
"Selamat kembali nyonya Wati, bagaimana keadaan nyonya saat ini apa yang anda rasakan ?"
tanya Dokter Dwiki yang bertanggung atas perawatan Wati selama dia koma.
"Em masih lemes Dok, dan badan rasanya kaku belum leluasa untuk bergerak"
jawab Wati mengeluhkan apa yang dirasakannya sejak terbangun dari koma.
"Itu hal yang wajar dirasakan, setelah sebelumnya tubuh anda tertidur cukup lama tentu butuh proses bagi tubuh untuk bisa beradaptasi kembali, cukup latih tubuh anda dengan melakukan gerakan-gerakan yang ringan dulu nanti juga akan terbiasa kembali"
kata Dokter Dwiki panjang lebar.
"Saya akan buatkan jadwal terapi untuk anda, agar anda bisa beraktivitas kembali dengan normal seperti sediakala"
Dokter Dwiki kemudian mengisi beberapa laporan kesehatan Wati sebelum meninggalkan Wati untuk memeriksa pasien yang lain.
"Baiklah saya permisi dulu dan jangan lupa minum obat dan vitamin nya, lepas tiga hari anda sudah diperbolehkan pulang dan jangan lupa untuk rutin mengikuti terapi sesuai jadwal yang diberikan nanti"
"Terimakasih banyak Dok, atas perawatan anda selama ini"
kata Wati dan Andre sambil menjabat tangan Dokter Dwiki.
"Baiklah silahkan beristirahat lagi nyonya, senang melihat anda sudah kembali pulih"
Setelah berjabat tangan Dokter Dwiki pun berlalu meninggalkan sepasang kekasih yang selama ini terpisah bukan hanya terpisahkan jarak tapi juga terpisah oleh ruang dimensi juga waktu.
Selepas kepergian Dokter Dwiki dari ruang rawat Wati, suasana kembali canggung antara Wati dan Andre.
"Wat..."
"Ndre..."
Panggil keduanya bersamaan, dan membuat mereka salah tingkah seolah kembali menjadi remaja.
"Kau duluan..."
"Kau saja duluan"
"Em...sudah berapa lama aku koma?"
tanya Wati lirih sambil berusaha mengangkat tubuhnya untuk bersandar dikepala tempat tidur pasiennya.
__ADS_1
"Hampir enam bulan"
jawab Andre singkat sambil membantu Wati bersandar.
Wati kemudian memperhatikan sekililing ruang rawatnya, yang mana dilihatnya sebuah meja kursi penuh dengan tumpukan map dan juga ada sebuah notebook diatas meja itu.
"Apa selama aku tertidur, kau selalu menjagaku?"
"Ya"
jawab Andre singkat sambil memperhatikan wajah wanitanya yang masih tampak pucat.
"Dan apa itu semua milikmu?"
"ya"
masih jawaban yang sama singkatnya.
"Apa kau mengerjakan semua pekerjaan mu disini?"
tanya Wati dengan memandang wajah Andre dengan tatapan yang susah dipahami.
"Ya"
"Kau...."
Wati belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat jari tangan Andre menyentuh bibirnya memberi isyarat untuk tidak melanjutkan pertanyaannya lagi.
"Cukup jangan banyak bicara lagi, istirahatlah"
kata Andre, lalu membantu membaringkan lagi tubuh Wati agar lebih nyaman baginya untuk istirahat.
"Ndre... Arya mana?"
Sontak pertanyaan itu membuat Andre mematung, tak tahu harus bagaimana menceritakan nya pada Wati.
Dia menjadi dilema tak tahu apakah harus jujur atau tidak, Andre takut apabila kenyataan tentang berita kecelakaan pesawat yang dialami putranya Arya dia ceritakan justru akan mengakibatkan Wati kembali drop atau koma lagi.
"Ndre...."
Panggilan Wati kembali membawa Andre kealam sadarnya dari lamunan.
__ADS_1
"Istirahatlah dulu jangan banyak bicara lagi, ok!"
kata Andre dengan gelisah.
"Em...baiklah, kau juga istirahatlah, aku tahu selama menjagaku kau pasti juga kurang istirahatkan"
Andre mengusap lembut puncak kepalanya Wati penuh sayang lalu mengecup keningnya
"Tidurlah istirahat, aku akan menjagamu"
"Kau juga"
"Iya, aku akan istirahat jika kau sudah tertidur"
Taklama kemudian Wati tertidur nyenyak dengan tangan Andre yang selalu menggenggam tangan nya dan mengusapnya lembut penuh sayang.
Setelah yakin Wati sudah tertidur Andre kembali mengerjakan semua pekerjaan yang menumpuk.
Satu persatu tumpukan map itu dibaca kemudian ditanda tangani nya.
"Apa yang sebenarnya kamu pikirkan tadi Ndre?..., kenapa kamu malah melamun saat aku menanyakan keadaan putraku Arya"
Batin Wati sambil berpura-pura tertidur.
"Terimakasih Ndre kamu tetap setia setelah semua yang terjadi, maaf jika selama ini aku terlalu kejam padamu"
katanya membantin saat diperhatikan nya Andre sedang sibuk menyelesaikan semua pekerjaannya.
"Aku gak pernah menyangka kamu tetap setia setelah sekian lama aku meninggalkan mu, entah sudah berapa kehidupan kita bertemu tapi mulai saat ini kita akan bersama lagi selamanya"
Wati kembali terbayang wajah Raden Permadi yang juga sama dengan wajah pria yang sedang diperhatikan nya saat ini.
"Dikehidupan yang lalu, sekarang atau kehidupan yang akan datang kita akan selalu bersama"
Tak terasa Wati kembali tertidur dengan terseyum setelah puas dengan pikirannya yang berkelana.
Andre yang merasa lelah setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya pun, kembali menghampiri ranjang Wati.
Dia mengusap lembut pipi Wati lalu mengecup keningnya dan duduk disamping ranjang Wati sambil menggenggam tangan Wati dia meletakkan kepalanya dan tertidur dengan posisi duduk dan kepala tertunduk di ranjang pasien.
*Hai readers untukmu author sempetin update walaupun cuma dapet satu bab, sebab udah kemaleman, jangan lupa tinggalkan jejakmu vote like koment dan rate 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍