PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Adu Jotos Dengan Preman"


__ADS_3

Konon ceritanya lorong lorong ini dibangun pada masa penjajahan dan dijadikan jalan rahasia untuk akses keluar masuk (kraton -kota)bagi para prajurit saat melakukan gerilya.


Tak terasa hari mulai sore,kami kembali menyusuri lorong lorong tadi menuju pintu masuk taman sari tempat awal kami masuk.


Menuju tempat dimana kami memarkir motor kak herdi.


Dan dipelataran taman sari ini ada kediaman seorang pengrajin batik, rumahnya yang juga sekaligus galery batik nya, nama pemiliknya adalah Pak Santoso.


Kami mengurungkan niat untuk pulang dan menyempatkan mampir ke galery beliau, kami melihat banyak karya seni batik berupa lukisan, dan kami juga melihat proses pembuatan batik di workshop nya mulai dari membuat sketsa design lalu memindahkannya pada kain mori,kemudian dibatik dengan sampai proses pewarnaan.


Setia langkahnya dilakukan oleh pengrajin yang berbeda sesuai dengan bagian kerjanya masing masing.


Setelah melihat lihat kamipun berpamitan pulang.


Diperjalanan pulang kami melihat seorang anak kecik yang sedang dikejar oleh sekelompok preman dan herdi memutuskan untuk menolong anak kecil itu.


Akhirnya baku hantam pun terjadi, karena kelompok preman itu berjumlah 5 orang maka otomatis aku pun turun tangan membantu herdi.


"hya... hap... ciat... bruk... akh...."


saling tendang pukul dan menghindar.


Karena para preman itu tak berniat mundur makan aku dan herdi mempercepat gerakan ku menghajar mereka satu persatu.


"Awas...!"


teriak anak kecil itu memperingatkan aku saat salah seorang preman itu akan membokongku dari belakang.

__ADS_1


Aku segera menunduk menghindar kesamping berputar menarik dan memutar lengannya ke belakang,


"hup...krak... srek...brug..akh...ah..."


Aku berpindah ke yang lain lagi,


"hya...tap....bruk...akh..."


Aku berkelit kekiri menyelamatkan wajahku dari tinjuan yang tiba tiba dan langsung memukul rusuk lawan dari samping,


"haih....tap...krak....bruk...akh...."


Akhirnya aku dan herdi berhasil menyelesaikan mereka dengan cepat,tentunya dengan luka patah hampir semua dari mereka dan banyak luka memar.


"Ampun....sudah cukup kami...menyerah"


"Kami...mengaku kalah..ampun.."


"Ingat jangan lagi kami lihat salah satu dari kalian masih berkeliaran memalak anak anak seperti ini lagi"


"Sudah sana bubar...!!"


teriaku marah lalu mengusir mereka.


Aku mendekati anak yang tadi, dari besar tubuhnya ku tebak umurnya sekitar 10 atau 11 tahun dan wajahnya masih pucat juga ada bekas memar lebam di muka dan disudut bibirnya ada darah.


Aku memandangnya kasihan lalu mendekatinya,

__ADS_1


"Adek namanya siapa...?, dan juga kenapa mereka tadi mengejarmu ?"


"Aku Yayan kak, e...tadi mereka mau mengambil uang hasil ngamen aku"


jawab nya pelan masih dengan ekpresi ketakutan yang belum hilang.


"Mereka biasanya nongkrong dimana ? kamu tahu tidak "


Tiba tiba herdi bertanya begitu, entah apa tujuannya


"Iya tahu,ee...mereka biasa...kumpul...di ujung jalan******* itu" katanya pelan ketakutan.


"Ya udah lain kali hati hati ya..,dan ini untuk kamu"


lalu herdi memberikan sejumlah uang kepada anak itu sebelum pergi.


Kami pun melanjutkan perjalan pulang,karena sudah gelap herdi melajukan kendaraan nya dengan lumayan ngebut membuat aku harus memeluknya.


Setelah cukup lama perjalan akhirnya kami sampai di komplek perumahan condong catur, tapi tiba tiba herdi memutar balik motornya dan membuatku bingung.


"Kak kenapa balik lagi ?...,kita mau kemana lagi ?..."tanyaku berisik


"Bensin habis, beli bensin dulu kalau tidak sekarang besok pagi gak keburu kita bisa telat besok"


katanya menjelaskan.


"Oo...aku kira mau kemana ?"

__ADS_1


gumamku pelan, merasa lega.


*vote vote vote like nya gaes๐Ÿ‘๐Ÿ˜˜*


__ADS_2