PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Herdi Vs Andre'


__ADS_3

Dengan lincah dan gesit wati menjatuhkan lawan lawan nya dengan pukulan dan tendangannya.


Semua lawan nya mengalami luka patah tulang dan terkilir.


Membuat mereka yang menjadi lawannya menciut nyali nya.


Berbeda dari mereka saat herdi melihat cara bertarung wati yang lincah dan gesit terlihat kalau wati memang menguasai tehnik beladiri


dia tersenyum semakin senang merasa tambah jatuh cinta pada wati.


Lain lagi dengan andre yang melihat betapa lincah dan gesitnya wati bertarung, dia semakin gila akan obsesinya untuk merebut wati dari herdi.


Pada akhirnya semua lawannya sudah jatuh tak berdaya oleh semua pukulan dan tendangan wati.


Semua dari mereka menderita patah tulang kaki, tulang rusuk retak, lengan terkilir dan tentunya luka lebam.


Hanya tersisa pertarungan herdi vs andre yang sebentar lagi di menangkan oleh herdi.


Ya andre sudah sangat kehabisan tenaga energinya sudah terkuras habis, mukanya sudah penuh lebam dan disudut bibirnya jg ada darah.


Sampai pada tendangan terakhir dari herdi menghantam dadanya membuat nya jatuh dan tidak bisa bangkit lagi.


Aku tersenyum membantu herdi untuk berjalan dengan memapahnya kearah motor nya.


"Masih kuat gak bermotor", tanya ku padanya


"Aku yang bawa, kamu duduk dibelakang saja" kata ku sambil meminta kunci kontak.


Kamipun pulang ,motor melaju dengan kecepatan 60km/jam tidak berani terlalu kencang karena takut herdi yang sudah tak bertenaga jatuh tak sadarkan diri saat perjalanan.

__ADS_1


Herdi memeluk ku dari belakang karena kondisi tubuhnya aku memakluminya.Sekitar 50 menit perjalanan akhirnya aku sampai di rumahnya yang ternyata masih diarea perumahan yang sama dengan ku.


Setelah memarkirkan motornya aku membantunya masuk kerumah.


"Assalammu'alaikum.."


kataku mengucap salam dan tak lama kemudian seorang ibu yang masih tampak cantik berusia sekitar 40 an membuka kan pintu.


"Wa'alaikum sa...."


Belum selesai kalimat nya..


"Herdi..!! kenapa kok bisa begini nak..?"


tanya ibu itu panik.


Aku tidak berani menjawab karena takut salah


tanya ku menyadarkan ibu itu.


"Oh iya tolong bantu tante bawa herdi ke kamarnya saja ya"


kata ibu itu lalu kami berdua memapah herdi kekamar nya dan membaringkannya di kasur.


"Terima kasih sudah menolong mengantar herdi pulang"seru ibu itu,


"kenalkan saya mama nya herdi panggil saja tante mia, nama kamu siapa?"


ternyata tante ini mama nya herdi

__ADS_1


"Kenal kan saya wati tante temannya herdi, kebetulan saya juga pulang kearah sini, jadi sekalian saya anter herdi pulang, dan ini kunci motor herdi"


aku memperkenal kan diri ku pada mama nya herdi.


"Karena herdi sudah sampai di rumah, saya pamit pulang dulu tante"


kata ku berpamitan.


"Oh iya terima kasih ya jadi merepotkan kamu, lain waktu main main kesini ya"


kata mama nya herdi basa basi.


Setelah berpamitan aku pun berjalan pulang, setelah kurang lebih 10 menit aku sampai di rumah.


"Assalammu'alaiku.."


"Eyang ini wati pulang"


seruku sambil masuk ke dalam rumah.


"Kok ndalu tenan lagi muleh tekan umah toh ndok?" (kok kemaleman sekali baru pulang sampe rumah toh nak?)


tanya eyang dengan wajah khawatirnya


"Iya mbah tadi nolongin teman dulu,jadi bantu teman nganter kerumahnya dulu baru pulang"


"Eyang...wati laper yang"


"Yo wes ndak adus sek lagi maem" (ya sudah cepat mandi dulu kalau sudah baru makan).

__ADS_1


*Kalau wati minta makan maka author minta di vote like nya dong๐Ÿ‘๐Ÿ˜˜*


__ADS_2