
Pagi harinya Boy mulai terbangun disaat Arya justru baru terlelap belum lama sehingga Boy mengira jika Arya belum juga sadar sejak kemarin.
"Uhh.... rasanya badanku sakit semua usai pertarungan kemarin, Bee sudah bangun belum sih? kau ini tidur atau pingsan kenapa belum juga sadar dari kemarin?"
Ucap Boy lalu mendekati brankar pasien tempat Arya tertidur karena penasaran.
Boy memperhatikan keadaan Arya dari kaki sampe ke kepala, juga memperhatikan hembusan nafasnya yang tampak teratur.
"Hemmm.... semuanya tampak normal baik baik saja, hembusan nafas juga nadinya normal, lukanya juga terbalut rapi tapi kenapa lo belum juga sadar Bee?"
Kata Boy yang berbicara sendiri.
Di sofa, Wangi yang melihat tingkah Boy yang sedang memeriksa keadaan Arya, tak dapat menahan geli dan tertawa terpingkal-pingkal melihatnya membuat Arya yang belum lama tertidurpun merasa terganggu.
"Jangan berisik lah, gue masih ngantuk."
Ucap Arya tanpa membuka matanya.
Boy yang mendengar Arya bersuara pun merasa lega, dia mengira kata kata Arya barusan ditujukan padanya karena yang ada diruangan itu hanya dia dan Arya pikirnya.
"Lo sudah tidur sejak kemarin masa iya sih masih ngantuk Bee"
Ucap Boy menjawab kata kata Arya tadi.
"Hemmm.... "
Jawab Arya dengan mata yang enggan terbuka.
"Kalo lo sudah sadar, gue balik dulu ya Bee, mau mandi juga ganti baju nih baju aromanya sudah nano nano."
Kata Boy yang bersiap untuk pulang kerumahnya.
Arya yang mendengar Boy mau pulang langsung membuka matanya.
"Jangan lupa kabarin ke Oma kalo gue baik baik aja, Ok."
Ucap Arya menitip pesan untuk Oma-nya.
"Siap bro, lekas sembuh ya gue balik dulu, entar sorean gue balik kesini lagi."
"Ya udah sono balik, awas mobil gue bawa ke salon dulu, pasti penuh noda darah tuh dalemnya."
Pesan Arya lagi.
"Iya iya cerewet banget kayak anak gadis, padahal tuh mobil kotor juga kena darah lo sendiri bro."
Sahut Boy yang sudah didepan pintu keluar hendak pulang.
__ADS_1
Wangi yang iseng menjentikkan jarinya, satu biji jeruk melesat menembak ke daun telinga Boy.
"Auw...."
Boy langsung menyentuh daun telinganya, dia merasa ada yang menembakkan sesuatu ke daun telinganya sampai rasanya pedes kayak habis di selentik.
"Bee lo sengaja nembak telinga gue pake karet ya?"
Tanya Boy sambil membalik badannya kembali menghadap kearah Arya.
Arya yang menutup matanya terpaksa dengan malas membuka matanya lalu mendudukkan tubuhnya.
"Lo gak liat apa gimana sih bro? gue juga dari tadi merem ngantuk, semaleman gue bangun gak bisa tidur."
"Baru juga mau tidur tapi lo selalu ganggu."
Ucap Arya sambil pandangan matanya melirik ke arah wangi yang asik makan buah sambil cekikikan menahan geli.
Arya sudah menduga kalau itu ulah Wangi, tapi tak ada yang melihat penampakan gadis itu selain dirinya.
"Ya udahlah gue balik dulu, lama lama disini kok bulu bulu gue jadi merinding."
Kata Boy lalu melanjutkan jalannya keluar kamar rawat Arya dan pulang.
Arya yang ditinggal sendirian oleh Boy kini hanya ditemani oleh Wangi.
Arya bergerak turun dari brankarnya karena merasakan sesuatu yang harus segera dituruti, dengan satu tangan membawa tiang infus, Arya berjalan ke arah toilet.
Ketika Arya mulai membuka kancing celananya dan mengeluarkan pistol airnya....
"Aaakhhh...."
Wangi langsung menjerit dan menutup matanya.
Arya yang mendengar Wangi menjerit hanya geleng-geleng kepala begitu mengetahui jika gadis itu mengikutinya ke toilet.
"Hais gadis ini, kenapa harus ikutan masuk ke toilet?"
Mau menghentikan hajatnya pun sudah tak mungkin karena pistol airnya sedang melaksanakan tugasnya.
Setelah selesai buang air kecil dan mencuci mukanya, Arya kembali naik ke brankarnya.
Dilihatnya Wangi yang wajahnya masih bersemu merah segera membuang mukanya karena merasa malu saat Arya tersenyum padanya.
"Wangi cantik sayang, kemari sebentar, tolongin ini lukanya sakit banget, sepertinya lilitan kasanya terlalu kuat ikatannya, jadi gak nyaman."
Wangi yang namanya dipanggil pun langsung memutar tubuhnya menghadap ke arah Arya lalu mendekat untuk memeriksa balutan pada luka Arya.
__ADS_1
"Apa yang dirasa Raden, apanya yang tidak nyaman?"
Tanya Wangi sambil memeriksa balutan pada luka Arya.
"Entahlah rasanya tidak nyaman, terasa ngilu juga perih."
"Tapi aku tidak tahu bagaimana cara memperbaiki balutan luka kamu ini Raden, sudah tunggu saja sampai gadis berbaju putih datang untuk memeriksanya."
"Ya sudah duduklah disini, aku ingin tidur dulu sebentar."
Willy lalu meletakkan kepalanya di pangkuan Wangi.
Entah mengapa saat berada di dekat Wangi Arya rasanya selalu ingin bermanja pada gadis ini.
Tak butuh waktu lama, Arya langsung terlelap masuk ke alam mimpinya saat menghirup aroma khas tubuh Wangi yang mengeluarkan aroma bunga.
Wangi dengan senang membelai kepala Arya, pria yang entah sudah berapa kehidupan seharusnya berjodoh dengannya tapi selalu terpisahkan kembali oleh takdir.
Tak terasa Wangi pun ikut tertidur saat menina bobokkan Arya di pangkuannya.
Sementara Boy yang kembali segera mampir ke rumah Oma-nya Arya, memberikan kabar tentang keadaan Arya agar Oma-nya tak khawatir.
Setelah itu Boy langsung membawa mobil Arya ke salon mobil, tak ingin menunggu lama Boy pulang kerumahnya sendiri dengan memesan ojek on-line.
Oma-nya Arya yang telah mendapat kabar tentang Arya yang di rawat di Rumah Sakit segera memerintahkan supir juga beberapa pengawalnya untuk mengantarnya ke Rumah Sakit.
Oma membawakan banyak makanan ke sukaan Arya, juga membawakan pakain ganti untuknya.
Saat Oma masuk ke ruang rawat Arya, bersamaan saat Dokter juga akan memeriksa keadaan luka Arya, mereka bertemu di depan pintu kamar Arya.
Wangi yang mendengar suara berisik di depan pintu pun segera membenarkan posisi tidur Arya, lalu duduk di sofa tempat awal Wangi duduk menjaga Arya.
"Dokter..."
Sapa Oma-nya Arya saat akan membuka pintu kamar rawat Arya.
"Saya Dokter Dewi nyonya, yang akan memeriksa keadaan luka pasien."
Ucap Dokter wanita yang hendak memeriksa Arya.
"Baiklah Dokter, tolong kerja samanya."
Ucap Oma-nya Arya singkat yang tak suka basa-basi dengan orang asing.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up setelah sekian lama bolong gak up date, walau hanya up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍