
"Ini kantor pusat, kok kita kesini ndre?"
Sambil berjalan masuk ke dalam kantor, wati terus saja protes ke andre karena keberatan diajak ke kantor pusat.
"Iya aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaanku di sini, dan kebetulan juga ada rapat CEO, jadi aku minta bantuanmu untuk membuatkan notulen nya"
"Tapi kenapa harus aku?, kamu kan bisa meminta sekretaris mu disini untuk mengerjakannya"
"Sama saja, kamu juga kan saat ini sebagai sekretaris ku"
Tak terasa karena perdebatan mereka, ternyata mereka sudah sampai di dalam kantor andre
"Wah akhirnya si bos kesini bawa sekretaris hatinya, ha...ha..."
seorang laki laki di dalam langsung komentar saat melihat andre bersama wati masuk ke dalam ruang kerja andre.
"Stop...jangan banyak omong kamu wen, semua berkas sudah kamu siapkan belum"
"Semua sudah beres bos"
Ya laki laki itu si asisten pribadi andre yang merupakan teman akrabnya, dan biasa dipanggil wen.
"Wen kenalkan ini wati, kau sudah tau kan"
Andre kembali memperkenalkan wati kepada wen untuk basabasi.
"Ok team, kita keruang rapat sekarang"
andre berjalan keruang rapat di ikuti oleh wen yang merupakan asistennya dan juga wati.
Sesampainya diruang rapat ternyata semua sudah hadir, andre langsung duduk di bangkunya, wen dan wati lansung duduk di bangku yang sudah disiapkan disudut ruangan untuk para pencatat notulen.
__ADS_1
Tanpa wati sadari ada dua pasang mata yang memperhatikannya.
"Wati...aku sangat merindukanmu, tak kusangka di hari pertamaku aku bisa melihatmu, ah perasaan rindu ini..."
pria itu terus berkata kata dalam hatinya.
Sementara pria yang satunya juga tak pernah lepas memperhatikan wati.
"Sebenarnya aku tidak rela kamu bekerja di samping andre, tapi demi keselamatanmu itu lebih baik"
batin pria satunya yang merupakan mantan bos wati di devisi keuangan.
Rapatpun dimulai, yang ternyata poin nya memperkenalkan sang CEO 1, dan setiap kepala divisi memberikan laporan dari kerja dan proyek yang terakhir yang sedang dikerjakan.
Disini wati tidak begitu memperhatikan kalau sang CEO 1 adalah orang yang juga dikenalnya dan pernah dekat dengannya.
Tanpa wati sadari, ternyata andre sengaja mengajak wati ikut rapat karena dia ingin memperlihatkan kedekatannya dengan wati pada pria itu.
Karena andre sadar cepat atau lambat pada akhirnya mereka akan kembali bersaing.
Seseorang yang memperhatikannya dengan wati, sesuai rencana andre.
"Kenapa andre bisa bersama wati?, apakah selama ini mereka selalu bersama?"
batinnya mulai resah dan bertanya tanya segala kemungkinan.
"Kenapa dulu aku tidak pernah dapat menemukannya sehingga aku memilih pergi"
"Setelah sekian lamanya aku kehilanganmu, aku akan membawamu kembali padaku wati"
gumamnya.
__ADS_1
Tanpa disadarinya dia masih duduk diruang rapat sambil melamun memikirkan wati, sementara yang lain sudah kembali keruang kerja masing masing.
"Maaf pak, apa bapak masih akan disini?"
suara asistennya menyadarkan nya.
"Oh...ah, iya ayo"
diapun bangkit dan berjalan menuju ruang kerjanya.
Kembali ke wati dan andre
"Kenapa kamu harus mengajakku ke rapat tadi?, padahal tidak ada yang special dibahas tadi"
"Sengaja, apa kamu tidak memperhatikan siapa siapa yang hadir di rapat tadi?"
andre balik bertanya ke wati dengan pandangan menyelidik.
"Aku tidak begitu memperhatikan"
jawabnya.
"Pantas waktu itu kau juga tidak sadar kalau aku memperhatikanmu"
katanya sambil melirik ke wati.
"Wat...kalo aku melamar mu sekarang apa kau sudah siap dan mau menerima ku"
"Ha?...kenapa tiba tiba arahnya kesana sih ndre?"
sontak wati kaget mendengar pertanyaan andre
__ADS_1
*Maaf ya untuk para readers karena author tidak dapat rutin up akhir akhir ini,
tapi tolong tetap bantu vote dan likenya ya gaes๐๐*