PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Malam Mingguan"


__ADS_3

Sorenya saat perjalanan pulang dari kantor, seperti yang sudah di prediksi oleh andre juga wati, tiba tiba ada mobil yang menghadang perjalanan wati.


Dua orang laki laki berbadan besar turun dari mobil mendekati wati tapi tidak melakukan kekerasan apapun.


Mereka mengancam wati untuk tidak banyak mencari tahu seputar kecurangan yang terjadi khususnya di lapangan.


Setelah merasa cukup memberikan peringatan dan ancaman, kedua laki laki itupun pergi melaju dengan mobilnya meninggalkan wati.


Wati pun melanjutkan perjalannya dengan bermotor setelah sebelumnya menarik napas panjang bukan karena takut tapi karena kecewa tidak jadi beradu jotos dengan kedua orang lelaki tadi.


Untuk menghilangkan perasaan geramnya wati melajukan motornya ngebut bak pembalap MotoGP.


Dan beberapa orang yang membayanginya hanya bisa geleng geleng kepala melihat aksi ngebutnya itu.


"Cewek yang imut itu ternyata tomboy juga ya, cek..cek..."


"Ternyata cewek yang disuka si bos memang istimewa lain dari yang lain"


"Wat..., inget hati hati...ah..harusnya aku tidak membiarkanmu mengendari motor, sial..."


Begitula komentar dari semua laki laki penguntit wati yang tentunya dengan ekpresi dan pikiran mereka masing masing.


Sesampainya di rumah


"Assalammu'alaikum"


katanya memberi salam lalu masuk kerumah langsung menghampiri eyang putri nya.


"wa'alaikum salam, sudah pulang kamu cah ayu"


kata eyang penuh kasih pada cucunya yang satu ini.


"Apa kegiatan eyang hari ini ?, eyang nggak melakukan yang capek capek kan"


"Hari ini eyang cuma menemani yati belanja dan masak lalu nonton tv, seperti biasanya"

__ADS_1


kata eyang putri memberi laporan.


"Kalau eyang bosan besok minggu kita piknik gimana eyang ?"


"Eyang mah manut, tapi kalo eyang kekeselan piye ?"


"Piknik itukan kita liburan santai bukan harus eyang jalan kesana kemari, eyang cukup duduk santai menikmati pemandangan dan semuanya"


"Ya bolehla bolehlah"


katanya eyang tersenyum.


"Ya wes ndang adus, awakmu wes masem ambune" (ya sudah cepet mandi, badanmu sudah bau masem)


"Ya sudah sekarang wati mandi dulu ya eyang"


kata wati lalu beranjak untuk mandi setelah mencium pipi eyang putri.


Malamnya selepas magrib tiba tiba ada yang mengetuk rumah wati.


"Assalammu'alaikum"


"Wa'alaikum salam, tunggu sebentar"


"Yat coba lihat itu ada tamu"


kata eyang meminta bik yati menerima tamu.


"Oh mas andre, monggo mas silahkan masuk"


kata bik yati mempersilahkan sang tamu yang ternyata mantan majikannya.


"Tunggu sebentar ya mas andre, bibik panggil mbak wati nya dulu"


"Iya bik santai saja"

__ADS_1


"Wah nak andre toh, lama ya nak andre gak kesini sejak wati kalo berangkat kerja pake motor"


tiba tiba eyang putri muncul dan langsung keluar uneg unegnya.


"Eyang, eyang putri apa kabar ?"


sapa andre sambil menyalami tangan eyang putri dan mencium punggung tangan eyang.


"Alhamdulillah eyang sehat, dudukla sebentar lagi wati keluar"


"Hai ndre...sudah lama nunggu ?"


sapa wati basa basi


"Barusan, kita jalan yuk...malam mingguan,sudah lama kita gak duaan"


ajak andre tanpa malu malu biarpun masih ada eyang putri di dekatnya.


"Sudah gak papa tapi jangan pulang kemaleman dan hati hati"


kata eyang putri menjawab sebelum wati sempat menjawabnya.


Andre hanya tertawa kecil atas sikap eyang putri yang memang memberi lampu hijau untuk hubungan wati dan andre.


Wati dan andre pun berpamitan pada eyang putri dan bik yati.


"Eyang, wati sama andre pergi dulu ya.., eyang hati hati di rumah, dan bik yati titip eyang, kami pergi dulu"


"Iya mbak, hati hati di jalan ya mas andre"


balas bik yati sebelum menutup pintu.


Andre pun melajukan mobilnya mengajak wati berkeliling kota hanya sekedar untuk menghabiskan waktu berdua wati melepaskan perasaan rindunya pada wati lalu membawa wati mampir ke rumahnya.


*Vote vote vote

__ADS_1


like like like 👍😘*


__ADS_2