
"Sudah aku tidak apa apa, it's ok"
kataku lagi menenangkanya.
"Ya sudah aku gendong ya, badan kamu pasti capek habis berkelahi"
"Nggak ah, jangan aneh aneh ini kita mau balik ke kantor, apa kata yang lain nanti"
"Mereka pasti mengira aku menggodamu"
"Gak usah denger kata orang, yang penting aku suka"
katanya sambil merangkul pundakku kami berjalan balik ke kantor.
"Kenapa gak bilang kalo hari ini kerja, kan aku bisa jemput"
"Aku gak mau nyusahin kamu, nanti jadi manja serba bergantung padamu"
"Tapi aku suka kamu yang bergantung padaku"
"Sudah jangan mulai deh, itu banyak orang"
kataku mengingatkan kalau sudah sampai kantor, dan mendorongnya menjauh.
Tapi andre justru sebaliknya melingkarkan tangannya kepinggang wati dan menariknya semakin dekat.
Membuatku salah tingkah didepan yang lain berusaha lepas dari nya.
"Sini tanganmu biar aku obati dulu"
lalu dia mendekat dan memeriksa wajah, tangan dan juga kaki ku.
"Untungla wajahmu yang manis ini tidak kenapa napa, tapi bagian tubuhmu yang lain belum aku lihat, apa perlu aku periksa"
katanya sambil menggerak gerakkan alisnya menggoda ku.
__ADS_1
"Nah mulai deh omes nya, jadi enggak ini ngobati nya"
"He...he...iya, tunggu sebentar aku ambil obatnya dulu"
katanya sambil berjalan kearah kotak P3K
Dengan hati hati andre mengoleskan salep untuk luka memar ke tangan wati yang penuh lebam lebam juga kakinya.
"Kalo terasa menyut besok tidak usah kerja dulu"
"Kau ini gadis atau laki laki dari dulu hobi sekali berkelahi"
"Aku masih ingat waktu itu kau menghajar teman temanku habis habisan"
katanya nyerocos sambil mengenang perkenalan kami pertama kali.
Yang tanpa disadarinya membuatku teringat pada seseorang yang sudah lama aku coba lupakan.
"Apa kabarnya dia sekarang"
"Kau masih mengingatnya?, apa kau masih mencintainya?"
tanyanya sambil menatapku tajam, membuat jantungku berdebar tak karuan.
"Aku tidak pernah jatuh cinta padanya, kami hanya dekat waktu itu"
"Dia sekarang di london, kuliah disana karena dia dituntut untuk bisa menjadi penerus papi nya"
kata andre menerangkan.
"Bagaimana kau bisa tahu semuanya?,seolah kalian dekat satu sama lainnya"
"Em...kami berdua sepupu, dan dia calon bos besar kita"
kata kata andre kali ini sontak membuatku kaget.
__ADS_1
"Pantas saja sejak pertama dulu kalian sudah seperti tom and jerry"
"Tapi itu artinya aku akan terjebak diantara kalian berdua lagi"
kataku sambil menatapnya tajam
"Bukan diantara kami berdua tapi bertiga dengan remond"
katanya yang sontak membuatku terkejut.
"Iya, aku,herdi, dan remond"
katanya datar masih sambil mengoleskan salep di luka memar kaki ku.
"Andre...aku rasa, aku tidak bisa kalau harus ada diposisi seperti dulu lagi"
kataku sambil menunduk memainkan jari jari tanganku.
"Karena itu jadilah pacarku atau kita menikah dengan begitu kau sudah terikat jadi milik ku, dan tidak seorang pun yang akan mengganggumu lagi"
"Entahlah aku belum bisa memberikan jawaban, aku belum bisa menentukan hatiku sekarang, apakah cinta atau cuma perasaan nyaman sesaat"
jawabku masih sambil menunduk memainkan jari jari tanganku.
"Sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan, saat ini aku merasa senang karena kau selalu ada di dekatku"
"Nah sudah selesai diobati semuanya, ingat kalau sakit jangan dipaksa untuk bekerja"
"Aku pergi dulu, masih ada yang harus aku urus"
katanya pada akhirnya, dan pergi keluar meninggalkan aku sendiri di ruang kerja ini.
*Oke gaes vote vote vote
like like like👍😘*
__ADS_1