
Tiba tiba wati teringat ajakan hartono untuk outing ke kaliurang minggu depan.
"Oh iya eyang, minggu depan sekolah ada acara kegiatan naik ke kaliuarang, wati boleh ikut gak eyang ?"
"Arep nang kaliurang ngopoi toh ndok ? kono kui ra aman nek ra eneng seng mandu lan ra eneng seng tanggung jawab, nek ono opo opo piye ?" ( mau ke kaliurang ngapain sih nak ? disana itu tidak aman kalau tidak ada yang mandu dan bertanggung jawab, kalau ada apa apa gimana ?)
jawaban eyang yang jelas melarang ku.
"Ya pasti ada yang mandu eyang dan dari sekolah juga pasti ada yang Guru yang bertanggung jawab untuk kegiatan ini"
"Banyak murid yang ikut dan teman teman wati juga banyak yang ikut kok eyang"
kataku mencoba menjelaskan pada eyang.
"Wes sekarepmu, wong dilarang yo tetep arep melu toh, neng siji kudu seng ati ati ojo misah seko rombongan" ( ya sudah terserah kamu, dilarang juga masih tetep mau ikut toh, tapi satu harus hati hati jangan misah dari rombongan)
Kata eyang yang akhirnya mengijikan aku untuk ikut naik ke kaliurang.
"Terima kasih eyang"
kataku sambil memeluk dan mencium pipi eyang ku tersayang.
Karena ini hari minggu maka kagiatanku adalah membantu eyang membersihkan rumah juga mencuci.
Setelah lewat tengah hari semua kegiatanku akhirnya selesai, dan tiba tiba pintu rumah berbunyi...
"tok...tok...tok..."
"Assalammu'alaikum...."
Terdengar ada yang mengetuk pintu dan mengucap salam.
Eyang kedepan untuk melihat siapa tamu yang datang kerumah kami.
__ADS_1
'Wa'alaikum salam"
"Mau cari siapa ya nak..."
terdengar suara eyang sedang menerima tamu itu.
"Maaf eyang..,saya mencari wati, apa wati ada eyang" kata tamu tadi.
"em...anak ini siapa ya ? sebab tidak pernah ada teman wati yang main ke rumah kami ini"
tanya eyang lagi pada si tamu.
"Saya teman nya wati eyang, kenalkan nama saya andre"
katanya sambil menyodorkan tangan memperkenalkan diri pada eyang.
"Oh.. ya silahkan masuk nak andre, eyang panggil wati nya dulu ya"
Saat andre masuk dan duduk diruang tamu, eyang kebelakang menemui wati.
( wati buatkan teh secangkir ya ada tamu)
"Siapa eyang tamunya ?"
tanyaku datar.
"Engko pas ngeterke wedang teh, kowe iso tiliki dewe sopo tamune" (nanti waktu kamu mengantar teh, kamu bisa lihat sendiri siapa tamunya)
"Wes toh ndang, selak muleh tamune"
(sudah toh cepat, keburu pulang tamunya)
kata eyang membuatku curiga.
__ADS_1
Tak lama aku keluar membawa secangkir teh untuk si tamu.
"Loh kamu kok bisa kerumah ku, kamu ngapain kesini ?"
kataku terkaget melihat ternyata tamunya adalah andre.
"Aku bosen, mumpung minggu aku jalan terus mampir kesini"
katanya sambil nyengir.
"Kamu bagaimana bisa tahu rumahku disini ?"
tanyaku dengan nada tidak senang
"Aku pernah bilangkan, cewek yang aku suka apa yang aku tidak tahu tentang kamu ?"
jawabnya cuek.
"Terus kamu mau ngapain kesini ? kalau gak ada urusan lagi pulang sana...,aku banyak kerjaan"
kataku mengusirnya.
"Opo toh ndok...mosok karo rencange ngomong koyo ngono kui, ra elok" ( apa toh nak...masa sama temannya bicara seperti itu, tidak baik)
tiba tiba eyang muncul seakan membela kedatangannya.
"Eyang saya mau ajak wati jalan jalan sebentar boleh ya yang"
tiba tiba dengan tidak tahu malunya andre meminta ijin untuk mengajak ku jalan.
Sedangkan aku dengan ekpresi kesal cuma biso bengong tidak percaya dengan apa yang aku dengar.
*vote vote vote
__ADS_1
like nya ya gaes๐๐*