
Sudah tiba saatnya wati membawa arya untuk bersekolah, karena pendaftaran murid baru sudah selesai dan arya dinyatakan resmi menjadi murid TK di kampung bawah.
"Arya sudah cukup berlatihnya, sekarang mandi karena sebentar lagi arya akan sekolah"
suara wati menghentikan latihan arya dan ki ireng.
"Hore...arya akan sekolah ya bunda ?, wah arya seneng sekali bisa ketemu anak anak lain, arya sudah gak sabar bunda ingin main sama anak anak yang seumuran arya"
sorak kegirangan dari arya sambil melompat lompat.
"Makanya sekarang arya cepat mandi sama kakek"
"Ki tolong bantu arya mandi ya..., aku akan menyiapkan sarapan dan bekal untuk arya dulu"
"Baikla neng, aki pamit ke kali dulu sama arya"
ya untuk menghindari banyak tanda tanya maka ki ireng memanggil wati dengan neng bukan lagi putri.
Untuk menghindari jenuh saat menunggu arya selama sekolah maka wati sudah menyewa sebuah warung kecil dengan bantuan pak dukuh tentunya, untuk berjualan obat herbalnya, semua sudah direncanakan wati dengan baik.
"Bunda...arya pakai baju mana untuk sekolah ?"
tanyanya penuh semangat.
__ADS_1
"Arya pakai baju seragam yang sudah bunda siapkan dikamar, dan itu tas juga sepatu arya"
"Wah...arya sudah rapi dan ganteng belum bunda"
tanyanya lagi masih penuh semangat.
"Sini biar bunda rapikan, nah sekarang arya nya bunda sudah ganteng"
kata wati sambil mencium pipi putranya.
"Ayo, sekarang kita sarapan dulu"
Wati, ki ireng dan arya sarapan bersama, mereka tampak seperti sebuah keluarga yang bahagia, ya wati sudah menganggap ki ireng seperti kakeknya sendiri, begitu pula dengan ki ireng yang menganggap wati bukan hanya sebagai tuan putrinya tapi juga sebagai cucunya dan ki ireng sangat menyayangi arya.
"Iya baiklah, eneng dan arya juga hati hati selama di kampung"
pesan ki ireng pada wati, karena ki ireng tetap saja khawatir sebab selama ini arya tidak pernah keluar dari pemukiman mereka.
Setelah merapikan bekas sarapannya wati dan arya segera berangkat turun ke kampung bawah ke sekolah arya.
"Arya nanti selama sekolah arya tidak boleh nakal, kalau guru sedang mengajar arya harus perhatikan belajar yang baik jangan bermain dulu"
pesan wati selama perjalanan.
__ADS_1
"Iya bunda, arya akan jadi anak baik, arya akan belajar dengan tekun biar jadi anak pintar"
begitulah jawaban arya, karena dia menang anak yang cerdas dan berbicara juga arya sudah mengucapkan kata-katanya dengan fasih.
Sebetulnya di rumah arya juga sudah belajar membaca dan menulis juga sudah bisa berhitung, tapi wati ingin agar arya tumbuh seperti anak pada umumnya bisa bergaul bersama anak-anak seumurnya.
Perjalanan wati dan arya tidak butuh waktu lama, dalam sekali kedipan mereka sudah ada di kampung bawah dan berjalan menuju sekolah arya.
Setelah masa perkenalan antara murid dan guru juga ortu, akhirnya anak anak mulai belajar dan wati mulai menuju warung kecilnya untuk mulai berjualan obat tanaman herbal nya.
Karena ini hari pertama wati berjualan herbal di warung maka masih sepi karena belum ada yang tahu.
Dan wati menggunakan waktunya untuk merapikan dan menata dagangannya.
Tampak mulai ada orang yang datang kewarungnya walau sekedar melihat dan bertanya bahkan ada yang berkonsultasi masalah penyakitnya pada wati.
Wati melayani mereka dengan ramah dan sopan, wati juga mulai menawarkan dagangannya sesuai dengan keluhan penyakit mereka.
Sebagai awal ada yang mulai tertarik dan membeli sepaket kecil herbal untuk coba coba karena baru dan akan mulai beli lagi apabila cocok dan hasilnya terasa.
Akhirnya warung kecil wati mulai ramai pengunjung, dan ini cukup membuat wati merasa bahagia.
*Vote vote vote
__ADS_1
like like like 👍😘*