
Hari berikutnya setelah sholat subuh, Arya harus berlatih keras bersama Ki Ireng dan Ashlan.
Saat Arya keluar pondok dan menuju tepian kali tempat biasanya dia berlatih bersama Ki Ireng, Arya mendapatkan satu pemandangan yang membuat nyalinya sempat menciut.
Dilihatnya seorang gadis berpakaian serba putih sedang duduk diatas batu ditepian kali, terdengar sedang bersenandung yang membuat bulu kuduk siapapun yang mendengarnya pasti akan meremang.
Arya hanya melihat dan mendengarkan lantunan kidung tanpa berani mendekat, Arya khawatir si gadis berpakaian serba putih itu akan marah padanya jika dia mendekat.
Arya menebak jika gadis itu bukan manusia pada umumnya, karena selama ini tidak pernah ada orang lain yang datang kekawasan mereka kecuali peduduk desa bawah yang akan datang karena berobat.
Selain itu mana ada gadis cantik bersenandung kidung di tepi kali saat hari masih gelap karena mentari juga masih maluΒ² untuk menyinari bumi.
Saat Arya sedang sibuk dengan pikirannya sendiri, tanpa disadarinya jika gadis itu sudah berpindah tempat berada di sampingnya.
"Raden... apa yang kau pandangi? apa aku begitu cantik? apa suaraku merdu? sampai kamu terpesona?"
Tanya gadis berpakaian serba putih itu tiba-tiba, yang membuat lamunan Arya berubah menjadi keterkejutan.
Bukan hanya terkejut tapi bulu kuduknya pun sempat meremang, reaksi alami tubuh saat bertemu mahluk astral.
Tapi begitu melihat wajah sigadis yang sangat cantik, membuat Arya yang tak pernah terpikat sosok gadis manapun kali ini terpesona.
Diperhatikannya wajah gadis yang sempat membuat dadanya hapir melompat karena terkejut itu, mata yang agak sipit tapi ada aura magis yang terpancar dari sana hidung lancip yang mungil dan bibir tipis yang sedang tersenyum manis, membuat wajahnya yang elok bersinar seperti rembulan.
"Cantik..."
Satu kata tanpa disadari lolos dari mulut Arya.
"Benarkah aku cantik Raden? kemana saja kamu selama ini Raden? aku selalu menantimu disini, tapi kamu tiba tiba menghilang."
__ADS_1
Tanya gadis itu pada Arya, yang membuat Arya bingung karena dia tidak pernah mengenal apalagi melihat gadis ini sebelumnya.
"Siapa kamu? aku bahkan tidak pernah mengenalmu sebelumnya apalagi melihatmu."
Tanya Arya bingung sambil berjalan mencari batu yang nyaman untuknya duduk.
Rasa merinding yang awalnya dia rasakan saat pertama melihat gadis ini tadi tiba-tiba sudah berubah menjadi rasa tertarik.
"Kamu jahat Raden, selama ini aku selalu bersamamu sejak awal kamu masih segini."
Si gadis memberi isyarat tangan yang kalau diartikan bearti sejak Arya masih kecil.
"Aku selalu menemanimu bermain dan berlatih juga mandi disana."
Tunjuk si gadis kearah kali.
"Kamu jangan mengada-ada ya, sejak kecil hanya bunda dan kakek yang menemaniku, jadi bagaimana kamu bisa bilang selalu bersamaku?"
"Aku selalu bersamamu, tapi Ki Ireng tidak pernah membolehkan ku menampakkan diriku didepanmu."
Jawab si gadis dengan mimik wajah yang berubah cemberut dan tampak imut di mata Arya yang membuatnya tersenyum geli.
"Sekarang kenapa kamu menampakkan dirimu? apa kamu tidak takut kakek akan memarahimu atau menghukummu nanti?"
"Aku tidak takut, aku sudah terlalu lama bersembunyi darimu, aku ingin kamu tahu Raden kalau aku ada dan selalu menanti saat ini."
Jawab si gadis sambil mendekatkatkan wajahnya ke wajah Arya dengan senyum manisnya.
Arya refleks langsung menarik wajahnya kebelakang karena terkejut dengan ulah si gadis yang wajahnya tiba-tiba hanya berjarak beberapa jari dari wajahnya.
__ADS_1
"Jangan suka mengagetkanku, dan jangan suka bersikap konyol seperti tadi pada laki laki manapun."
Seru Arya yang kaget dan juga jengkel dengan sikap si gadis yang terlalu absurt tadi bagi Arya.
"Kenapa? apa aku tidak cantik? apa kamu tidak suka padaku?"
Tanya si gadis yang tiba-tiba merasa sedih karena mengira Arya tidak menyukainya.
"Bukan seperti itu, kamu cantik dan manis, tapi tidak baik bersikap seperti tadi kepada laki laki manapun."
Jawab Arya mencoba menjelaskan.
"Baiklah aku tidak akan seperti itu pada siapapun, tapi hanya pada kamu Raden."
Kata si gadis lagi sambil menggoyang goyangkan tangan Arya yang entah bagaimana sudah dipeluknya.
"Eah.... jangan begini juga, tidak boleh sembarangan menyentuh orang yang tidak kamu kenal."
Kata Arya yang kembali kaget dengan ulah absurt si gadis, dan berusaha melepaskan lengannya dari pelukan si gadis.
"Emmm.... baiklah tidak akan sembarangan menyentuh orang yang tidak dikenal, tapi aku mengenalmu Raden sangat sangat mengenalmu."
Sahut si gadis sambil tersenyum manis dan tak mau melepaskan pelukannya dari lengan Arya.
"Hahhh.... terserah kamu sajalah, sekarang katakan siapa namamu?"
Arya merasa frustasi dengan sikap absurt si gadis, akhirnya hanya pasrah, terserah apa mau kamu gadis cantik kira-kira seperti itu yang dipikirkan Arya.
"Oh iya aku lupa kalo Raden belum mengenal namaku, perkenalkan aku si gadis paling manis dan imut namaku Niluh Kencana Wangi."
__ADS_1
*Akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya ya gaes, walau hanya bisa up 1 bab setelah 2 hari nulis, do'a kan semoga outhor bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate ππ*
ππππππππππππππππππππππππππππππππ