang dalam. Karena dirinya serta anak buahnya belum mampu melindungi sang Nona, kejadian seperti ini bahkan bukan hanya sekali, tapi beberapa kali, dan semuanya membahayakan nyawa sang Nona Muda.
"Tolong belikan kami pakaian,mungkin untuk sementara aku akan disini. Perketat penjagaan di rumah! "
"Baik Tuan Muda!"
Elios meninggalkan Nathan di kamarnya, kini pekerjaannya semakin banyak. Hingga Elios memutuskan menunjuk salah satu asistennya, untuk membantunya.
Nathan menatap sendu wajah Jeni, wanita yang hampir kehilangan nyawanya beberapa kali. Wanita yang pernah menjalani hidup penuh penderitaan, serta harus berjuang untuk mendapatkan pengakuannya. Wanita tangguh serta wanita mandiri, yang harus terluka karena keserakahan beberapa wanita yang menggilainya.
Maaf karena diriku kau harus menderita, andai saja aku bisa menghentikan kebodohan mereka, kau tidak akan terluka dan mengalami trauma. Aku bersumpah akan selalu berada di sisimu, menjadi pegangan untukmu Jeni.
Nathan mengecup Jeni dengan lembut, sehingga Jeni tidak merasakan apa yang Nathan lakukan. Sore mulai menjelang, Jeni membuka kedua matanya. Jeni menatap jam di namanya, kedua matanya melebar ketika menyadari betapa lama dirinya tertidur.
__ADS_1
"Kau sudah bangun?"
Jeni menolehkan Kepala, menatap pria yang berdiri dihadapannya dengan kaos rumahan dan bawahan celana kain.
"Kenapa tidak membangunkan ku, aku tidur lama sekali! "
Nathan tersenyum,mengelus rambut Jeni dengan sayang serta merapikan anak rambut Jeni yang berantakan.
"Kau terlihat lelah, dan aku tidak ingin mengganggu tidur nyenyak mu!"
"Tapi aku harus pulang, aku ingin melihat putraku!"
" Putra kita baik-baik saja, Tania dan ibu menjaganya dengan baik. Belum lagi ada Sofi dan Danu, jadi kau tidak perlu khawatir!"
" Sebaiknya kau bersihkan dirimu, setelah itu kita makan malam!"
Dengan panik Nathan berlari mendorong pintu kamar mandi dengan keras, kedua matanya melebar melihat sang istri yang duduk bersandar dengan tubuh polos. Wajahnya pucat pasi dengan butiran keringat dingin yang membasahi keningnya, Nathan meraih handuk membungkus tubuh Jeni, dan membawanya kembali ke kamar.
Nathan mendudukkan Jeni dengan perlahan, kedua matanya awas, memindai kepanikan yang terlihat di wajah sang istri. Dengan lembut dan penuh perasaan, Nathan memeluk tubuh Jeni yang bergetar. Nathan menutup kedua matanya, saat menyadari tubuh Jeni yang bergetar ketakutan serta menangis.
"Aku takut, aku takut! "
"Ssttt,, ada aku disini, mereka tidak akan menyakitimu!"
Nathan tidak pernah menyangka jika Jeni masih mengingat kejadian semalam, dimana dirinya hampir menjadi korban pemerkosaan. Nathan berusaha menenangkan Jeni, dengan sikap serta cara bicaranya yang lembut.
"Pakai pakaianmu, kita pergi makan malam? Atau kau ingin makan dikamar saja? "
__ADS_1
"Aku ingin makan dikamar saja, aku tidak ingin keluar!"
Nathan tersenyum dan menganggukkan kepala, Nathan mulai menghubungi pelayan dan meminta makanannya di antar ke kamar. Keduanya menikmati makan malam dikamar, dengan tenang.
Malam semakin larut, Nathan yang sejak tadi menunggu kedatangan sang sahabat yang juga merupakan Dokternya, sedikit cemas melihat sang sahabat yang mulai memeriksa keadaan Jeni secara diam-diam.
"Istrimu mengalami syok berat, serta ketakutan. Dari ceritamu sudah bisa dipastikan jika Jeni mungkin saja mengalami trauma, sebagai orang terdekatnya kau harus memberi dukungan penuh padanya!"
" Bantu dia melawan dan menghilangkan rasa ketakutannya itu, semuanya butuh waktu Nath,, aku yakin kau yang paling tau apa yang terbaik untuk istrimu!"
Setelah menyelesaikan pemeriksaannya terhadap Jeni, pria dengan jangkung itu menghempaskan tubuhnya di sofa. Memijat pangkal hidungnya dengan satu tangannya,ia mengangkat kepala menatap Nathan dan Elios secara bergantian.
"Kenapa mast ada saja Orang yang ingin menyakiti istrimu, dulu adik kandungnya serta mantan kekasihmu, sekarang adik dari mantanmu itu. Sungguh tidak bisa dimengerti! "
Pria jangkung itu menatap Nathan yang hanya diam, tanpa niat bicara. Namun tatapan sahabatnya yang mengganggu membuatnya kesal.
"Jangan menatapku seperti itu, apa kau jatuh cinta padaku? "
"Aku heran apa yang para wanita itu cari darimu? Kau pria yang sudah beristri, bahkan kini telah menjadi seorang ayah. Menurutku kau tidak tampan, kau hanya sedikit berkarisma! "
"Apa yang membuat para wanita itu menggilai mu!"
" Tuan Muda pria tampan, kaya rasa serta pewaris beberapa perusahaan besar di negara ini jika bisa menikahi Tuan Muda hidup mereka akan terjamin, itulah yang para wanita itu cari! "
"Yah,, kau benar Elios, itulah yang mereka cari dari pria yang kini duduk dihadapan kita! "
Nathan menatap keduanya dengan kesal, haruskah dirinya mengenalkan sang istri ke hadapan publik?, tidak jika hal itu dia lakukan keadaan akan semakin memburuk. Keselamatan Jeni serta sang buah hati saat ini adalah prioritas utamanya.
__ADS_1