PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Bantuan Sahabat"


__ADS_3

Flashback on


Sebelumnya saat akan check in tiba tiba Arya tertabrak oleh seseorang dan tanpa disadari oleh Arya kejadian itu sebenarnya hanya pengalihan sehingga Arya kehilangan tiket pesawat nya sekaligus juga ponselnya.


Karena penerbangan dengan tujuan Pontianak sore ini adalah penerbangan terakhir, maka Arya terpaksa kembali membeli tiket untuk hari berikutnya.


Tapi saat di loket bagian tiketing, tanpa sengaja Arya bertemu Boy teman sekolahnya sewaktu di SMA.


Akhirnya Arya ikut ajakan Boy untuk terbang ke Balikpapan dan membeli tiket untuk penerbangan malam itu juga.


Dan karena itu pula Arya selamat dari tragedi pesawat naas tersebut.


Flashback off


"Hallo Boy, gimana sekarang lo lagi dimana nih?"


"Hai bro...ini gue masih di rumah nyokap gue, bentar lagi otw "


"Ok, jadi kita ketemuan dimana nih?"


"Lo tunggu gue di cafe ***** ntar gue jemput lo, kita langsung ke kantor bokap, ok"


"Ok ok, siip"


Setelah menutup panggilan via handphone-nya Arya segera bersiap dan lebih dulu pamit ke Oma nya sebelum pergi.


"Oma...Arya pergi dulu ya, do'a-kan semoga om Marco papinya Boy mau bantu kita"


Arya mencium pipi Oma nya sebelum pergi, meninggalkan rasa haru dihati Oma nya.


"Maafkan Oma sayang, seandainya dulu Oma merestui hubungan ayah bundamu, tentu sekarang kita bisa berkumpul bersama."


Batin wanita cantik yang sudah menua itu dengan mata yang berkaca-kaca.


"Baikla hati hati kamu masih asing dengan daerah sekitar sini, jadi biarkan sopir yang mengantar kamu"


"Siapp...komandan mmmuach 😘😘😘"

__ADS_1


Arya memberikan ciuman dipipi Oma nya.


Sopir mengantarnya ke cafe **** tempat dia janjian dengan Boy temannya yang sudah berjanji akan membantu nya.


Rentang waktu sepuluh menit setelah menunggu di cafe dengan melihat berita terhangat sosmed di handphone nya, akhirnya yang ditunggu muncul.


"Hai bro, sorry lama ya nunggu?"


sapanya Boy sambil menarik bangku diseberang Arya duduk.


"Gak juga, nyantai aja, jadi gimana rencana kita?"


tanya Arya setelah menutup sosmed dan menyimpan handphone nya kembali.


"Gue bawa lo temui bokap dulu, biar bokap yang atur semuanya"


"Ok kalo gitu kita langsung aja jalan bro"


"okelah, mbak...tolong billnya ya"


Teriak Boy melambaikan tangannya kearah pelayan dan meninggalkan selembar uang merah untuk membayar bill.


Pelayan tadi berlari dibelakang mereka dan meneriakkan sesuatu.


"Bang kembalian nya"


teriak gadis pelayan itu.


"Ambil aja untuk mbak"


jawab Boy tanpa menoleh kebelakang.


Boy langsung membawa Arya kekantor untuk bertemu papinya.


Sesampainya di kantor yang gedungnya terlihat menjulang walau ekterior nya tampak biasa tapi berkelas saat memandang bagian luar gedung.


Boy langsung membawa Arya menuju ke ruang kerja papinya.

__ADS_1


Sekretaris yang cantik segera menyambutnya dengan ramah dan senyum yang manis.


"Tuan muda, tuan Marco sedang menemui klien didalam, harap ditunggu"


kata sekretaris itu ramah dengan hati hati yang hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Boy.


Setelah cukup lama menunggu akhirnya klien itu keluar diantar oleh pria paruh baya yang masih tampak ganteng dan berwajah bule.


Setelah mengantar tamunya, pria bule itu segera menghampiri Boy dan memeluknya.


"Hei Boy how are you ?, oh you're an adult now you're handsome Boy"


"Pap kenalkan ini teman Boy, dia Arya yang Boy ceritakan ke pap lewat telepon.


"Sore om, kenalkan saya Arya teman Boy"


sapa Arya dengan mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.


"Hai Arya, saya papinya Boy panggil saja om Marco"


balas Marco memperkenalkan diri.


"Ok Boys, mari kita bicarakan di dalam"


ajak Marco sambil masuk kedalam ruangan nya.


Arya memperhatikan seluruh ruang kerja papi sahabat nya itu, tidak banyak barang hanya sofa untuk tamu, dan barang barang yang memang harus ada diruang kerja seorang CEO.


Tidak seperti ruang kerja kebanyakan orang yang berisi barang barang mahal walau tidak begitu berfungsi hanya untuk menunjukkan kesan mewah.


"Jadi bagaimana apa yang bisa om bantu?"


tanya Marco ramah tanpa basa basi.


Arya menceritakan semua masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan Oma-Opa nya yang sedang terancam karena penghianatan dan korupsi yang dilakukan oleh keluarga Oma nya.


*Ok readers hari ini author up tapi gak janji bisa up banyak, tapi author akan usahain untuk tetap up, tolong bantu author dengan vote like koment dan rate 😘👍 biar author semangat ya gaes*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2