
Akhirnya party Boy dan Lea pun berakhir setelah satu persatu para tamu mulai pergi meninggalkan pantai, begitupun dengan para pengunjung pantai juga para pedagang yang merupakan penduduk setempat.
Disaat Gadis hendak pulang kerumah Mak Yaya, Gadis harus melewati sekumpulan pemuda yang tak lain Arya dan teman temannya.
Kembali aroma wangi bunga yang menguar dari tubuh Gadis membuat Arya hilang fokus dari teman temannya.
"Aroma wangi bunga ini kenapa selalu ada setiap kali gadis ini lewat, dan ini kedua kalinya terjadi."
Batin Arya sambil memandang punggung Gadis yang mulai menjauh.
"Apakah hanya kebetulan saja? tapi tidak mungkin juga kebetulan itu terjadi sampai dua kali."
Kembali Arya berasumsi seorang diri dengan apa yang dipikirkannya.
Sementara sosok lain yang tak kasat mata selalu mengawasi Arya dari tempat yang tak terlihat dari pandangan manusia, hanya tersenyum mengejek kebodohan Arya.
"Sebegitu bodohnya kah dirimu Raden ! sudah mendapatkan petunjuknya tapi kamu tetap tak mengenalinya."
Ucap sosok yang tak lain adalah Ashlan sang harimau putih.
Saat Gadis sedang berjalan seorang diri hendak pulang ke rumah Mak Yaya, ternyata ada seseorang yang memiliki niat tidak baik pada Gadis.
Orang itu sudah memperhatikan Gadis secara sembunyi-sembunyi selama beberapa hari ini, hanya saja biasanya Gadis akan pergi dan pulang bersama Mak Yaya, dan hari ini karena Gadis ikut menyaksikan pesta dipantai membuat Gadis pulang seorang diri.
Dan kesempatan ini dimanfaatkan oleh orang itu untuk melaksanakan niat jahatnya.
Flashback on
Seorang pemuda yang merasa heran dengan penampilan Gadis yang apabila keluar rumah selalu menutupi wajahnya, akhirnya dengan sembunyi-sembunyi dia selalu menguntit kegiatan Gadis.
Dan kegiatan menguntitnya itu tidak sia sia, saat Gadis hendak mandi kebilik mandi dibelakang rumah Mak Yaya tanpa menggunakan penutup wajah, saat itulah pemuda itu melihat bagaimana cantiknya wajah Gadis yang selalu disembunyikan di balik cadar.
__ADS_1
"Ternyata wajah gadis itu sangat cantik seperti bidadari, pantasan Mak Yaya selalu berlebihan dalam memperlakukan gadis itu seolah barang berharga dan takut ada yang akan mencurinya."
Batin pemuda itu setelah melihat kecantikan wajah Gadis yang sebenarnya.
Pemuda itu lalu mulai merencanakan sebuah rencana jahat untuk bisa memiliki Gadis.
Flashback off
Dan saat ini keadaan seperti berpihak pada dirinya, itulah yang dipikirkan sang pemuda. Disaat dilihatnya Gadis pulang seorang diri melewati jalan setapak diantara rimbunnya tanaman bakau, pemuda itu dengan berlarian memotong jalan agar dapat menghadang Gadis ditengah jalan sebelum masuk ke perkampungan mereka.
"Hai gadis bercadar, akhirnya tiba juga saatnya aku bisa berjumpa denganmu tanpa ada yang mengganggu nantinya ha.... ha.... ha...."
Sapa pemuda itu yang sudah menghadang langkah Gadis.
Gadis yang melihat ada seorang pemuda menghadang langkahnya bahkan sapaannya yang terkesan menyimpan niat tidak baik, telah membuat Gadis siaga.
Tanpa disadari oleh Gadis jika saat ini ada energi yang sangat besar terkumpul di kedua tangannya siap menghancurkan apapun apabila dia mengayunkan tangannya.
Tanya Gadis dengan tatapan mata yang tidak bersahabat, apalagi saat pemuda itu tertawa tawa tadi.
"Tenang gadis manis, kamu tak perlu takut karena abang hanya ingin menjadikanmu istri, tapi sebelumnya abang akan berikan kamu rasa nikmat yang belum pernah kamu rasakan, jadi kemarilah ini akan lebih mudah dan tak akan menyakitkan kamu."
Ucap pemuda itu dengan langkah pasti mendekati Gadis yang dia kira akan menurut karena merasa takut dengan kata-kata yang terselip ancaman jika dipahami.
Bersamaan Gadis yang menahan emosinya, semakin besar juga energi yang terkumpul di telapak tangan Gadis, dan itu tidak disadari oleh Gadis yang sebenarnya adalah sosok Wangi dan kehilangan ingatannya setelah menyatu dalam wadag barunya ini.
Saat tangan pemuda itu hendak menyentuh pundak Gadis, dengan gerakan ringan dan cepat hingga tak tertangkap mata, tangan pemuda itu sudah hancur dalam genggaman tangan Gadis.
"Aaaaaaa...... ka....ka.....u..... aaaaaa...... sa..... sa.... kit....nya..... wanita siluman ! lepaskan aku ! atau aaaaaaaaaaa..... aku... aku..... akan bilang ke warga kalau kau ini siluman !"
Jerit kesakitan bercampur rasa takut keluar dari mulut pemuda yang awalnya ingin berniat jahat kepada Gadis.
__ADS_1
Gadis yang melihat bagaimana tangan pemuda itu hancur begitu dia menangkap dan meremasnya, tiba-tiba juga merasa takut atas akibat tindakannya tadi dan menjadi bertambah panik saat pemuda itu bilang akan mengatakan ke warga jika dirinya siluman.
Sementara itu tidak terlalu jauh dari tempat Gadis saat ini, seekor harimau putih sedang berlari mendekat kearah Gadis dan pemuda yang tangannya hancur yang sedang berusaha untuk menjauhi Gadis.
Karena panik, Gadis menjadi linglung tak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini, sedangkan pemuda yang tangannya hancur berlari tak tentu arah dengan darah segar yang menetes deras dari tangannya.
Harimau putih itu segera mengejar si pemuda yang mulai merasa pusing karena kehabisan darah, Harimau lalu menerkam dan mencabik-cabik tubuh pemuda itu hingga pemuda itu tewas dengan keadaan penuh luka sobek.
Gadis yang menyaksikan bagaimana harimau putih itu membunuh si pemuda yang sudah berniat jahat kepadanya tadi kembali merasakan panik dan takut.
Gadis khawatir jika harimau putih itu juga akan merobek robek tubuhnya, saat Gadis mulai berniat berlari untuk menyelamatkan diri, tiba-tiba harimau itu bersuara dan menyapanya.
"Ratu Kencana Wangi itu adalah dirimu, tak perlu takut padaku karena aku akan mengawasimu selama kamu belum mengenali dirimu, sekarang pulanglah ke rumah Mak Yaya dia sudah sangat khawatir padamu, dan ingat jangan ceritakan semua yang terjadi tadi kepada siapapun."
Ucap sang harimau putih yang tak lain adalah Ashlan.
Gadis yang mendengar dan melihat sendiri bagaimana seekor harimau putih bisa berbicara bahkan telah menolongnya, membuat Gadis terheran heran antara percaya dan tidak percaya.
Gadis mencoba menepuk-nepuk pipinya juga mencubitnya untuk memastikan jika yang barusan dia lihat dan dia dengar itu hanya hayalannya dan tidak nyata.
"pok ! pok ! pok ! aduh ! sakit ! bearti aku tidak sedang berhayal dan harimau putih itu juga masih ada dia nyata."
Ucap Gadis yang membuat Ashlan jengah dan merutuki kebodohan sang Ratu yang sedang kehilangan jati dirinya itu.
"Aku heran tidak sang Ratu tidak juga si Raden, kalian benar-benar bodoh benar-benar pasangan yang cocok, sudah pulanglah."
*Hai gaes maaf ya karena outhor lama gak update, satu kata selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau hanya 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*,
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍