
Arya tidak tahu bagaimana harus menyikapinya, semua serba tiba tiba membuatnya syok saat mendengar semua pengakuan dari andre yang mengaku sebagai ayahnya.
"A...aku... tidak mengerti ha...harus bagaimana, i...ini sangat tiba-tiba"
Arya yang syok langsung berdiri melangkah mundur menjauh dari andre.
"Tenanglah nak, cukup kau bawa aku menemui ibumu, maka semua akan membaik dan kita akan hidup bersama menjadi keluarga yang bahagia"
Andre kembali memeluk arya dan meyakinkan kalau semua akan baik-baik saja.
"Kau pasti ingin aku dan ibumu bersatu kan ?, apa kau tak ingin memiliki keluarga yang lengkap ?"
"a...aaku...a...ku...."
arya tidak tahu harus berkata apa
"Pertemukan aku dengan ibumu, aku sangat mencintainya aku sangat merindukannya, aku menyayangi kalian berdua"
"tapi...tapi..."
"Panggil aku ayah nak, aku ingin mendengarnya"
"A...ayah...ayah..."
akhirnya arya mengucapkan kata yang sudah sangat ingin di ucapkan dengan air mata yang menetes tanpa disadarinya karena rasa rindunya atas sosok ayah.
__ADS_1
Ayah dan anak itu saling berpelukan melepaskan semua rindunya.
Tanpa mereka sadari sudah menjadi tontonan di tempat itu, membuat semua orang yang menyaksikan drama pertemuan ayah dan anak itu ikut mengeluarkan air mata haru.
Sementara di toko herbal
Wati yang merasa tidak tenang, memutuskan untuk tidak pulang ke kediaman mereka.
Dia memutuskan untuk menunggu arya karena ingin menceritakan semua rahasia yang sudah lama disimpan nya.
"Ah...mungkin sudah waktunya aku menceritakan semuanya pada arya, ya dia sudah cukup dewasa dan berhak tahu siapa ayahnya"
Taklama kemudian didengarnya suara motor arya lalu pintu toko yang dibuka dari luar.
Laki laki yang pernah mengisi hatinya, laki laki yang merupakan ayah dari arya putranya.
Wati dan andre saling memandang cukup lama sampai akhirnya wati tersadar saat merasa sesak karena pelukan yang sangat erat.
"Maaf... maafkan...aku...aku menyesal, kembalilah lagi bersamaku"
bisik andre lirih ditelinga wati sambil memeluknya erat.
Wati hanya diam membisu tak tahu harus merespon bagaimana, tapi dia juga tidak memberontak atau menolak pelukan andre, dia hanya menarik nafas nya pelan.
Setelah puas memeluk wati, andre memberi jarak agar bisa menatap wati.
__ADS_1
"Wati jawablah, jangan diam saja, aku sangat mencintaimu wati, maafkan atas semua kesalahanku dulu, aku memang brengsek tapi yakinlah sampai saat ini aku masih mencintaimu, aku selalu mencarimu, apa kau masih belum puas menghukumku ?"
Sebelum menjawab semuanya wati kembali menarik nafas panjang.
"Aku sudah memaafkanmu, tapi aku tidak berjanji akan kembali bersamamu, aku memiliki kehidupanku sendiri"
"Dan untukmu arya, kamu pasti sudah mendengar semuanya dari ayahmu ini, kau sudah dewasa untuk menentukan sikap, bunda tidak akan melarang jika kau memilih hidup bersama ayahmu"
Kata kata wati benar benar membuat arya dan andre terkejut, arya tidak dapat memilih atau bicara apapun, dia hanya terdiam mematung.
"Tega sekali kau wati, aku tahu kau tidak dapat memaafkan perbuatanku, tapi setidaknya pikirkanlah arya, dia anak kita dia berhak mendapatkan kasih sayang kedua orangtuanya dia berhak mendapatkan keluarga yang utuh"
Dengan emosi andre mengatakan semuanya berharap hati wati terketuk bukan untuk dirinya tapi setidaknya memikirkan kembali perasaan arya.
"Setidaknya untuk saat ini aku tidak bisa kembali bersamamu"
Dalam keadaan hati yang bimbang wati pergi meninggalkan kedua ayah dan anak itu.
Dia berjalan tanpa arah hingga sebuah mobil yang melaju sangat kencang menabraknya.
"Tidak.......!!!"
Teriak arya dan andre bersamaan saat melihat tubuh wati yang terlempar karena tertabrak mobil.
*Ok readers Ikuti terus ceritaku jangan lupa dukung author tetap vote dan like 👍😘*
__ADS_1