PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Keberangkatan Arya"


__ADS_3

Ki Ireng lebih menyelasaikan kegiatannya meracik obat obatan herbal, baru kemudian memberikan kesempatan kepada Arya untuk menceritakan apa yang akan dikatakannya.


"Sekarang ceritakanlah apa yang ingin kau katakan pada kakekmu ini cah bagus"


"Arya cuma mau ngomong kalo besok arya harus ke Kalimantan kek"


"Arya diharuskan kesana untuk meninjau perusahaan keluarga ayah yang disana, dan arya harus menemui nenek juga kakek disana"


Ki Ireng hanya mendengarkan tanpa memberi komentar apapu.


"Tapi Arya disana gak lama kok kek, mungkin satu minggu Arya sudah balik lagi"


"Hem, kenapa hanya satu minggu? mau berapa lamapun disana tidak masalah, bukankah kau bisa pulang kapanpun dengan ilmu melintasi ruang waktu"


"Ah...iya ya kek, kenapa Arya lupa...bodohnya aku ini kek"


"ha....ha....sudah istirahanlah ini sudah malam, bukankah kau besok harus bersiap untuk berangkat ke Kalimantan"


"Baiklah kek, Arya ke kamar dulu sudah ngantuk ini"


Arya pun berlalu masuk kedalam kamar nya, meninggalkan ki Ireng yang memandanginya dengan tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Ki Ireng sangat menyayangi Arya sebagai cucunya sendiri, karena bagaimanapun sejak masih di dalam kandungan bundanya hanya ki Ireng lah satu-satunya orang yang merawat kedua ibu dan anak itu.

__ADS_1


Begitu pula sebaliknya, Arya juga sangat menyayangi ki Ireng yang merupakan satu satunya orang yang telah menyayangi dan menjaganya bersama bundanya dengan tulus.


Malam ini Arya tidur dengan sangat lelapnya, dia terbangun saat waktu nya sholat subuh.


Setelah selesai dengan aktivitas paginya, Arya lebih dulu berpamitan pada kakeknya yaitu ki Ireng, lalu segera kembali ke toko herbalnya dengan ilmu melintasi ruang waktu, kemudian bersiap untuk keberangkatannya ke Kalimantan.


Arya juga menyempatkan diri untuk keruang rawat bundanya sekedar berpamitan pada bunda dan ayah nya.


Begitu mulai tengah hari, Arya sudah mulai bersiap akan berangkat, dan temannya yang akan mengantarnya ke bandara pun sudah menunggu di halaman parkiran Rumah Sakit tempat bundanya dirawat.


"Bunda Arya pamit, Arya akan ke Kalimantan, bunda jangan khawatir Arya akan baik baik saja, dan ada ayah yang akan selalu menemani dan menjaga bunda jadi bunda tidak akan kesepian, Arya harap saat Arya kembali bunda sudah bangun"


Arya berpamitan kepada bundanya dengan mata yang panas menahan air matanya agar tidak menetes.


"Iya, kau ini sudah seperti emak emak cerewetnya, sudah berangkat, hati hati di jalan dan sampailah salam ayah pada nenek dan kakekmu disana"


Arya lalu menyalami tangan dan mencium punggung tangan ayahnya.


"Ok, Arya pergi sekarang assalammu'alaikum"


Arya kemudian berlari menuju parkiran menghampiri temannya yang menunggunya lama.


"Kau ini ya lama sekali, sudah hampir lumutan aku menunggumu disini"

__ADS_1


"Ha...ha....sorry bro, ok kita tancap gas sekarang"


Mobilpun melaju menuju bandara, lalu lintas yang padat cukup menghabiskan waktu hampir dua jam untuk sampai ke bandara.


Selama perjalanan mereka mengisinya dengan mengobrol bercakap-cakap.


"Jadi jam berapa penerbanganmu bro?"


"Sekitar jam empat"


"Ok, hati hati di sana bro, kita gak bisa bantu lo saat jauh disana"


"Cukup bantu gue dengan do'a semoga penerbangan ini sampai dengan selamat"


"Always, kita semua pasti do'a in yang terbaik lah"


"Gue juga titip tolong awasi bokap nyokap gue selama gue lagi gak disini"


"Lo gak perlu khawatir kita semua sudah seperti saudara, pasti kita akan ikut jaga ortu lo, jadi lo tenang aja cukup selesaikan semua urusan elo disana secepatnya lalu balik lagi mari"


*Hai readers hari ini author usahain update semoga bisa up tiga bab ya gaes untuk bayar yang bolong kemarin,


tolong bantu juga author dengan dukungan kalian semua tetap semangat dan dukung terus author dengan vote like koment dan rate 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2