PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Tubuhku Terkoyak Koyak"


__ADS_3

Aku tidak mau hartono menghabiskan waktu nya hanya untuk terpaku pada ku, dia cowok yang baik tapi perasaanku padanya hanya sebatas teman dan tidak bisa lebih.


Aku tidak ingin perasaan yang terlalu dipaksakan, karena akan merusak persahabatan yang ada.


Tapi tiba tiba...


"Ah....kenapa pandangan ku menjadi gelap,dan tubuhku mendadak lemas dan kenapa aku merasa seperti ada yang menjalari tubuhku"


tiba tiba aku kehilangan kontrol atas tubuhku yang mendadak lemas dan merasa seakan banyak hewan melata menjalari tubuhku.


Aku terduduk dilantai sambil menopangkan tanganku pada dinding berusaha bertahan agar tidak terjatuh.


Aku merasa seolah banyak hewan melata mungkin tepatnya seperti ular yang sedang merayap dan melilit tubuhku,rasanya sakit yang teramat sangat seperti tubuhku terkoyak koyak dan tulangku seakan hancur berkeping keping rasanya sakit sekali.


Aku merasakan siksaan itu kira kira10menitan akhirnya aku merasa tenaga ku kembali pulih dan pandangan mataku juga mulai terang lagi.


Syukurlah saat kejadian tadi kelas keadaan kosong karena teman yang lain sudah keluar istirahat.


Aku merasa aliran darahku kembali normal lalu menarik nafas mencoba menenangkan diri.


Dan tanpa kusadari herdi sudah di depan pintu kelas ku,


"Hai...kenapa masih disini gak keluar ?.."


tanya nya sambil tersenyum.


Aku masih berpikir apakah dia melihat keadaan ku tadi, batinku.


"Aku menunggu mu, biasanya kan kamu yang menghampiri ku"

__ADS_1


jawab ku sambil sedikit tersenyum manja pada nya


"Hem...iya ayolah kita ke kantin atau mau makan dimana ?"


tanya nya sambil menarik tangan ku berjalan keluar kelas.


"Ke kantin aja, kalau kita makan di warung luar sekolah juga gak keburu" kata ku.


"Iya iya beb...apapun kata mu"


jawahnya dengan senyuman nya menggoda ku


"Kenapa mulut mu manis sekali,cek...cek.."


sahut ku pelan sambil menepuk lengan nya.


Sampai kantin karena tidak ada lagi bangku kosong akhirnya kami hanya memesan es jeruk dan membeli cemilan kecil.


Saat kami sedang asyik ngobrol dan makan cemilan ternyata, ada dua pasang mata yang memperhatikan kami.


Aku lupa kalau perpustakaan tempat favorite hartono menghabiskan waktunya diluar jam pelajaran.


Ya yang sedang memperhatikan kami adalah hartono dan wulan.


"Hai...aku kira kamu sengaja tidak mau menemuiku karena kamu ingin menghindar dari ku"


tiba tiba hartono muncul dihadapan ku dan membuat ku salah tingkah.


"Maaf aku tadi sudah ada janji"

__ADS_1


kata ku menjelaskan, dan memperkenalkan herdi pada hartono,


"Kenalkan ini herdi.."


"pacarnya wati" sambung herdi sebelum aku menyelesaikan kalimat ku.


"Dan ini hartono, kami teman cukup baik.."


kata ku memperkenal kan hartono pada herdi.


Mataku mencari cari akhir nya aku melihat wulan yang hanya bisa mengangkat kedua bahunya memberi kode tak berdaya.


Aku menghela napas dan mengeluarkan lagi dengan kasar.


Tanpa kusadari tidak tahu sejak kapan mereka berdua hartono dan herdi sudah mulai ngobrol seakan mereka teman lama.


"Karena jam istirahat sudah hampir habis jadi kita harus balik ke kelas kita masing masing boys"


kata ku mengingatkan mereka sambil menggandeng wulan.


Kami jalan balik ke kelas dan mereka berdua masih mengekor kami dari belakang.


"Udah ngapain ngikutin, sana balik ke kelas kalian sendiri"


kata wulan ketus mengusir dua cowok itu.


Tapi kedua cowok itu tetap mengekor kami sampai kami masuk ke kelas baru mereka balik ke kelas mereka masing masing.


*Hai readers semoga ceritanya gak bikin bosen ya

__ADS_1


jangan lupa untuk vote biar author semangat terus untuk up di like ya👍😘*


__ADS_2