
Dan saat keluar dari toko, tanpa sengaja belanjaan wati terjatuh saat akan melihat hp nya yang berbunyi, dan tidak sengaja belanjaannya terjatuh di depan pria yang bermaksud akan masuk ke butik disebelah toko tempat dia belanja tadi.
"Ah...ma...maaf..."
kata wati sambil menunduk hendak mengambil belanjaannya yang terjatuh.
Tiba tiba wati mematung saat pandangannya bertemu dengan mata pria didepannya yang juga menunduk hendak menolong mengambilkan belanjaannya yang terjatuh.
"Nona ini barang anda, nona...nona...apa anda baik baik saja ?"
suara pria itu segera menyadarkan wati dari keterkejutannya yang luar biasa.
"Oh i..iiya, terima kasih"
wati segera membenarkan kacamata nya dan menerima belanjaannya dengan tangan bergetar dari tangan pria didepannya dan dengan terburu-buru segera pergi meninggalkan pria itu.
Wati dengan terburu-buru berjalan berusaha menjauh dari pria yang ditemuinya barusan,
dan masuk ke mini kafe masih di area mall untuk menenangkan dirinya dan jantungnya yang berdegup kencang.
"Ah...untunglah dia tidak mengenaliku"
Ya, wati sekarang memiliki penampilan yang berbeda, dia lebih modis dengan potongan rambut pendek berwarna pirang kecoklatan, penampilan selayaknya gadis muda, siapapun pasti mengira kalau wati adalah gadis berusia duapuluh tahunan.
"Dadaku ini aduh... jantungku serasa akan copot, arya juga manasih kok belum muncul juga"
wati masih berusaha menenangkan dirinya yang barusan syok setelah bertemu dengan pria tadi.
__ADS_1
"Mbak mau pesan apa ?"
suara seorang pelayan mengagetkannya.
"Eh..ah..ya orange jus aja satu"
wati lalu menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya.
"Apakah dia benar-benar sudah tidak mengenaliku ?, atau mungkin memang dia sudah melupakanku"
"ya...ya...mungkin dia sudah menikah dan memiliki keluarga dan sudah pasti dia sudah melupakanku"
"ah.., untuk apa aku memikirkannya, dan kenapa juga harus ada kejadian seperti tadi, ah... sudahlah ini hanya sebuah kebetulan, aku tidak mau memikirkannya.
"mbak ini pesanannya"
"oh ya terima kasih ya"
jawab wati sambil tersenyum manis.
"Halo arya kamu kemana sih kok dari tadi bunda tunggui gak muncul muncul ?"
wati segera menelphone arya dengan nada kesalnya.
"Iya ini arya juga lagi jalan ke tempat bunda, sekarang bunda ada dimana ?"
suara arya terdengar dari hp wati.
__ADS_1
"Bunda sedang nunggu kamu di kafe***** cepat kesini"
Baru selesai wati bicara, ternyata arya sudah muncul di sampingnya.
"Bunda kenapa sih kok nelphone suaranya seperti sedang emosi gitu ?"
"Udah ayo habisin dulu ini masih ada setengah orange jus nya sayang mubajir"
Arya menuruti perintah bundanya dan segera menghabiskan orange jus yang masih tersisa setengah gelas.
Setelah membayar minuman nya, wati segera menggandeng arya ke area swalayan & supermarket untuk belanja kebutuhan dapur dan yang lainnya.
Untuk orang yang tidak mengenalinya pasti mereka mengira kalo wati dan arya adalah sepasang kekasih, karena tampilan wati yang tampak seperti gadis muda membuatnya tidak tampak seperti pasangan ibu dan anak.
Membuat banyak pasang mata memperhatikan mereka berdua, yang wanita cantik dan yang pria ganteng banget, benar benar membuat banyak orang salah menilai hubungan mereka.
"Sudah belum bun, ini trolinya sampe penuh gini gimana nanti bawanya ?"
"Nantikan bisa naik taksi, ya udahla kalo kamu capek segini aja dulu"
Wati dan arya mengantri untuk membayar belanjaannya di kasir.
Dan tanpa diduga saat mengantri dikasir ternyata pria yang bikin jantung wati mau copot juga sedang mengantri diantrian samping wati.
Wati hanya tersenyum dan segera membalikkan mukanya saat pria itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada wati.
Sementara arya mengernyitkan keningnya saat melihat pria yang tersenyum ke bundanya, saat arya memperhatikan wajah pria itu tiba tiba arya merasakan perasaan yang aneh apalagi saat melihat pria itu dia seperti melihat gambarannya di cermin.
__ADS_1
*Dukung terus author dengan vote dan like 👍😘*