PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Takdir Wangi 2"


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu terjadi sebuah kecelakaan di tepi pantai di kepulauan Riau yang mana memakan korban tiga remaja, karena terseret ombak laut yang sedang mengganas.


Dua korban telah ditemukan, sedangkan satu korban dinyatakan hilang setelah lebih dari tiga hari tidak ditemukan.


Di pulau yang berbeda seorang nenek menemukan sesosok gadis dalam keadaan tidak sadarkan diri ditepian pantai tepatnya tersangkut diantara bebatuan karang saat si nenek sedang mengumpulkan sejenis kerang yang biasanya menempel pada bebatuan.


Si Nenek lalu berteriak meminta tolong pada warga setempat yang juga sedang melakukan kegiatan yang sama dengannya mengumpulkan kerang.


"Tolong... tolong... ada orang tersangkut di sana tak sadarkan diri, ayo bantu."


Teriak si nenek sambil berlari lari menghampiri beberapa orang yang tidak jauh darinya.


"Tampaknya gadis ini korban yang terseret arus laut, jadi kita bawa kemana gadis ini sekarang nek."


Kata salah seorang dari mereka.


"Kalo tidak ada yang bersedia, bantu bawa saja kerumahku sekarang, aku yang akan merawatnya."


Ucap si nenek meminta bantuan kepada mereka untuk membawa gadis yang terdampar itu kerumahnya.


Gadis itu ditemukan dalam keadaan tubuh yang membiru, tapi anehnya masih terasa ada hembusan nafas dihidungnya walau sangat ringan.


Setelah gadis yang tak sadarkan diri itu dibawa kerumahnya, si Nenek buru buru memasak air untuk membuatkan teh manis hangat buat si gadis yang belum dia ketahui namanya, dan tentunya juga untuk membersihkan tubuh sigadis.


Si Nenek membuka semua pakaian sigadis dan mulai membersihkan/ mengelap tubuh si gadis dengan air hangat.


Setelah selesai, karena tak memiliki pakaian remaja untuk si gadis, akhirnya si Nenek hanya memakaikan daster yang sebelumnya hanya dia simpan karena si Nenek lebih suka menggunakan kain dan atasan seadanya.


Dipandanginya wajah gadis yang kini baru terlihat cantiknya setelah dia bersihkan tadi.


"Kamu sangan cantik nak, andai aku punya seorang anak tentu hari tuaku tidak akan kesepian seperti ini."


Kata si Nenek yang tanpa dia sadari jika si gadis mulai tersadar dan samar samar mendengar kata-kata si Nenek.


Flashback on


Beberapa hari sebelumnya saat tiga remaja sedang terseret gelombang laut, di tempat yang berbeda Wangi merasakan ada yang menarik sukmanya tanpa dapat dia tolak.

__ADS_1


"Ahhhh...... kenapa ini?"


Wangi merasakan sukmanya terhisap kedalam sebuah pusaran sumur yang sangat gelap, sampai akhir dia kembali melihat sebuah cahaya yang sangat menyilaukan.


"Oh tidak.... bagaimana aku bisa tergulung oleh ombak ini, beraninya kalian menyeretku seperti ini."


Saat kembali dapat melihat cahaya, Wangi mendapati dirinya sedang tergulung oleh ombak, dengan semua kekuatannya yang masih ada Wangi berusaha untuk keluar dari laut dan mulai mengumpat memarahi para gadis yang sedang memainkan selendangnya bak ombak yang sedang mengamuk.


"Maaf Putri tapi ini sudah saatnya dirimu menjalani takdir kehidupanmu yang baru, dan kami hanya melakukan tugas dari sang pemilik kehidupan."


Ucap salah seorang dari mereka sebelum akhirnya Wangi mulai kehilangan kesadarannya.


Flashback off


"Ummmm..... haus....."


Ucap lirih si gadis yang kini menjadi wadaq bagi sukma Wangi.


Si Nenek yang merasa mendengar suara si gadis segera mendekat dan tersenyum saat di lihatnya gadis yang ditolongnya telah tersadar.


"Kau sudah bangun gadis cantik, mari duduk dulu pelan pelan, kau mau apa nak?"


"Haus... Nenek aku haus..."


Ucap lirih Wangi karena keadaannya yang dehidrasi akut setelah entah berapa hari dirinya di gulung ombak.


Karena sebenarnya Wangi sudah di ombang ambing gelombang selama lima hari, dan akhirnya dirinya terdampar di salah satu pantai di tepian pulau Kalimantan.


Untuk orang normalnya mungkin apa yang terjadi pada Wangi adalah sesuatu yang tidak mungkin, tapi ini nyata terjadi pada Wangi dan mungkin beberapa orang juga pernah mengalami hal yang tidak mungkin lainnya juga.


Karena sesuatu yang tidak mungkin dapat terjadi dan menjadi mungkin bila Sang Penguasa Kehidupan berkehendak.


Si Nenek segera mengambil gelas yang berisikan teh hangat manis yang sudah dibuatnya tadi, dengan telaten si Nenek mendekatkan gelas ke bibir si gadis karena keadaannya yang sangat lemah sehingga untuk sekedar memegang gelaspun Wangi tak sangup melakukannya.


"Apa sudah cukup atau mau lagi?"


Tanya si Nenek dengan lembut yang hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Wangi karena merasakan tubuhnya benar-benar tanpa tenaga sedikitpun.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang istirahatlah lagi ayo Nenek bantu."


Si Nenek lalu mulai membantu merebahkan tubuh Wangi agar kembali beristirahat dulu.


"Nenek akan buatkan bubur ya, sekarang Nenek tinggal ke dapur sebentar."


Ucap si Nenek yang kembali di jawab anggukan kepala oleh Wangi.


"Aku dimana? aku bahkan tak ingat apapun."


Batin Wangi yang mendadak jadi merasakan sakit kepala saat berusaha mengingat tentang dirinya.


"Akh.... sakitttt sekali, kenapa aku tak ingat apapun?"


Teriak Wangi tapi sangat lirih karena suaranya pun belum kembali pulih.


Pada akhirnya karena tak kuat menahan rasa sakit dikepalanya membuat Wangi kembali pingsan tak sadarkan diri.


Setelah memasak bubur untuk Wangi, si Nenek kembali kekamar untuk menyuapi Wangi bubur yang baru selesai dimasaknya. Bubur yang dibuat ala kadarnya dengan bumbu juga isian seadanya.


Si Nenek yang mengira jika Wangi hanya tertidur mulai menggoyangkan tubuh Wangi perlahan untuk membangunkannya.


"Gadis cantik ayo bangun dulu nak, makanlah dulu selagi buburnya masih hangat."


Setelah berulangkali menggoyang tubuh Wangi tapi tak mendapatkan tanda tanda jika si gadis bangun, akhirnya si Nenek menyadari kalau gadis yang ditolongnya sedang pingsan.


Si Nenek segera mengambil botol yang berisikan cairan berwarna merah yang beraromakan kayu Lawang dan mendekatkannya ke hidung Wangi untuk merangsangnya agar tersadar kembali.


Perlahan Wangi yang merasakan ada aroma asing di hidungnya segera terbangun saat akan bersin karena aroma pedas juga panas dari cairan merah yang disebut minyak lawang.


Setelah Wangi kembali sadar si Nenek kembali membantu Wangi agar duduk bersandar di dinding lalu memberikan minum lebih dulu ke Wangi baru mulai menyuapi Wangi dengan bubur buatannya.


Wangi yang merasa asing dengan makanan yang dimakannya hanya menurut dan menelan setiap suapan bubur yang disuapkan oleh si Nenek karena perutnya memang sangat lapar.


*Hai gaes maaf ya karena outhor lama gak update, satu kata selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau hanya 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2