
"maafkan aku...maafkan aku..."
"Aku sudah salah...aku tidak akan...meninggalkanmu lagi..tidak akan menjauh darimu lagi"
bisiknya sambil tetap memeluk ku.
Aku mendorongnya menjauh,
"Tapi aku sudah tidak mau, aku hanya ingin sendiri menjalani hidup ku sendiri saat ini"
"Sudah cukup semuanya sampai sini"
kataku masih sambil menangis pergi meninggalkan nya.
"Maaf kan aku wati, aku bodoh karena ingin menjauh darimu, tapi aku... ternyata aku tidak bisa, aku selalu ingin ada untuk mu"
desahnya pelan, lalu berjalan mengikuti wati dari belakang sambil kembali memakai masker dan kaca matanya.
Sesampainya diperkemahan mereka ternyata wulan sudah duduk manis kumpul dengan yang lain seolah dia tidak tahu tidak melihat apapun tadi.
Flashback
Wulan sengaja datang ke lapangan basket tempat biasa herdi bermain basket dengan teman teman nya.
"Kak herdi, besok wati dan aku akan ikut hiking ke kaliurang"
__ADS_1
kata wulan memberi info pada herdi.
"Biarkan saja, aku sama wati hanya teman biasa saja tidak penting"
kata herdi acuh.
"Tapi wati pergi dengan hartono dan aku dengar juga tadi andre mendadak ikut mendaftar"
kata wulan sambil berlalu meninggalkan herdi.
Ya ternyata wulan yang sudah memberikan info tentang keikut sertaan wati pergi hiking, karena ternyata wulan punya perasaan pada hartono dan tidak ingin hartono akan selalu dekat dekat wati.
Kembali ke perkemahan
Tiba tiba suasana menjadi canggung, tiga pasang mata seolah siap saling membakar.
Wati dan wulan memilih masuk kedalam tenda untuk memakan cemilan dan membaca komik yang mereka bawa.
Saat merasa jenuh wati mengintip keluar ternyata kelompok laki laki sedang bermain catur.
Wati keluar menuju aliran air sambil membawa senter karena ingin buang air kecil.
Setelah selesai hajat nya, wati melihat seperti perkampungan tidak jauh diseberang aliran sungai.
Karena penasaran wati berjalan kearah perkampungan itu.
__ADS_1
Dilihatnya tampak ramai seolah sedang ada perayaan, dia berkeliling melihat lihat ada perayaan apa sehingga sangat meriah.
Dia melihat sebuah tandu yang sudah dihias sangat cantik dan berbaris banyak perempuan cantik sambil membawa tampah berisi bunga aneka warna berbaris dibelakang tandu.
Dan didekat tenda berdiri 4 orang laki laki berpakaian seperti prajurit.
Tiba tiba saja ada dua orang wanita cantik menuntunku untuk menaiki tandu, seperti terhipnotis aku menurut dan naik keatas tandu.
Tandu diangkat diarak dengan aku duduk diatasnya, tiba tiba aku perhatikan kalau bajuku sudah berubah menjadi pakaian seperti para putri jawa jaman dulu hanya memakai kain kemben dan selendang menutup pundak ku lengkap dengan aksesoris etnis jawa.
Kepalaku juga terasa berat dan reflek tanganku keatas ingin meraba ada apa diatas kepalaku.
Kurasakan rambutku tertata seperti membentuk sanggul kecil dan sebagian terurai kebawah, dan sebuah mahkota kecil melekat diatas kepalaku.
Belum hilang kagetku, tandu sudah diangkat diarak bersamaan dengan barisan perempuan menaburkan bunga warna warni.
Aku merasa sangat bahagia dan tanpa kusadari aku ikut menaburkan bunga bunga,
sangat bahagia itu yang aku rasakan.
Seolah olah aku sangat akrab dengan ritual menabur bunga ini, seolah aku bagian dari mereka.
Setelah ritual menabur bunga, mereka semua bersimpuh memberi hormat, aku hanya tersenyum seolah merasa puas dan sangat senang dengan semua ritual barusan.
Seperti mimpi, aku tersadar sedang terduduk disebuah batu tidak jauh dari aliran sungai dan seketika aku merasa seakan sangat sedih begitu semuanya telah hilang berlalu begitu saja seakan tak pernah ada perayaan apapun.
__ADS_1
*vote nya ya gaes jangan lupa di like👍😘*