
Sambil makan, Wati terus memperhatikan wajah pemuda berambut putih keperakan yang sedang duduk bersandar sambil menutup matanya itu.
"Jangan memperhatikan ku berlebihan seperti itu, cepatlah habiskan makananmu"
hardik sang pemuda yang tahu kalau sedang diperhatikan oleh Wati.
"Em, aku hanya kagum, ternyata siluman juga bisa bertrasformasi menjadi manusia tampan sepertimu"
kata Wati dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Makan yang benar, jangan sambil bicara, is...kau ini tidak seperti seorang gadis, tidak menjaga sikap tidak ada lemah lembutnya sama sekali sebagai seorang putri"
ejek sang pemuda yang melihat cara makan Wati yang dianggapnya jauh dari kata pantas untuk seorang gadis apalagi berstatus seorang putri.
"Kau ini ternyata menyebalkan sekali, wajar saja jika aku makan seperti ini karena aku sudah sangat kelaparan dari tadi"
jawab Wati masih sambil mengunyah makanan yang penuh dimulutnya.
Pemuda itu tidak menjawabnya, dia menegakkan tubuhnya lalu berjalan menuju tumpukan beberapa tanaman herbal yang tampaknya sudah dipersiapkan olehnya sebelum Wati datang.
Wati memperhatikan yang dilakukan oleh pemuda itu dan termenung dengan pikirannya.
"Aku bahkan tidak memperhatikan tadi kalau disitu ada setumpuk herbal"
batin Wati.
Taklama Wati sudah menghabiskan makanan dan minumannya.
"Terima kasih untuk makanannya, apa kau juga yang sudah menyiapkan semua herbal ini"
tanya Wati sambil mendekat pada sang pemuda.
"Hem, ini herbal yang akan digunakan untuk membuat tinta segel, jadi perhatikan dan ingat baik baik semua bahannya"
__ADS_1
Wati mulai memperhatikan dan mengingat semua bahan herbal yang ada didepannya itu.
"Dari semua bahan ini masih ada satu bahan yang belum ada, dan kau sendiri yang harus menyiapkannya"
"Aih, kenapa kau ini menyiapkannya tanggung seperti ini, tinggal satu bahan kenapa tidak sekalian kau yang menyiapkannya juga sih"
"Heh, gadis kecil ini adalah tugas sekaligus tantangan untuk mu, semuanya itu tidak instan harus ada usaha"
"Baiklah katakan apa bahan yang harus aku siapkan untuk melengkapi semuanya"
"Darah cemani, kau harus bisa mendapatkan darah cemani"
"Maksudnya?, aku tidak mengerti"
tanya Wati yang belum mengerti
"Kau harus menangkap hewan cemani, yang seluruh bagian tubuhnya dan darahnya berwarna hitam"
"Dimana aku bisa mencari hewan cemani seperti itu?"
tanyaku bingung,
"kalau dikehidupanku yang dulu mungkin bisa mendapatkannya dengan membelinya dari orang yang memelihara ayam cemani, tapi kalau disini dimana?"
batin Wati
"Di hutan ini banyak hewan cemani jadi kau bisa memulai perburuan mu sekarang"
kata sang pemuda dengan nada agak memerintah.
"hah..., kau ini kenapa tidak kau saja yang menangkap hewan cemani itu, dan harusnya aku saja yang mengumpulkan herbalnya"
Wati merasa kesal karena merasa dikerjai oleh pemuda jelmaan dari siluman harimau putih itu.
__ADS_1
"Ternyata didunia seperti ini pun sudah ada prilaku membully"
batin Wati sambil bersungut-sungut hendak pergi memulai perburuan nya.
"Sebelum aku berburu, sebutkan dulu siapa namamu?"
tanya Wati pada pemuda jelmaan itu.
"Panggil saja aku putih"
Jawab sang pemuda itu.
"Ah itu tidak cocok terdengar terlalu imut seperti seekor kucing manis, bagaimana kalau Ashlan, terdengar cukup keren kan?"
kata Wati ketika ingat nama seekor singa yang menjadi bintang sebuah film didunianya dulu.
Sang pemuda merenungkan namanya putih yang memang terdengar imut seperti kucing kecil lucu seperti apa yang dikatakan Wati, sampai akhirnya dia mengangguk menyetujui nama yang diberikan oleh Wati.
"Baiklah Ashlan terdengar tidak buruk"
katanya sambil tertawa
Wati jadi mematung terkesima saat melihat pemuda itu tertawa "sangat tampan" pikirnya.
"Baiklah aku pergi berburu dulu"
kata Wati kemudian mulai pergi dengan melompat dari satu pohon kepohon lainnya.
*Semoga bisa membayar ke alpaan author selama beberapa hari kemarin tidak up,
terima kasih untuk semua dukungan dari para readers dan ikuti terus ceritaku dan dukung terus author dengan vote dan like 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1