
Aku mengedip ngedipkan mataku dan mengucek nya berkali kali.
"Tidak ada... dia tidak ada, dia sudah pergi, siapa dia ? sudah dua kali dia hadir dalam mimpi ku, tapi siapa dia ? aku merasa sangat akrab dan tidak asing saat bersama nya"
pikirku dalam hati.
Ku lihat jam ternyata sudah hampir subuh, aku bangkit berdiri dan berjalan ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu.
Setelah selesai dengan aktivitas mandi aku lanjut sholat, lalu kedapur membantu eyang menyiapkan sarapan.
"Eyang buat sarapan apa pagi ini"
tanya ku pada eyang.
"kowe ulekke bumbu enggo sego goreng, engko ben eyang seng masakke" (kamu ulek buatkan bumbu nasi goreng, nanti eyang yang masak nya" kata eyang dan lanjut berkata..
"nek wes kowe ndang besalen klambi sekolah ndak kawanan le mangkat sekolahhe" (kalau sudah kamu cepat berganti baju sekolah biar gak kesiangan berangkat ke sekolah nya)
kata eyang mengingatkan.
"Iya eyang.." kata ku sambil mengulek bumbu nasi goreng.
Setelah itu aku langsung ke kamar mandi untuk bercuci tangan dan membasuh muka ku lagi agar aroma bumbu tidak menempel diwajah ku.
Setelah semua selesai dan sudah sarapan, aku berpamitan kepada eyang putri dan eyang kakung untuk berangkat sekolah.
__ADS_1
Seperti biasa aku berjalan kaki menuju halte bus, karena keadaan herdi kemaren aku yakin hari ini dia tidak menjemputku.
Sampai akhirnya aku sudah sampai di halte bus dan langsung naik keatas bus.
Bus mulai melaju berjalan menuju rute biasanya, untuk menghilangkan bosan aku membaca buku komik kesukaan ku.
Tak terasa sudah sampai di depan sekolah, aku turun dan masuk ke halaman sekolah.
Langsung jalan menuju ke kelas ku.
Tiba tiba ada beberapa orang cewek yang menghadang ku,
"Kamu yang nama nya wati ya..?"
"Kalian siapa...? apa tujuan kalian mencari ku..?"
tanya ku balik yang tak kalah ketus karena tidak suka dengan lagak mereka
"Kamu tidak perlu tau siapa aku, tapi ku ingat kan jangan pernah ganggu andre.."
katanya dengan ketus dan menekan
'Oo andre, aku kira apa..,tidak usah kamu ingat kan, aku juga gak minat sama si bregsek itu"
jawabku penuh ekpresi mengejek.
__ADS_1
"Ooh ya satu lagi katakan pada cowok brengsek itu untuk jangan lagi cari gara gara dengan ku, dan untuk kamu dan kawan kawan mu ini jangan lagi muncul di depanku apalagi kalau cuma untuk membahas si cowok brengsek itu"
seruku dengan mimik jijik ke mereka, lalu melanjut kan jalanku menuju ke kelas ku.
Didepan kelas sudah ada wulan sahabat ku,
"Kenapa pagi pagi baru sampe sudah masam itu muka"
kata nya meledek ku.
"Ah biasa pagi pagi sudah ada lalat yang ganggu" jawabku dengan kalimat ambigu dan senyuman kecil.
"Sudah ah ayuk masuk nanti keburu guru dateng"
ajak ku pada wulan dan langsung duduk di bangku ku.
Pelajaran pun dimulai sampai akhirnya jam istirahat, entah mengapa aku merasa hari ini datar aja gak ada yang istimewa.
"Aku merasa gak semangat serasa ada yang kurang, gak seru seperti biasa nya saat ada herdi"
batinku mungkin karena sudah terbiasa selalu ada dia, saat tidak bersama nya rasanya hambar seperti makan nasi tak belauk, sayur tanpa garam.
*ha..ha..gaya author sok puitis bak penyair
untuk para readers ayo bantu author dengan vote di like ya gaes๐๐*
__ADS_1