
Singkat cerita,wati sudah mulai menjalani hari harinya seperi biasa dengan rutinitas sekolahnya.
Diperpustakaan
"Gimana wat, kamu jadi ikut gak ?"
"em..iya ikut" jawabku
"Ya udah nanti aku yang ngurus pendaftaran kamu dan administrasinya"
kata hartono kemudian.
"Kamu siapin aja semua bekal yang mau kamu bawa, besok jam.9 rombongan berangkat"
katanya lagi, yang ku jawab dengan anggukan kepala.
"Wulan gimana dia ikut gak ?, aku gak mungkin ikut kalo wulan gak ada"
"aku gak mau jadi obat nyamuk untuk yang lain kalo gak ada wulan"
kataku pada herdi.
"Sudah dia sudah lebih dulu daftar, kita tinggal nunggu konfirmasi dari kamu saja"
jawab hartono.
"Okelah kalau gitu, tapi aman kan ?sebab aku belum pernah ikut hiking"
tanyaku memastikan.
"Kamu tenang aja yang penting jangan pernah memisahkan diri dari rombongan, dan aku juga wulan akan selalu bersamamu"
kata hartono meyakinkan ku.
__ADS_1
Singkat cerita
Sudah hari dimana rombongan yang akan ke kaliurang siap siap untuk berangkat.
Wati, hartono, dan wulan berangkat bersama menggunakan mobil milik hartono.
Setelah perjalanan cukup lama akhirnya kami sampai di pos pemandu.
dan semua rombongan sudah berkumpul.
Dan dibagi menjadi beberapa regu, tapi aku dan wulan sudah diatur sedemikian untuk tetap satu regu dengan hartono.
Setidaknya itu membuat aku dan wulan merasa lebih aman.
Dalam rombongan kami terdiri dari 6 orang yaitu aku, wulan, hartono, agus, yuli, dan satu orang pemandu.
Tapi sebelum berangkat entah mengapa ada pemberitahuan pertukaran anggota regu, agus dan yuli tiba tiba pindah ke regu yang lain.
Saat regu yang lain sudah mulai mendaki, kami masih menunggu 2anggota baru yang belum muncul.
Yang satu dateng dengan pakaian lengkap tapi mukanya pake masker dan topi yang biasa kita kenal kupluk gunung.
Dan yang satu lagi pake kacamata tapi mukanya juga sama pake masker.
Walau merasa tidak nyaman dan curiga dengan kedua anggota baru itu, tapi kami tetap melakukan pendakian.
Pada pos pemberhentian pertama kami stop untuk istirahat sekedar untuk minum dan meregangkan otot kaki.
"Har... masih jauh lagi ya mendaki nya"
tanya ku sambil duduk melurus kan kakiku dan mulai mengurut urutnya.
"Tinggal mendaki 2pos lagi baru kita bisa buat tenda"
__ADS_1
jawabnya menjelaskan.
Tanpa ada yang tahu, kedua anggota yang misterius itu selalu memperhatikan wati dengan diam diam.
"Ayo adek adek kita mulai lagi mendaki, jangan sampai kita tertinggal terlalu jauh dari rombongan, dan jangan sampai kita kemalaman"
kata kata kakak pemandu mengajak kami untuk melanjutkan pendakian lagu.
Kami mulai berjalan mendaki lagi, dan tanpa sadar kaki ku tersandung patahan ranting dan membuatku terjatuh.
"akh...."
teriakku kaget.
Dan disaat aku merasa harusnya sudah tergelincir ditanah ternyata ada dua pasang tangan yang sudah menahan tubuhku hingga tidak jatuh tergencir kebawah.
Semua melihat kearah ku khawatir, dan kembali lega saat melihat aku sudah terselamatkan.
Aku menatap kedua penolong ku yang ternyata 2 orang misterius itu, tapi mereka langsung membuang mukanya kesamping.
"Terima kasih"
kataku mengucapkan terima kasih pada kedua orang misterius itu.
Wulan segera mendekat dan memapahku
"Aku tidak apa apa kok lan"
kataku menenangkan semuanya.
"Ok sudah bisa kita lanjutkan lagi, gimana wati masih bisa lanjut atau kita stop disini"
tanya kakak pemandu memastikan keadaan ku apakah bisa lanjut atau tidak.
__ADS_1
*Jadi rindu hiking ya gaes, author juga rindu vote dan like kamu semua gaes๐๐*