
Arya akhirnya merasa tenang karena telah berhasil menemukan Wangi, dan tak ingin Wangi kembali hilang Arya memerintahkan asistennya untuk menyiapkan sebuah rumah hunian sederhana untuk Wangi dan Mak Yaya, karena tak mungkin baginya membawa keduanya kerumah utama milik Oma-nya.
Pastilah Oma-nya akan bingung dan memberondongnya dengan banyak pertanyaan.
Boy yang mendengar percakapan Arya lewat handphone-nya sudah bisa menebak rencana Arya itupun segera bertanya,
"Bro, tujuan kita sekarang ke rumah sakit atau kemana?"
"Kita kerumah yang sudah disiapkan oleh Fariz, karena Wangi juga sudah sadar dari pingsannya,jadi biarkan si Emak dan Wangi beristirahat lebih dulu."
Jawab Arya yang segera di setujui oleh Boy.
"Ok, alamatnya kemana ini."
Arya lalu men-share lokasi yang sudah dikirimkan oleh Fariz sebagai asisten pribadinya.
"Kalau tidak jadi ke Rumah Sakit, kenapa tidak kalian antar pulang lagi saja kami ke pesisir?"
Ucap Mak Yaya yang merasa keberatan dan takut jika ternyata kedua pemuda ini memiliki niatan jahat.
Bagaimanapun Mak Yaya tidak tahu kebenarannya apakah benar pemuda ini adalah tunangan Gadis.
"Mulai sekarang Wangi akan tinggal di rumah yang sudah saya siapkan, kalau seandainya Emak ingin pulang, maka nanti pegawai saya akan mengantarkan Mak pulang tapi Wangi akan tetap tinggal."
Mak Yaya yang mendengar apa yang di ucapkan Arya itupun akhirnya hanya bisa menuruti apa kata pemuda itu, Mak Yaya tak ingin berpisah dari Gadis yang sudah dianggapnya anaknya sendiri sejak awal menemukan Wangi.
"Hahhhh..... baiklah baiklah! tidak mungkin Emak meninggalkan anak Emak si Gadis ini bersama kalian begitu saja, Emak masih belum percaya jika anak ini benar tunangan Gadis."
Ucap Mak Yaya dengan menarik napas beratnya, akhirnya mengikuti kemauan Arya.
Kurang lebih Satu jam kemudian sampailah mereka ke kawasan perumahan yang cukup mewah, walau sebelumnya Arya hanya berpesan agar disiapkan rumah sederhana tapi nyatanya sang Asisten tetap memilihkan di area perumahan yang masih bisa di bilang mewah.
Boy akhirnya memarkirkan kendaraan mereka di depan halaman sebuah rumah kosong sesuai map yang di share Arya yang sebelumnya juga dikirim oleh Fariz sang Asisten.
Tampak keluar seorang bapak bapak yang berlari membukakan pintu pagar halaman rumah.
__ADS_1
"Tuan Arya ?"
Tanya bapak bapak itu menghampiri Boy yang ada di bangku kemudi.
"Iya bapak, apa ini rumah yang di siapkan oleh Pak Fariz?"
Tanya balik Boy kepada bapak itu setelah menjawab pertanyaan bapak itu tadi.
"Benar Pak, mari silahkan."
Bapak itupun segera membuka pintu pagar lebar lebar agar mobil bisa masuk ke halaman.
Setelah mobil masuk, pintu pagar segera ditutup rapat lagi oleh si Bapak.
Si Bapak lalu mempersilahkan rombongan Arya masuk ke dalam rumah, yang ternyata di dalam rumah juga sudah di lengkapi dengan asisten rumah tangga yang berjumlah tiga orang.
"Silahkan Tuan, perkenalkan nama saya Adi sebagai satpam penjaga rumah ini, dan ini ada Bu Eli, Ria, dan Desi mereka asisten rumah tangga disini."
Pak Adi mulai memperkenalkan dirinya juga ketiga wanita yang menjadi asisten rumah tangga di rumah itu, ketiga wanita beda usia itupun membungkukkan sedikit kepala mereka menghormat pada rombongan Arya yang sebelumnya mereka sudah dikabari jika yang akan datang adalah rombongan sang majikan.
Arya pun mulai memperkenalkan dirinya beserta yang lain kepada Pak Adi dan para pengurus rumah.
"Yang akan tinggal dan menempati rumah ini adalah Mak Yaya dan Wangi, jadi tolong bantu jaga dan perhatikan kebutuhan mereka, buat mereka senyaman mungkin ya."
Setelah acara perkenalan para majikan dan pelayan, para pekerja kembali pada pekerjaan mereka masing-masing, kecuali Bu Eli yang lanjut memperkenalkan bagian dalam rumah kepada rombongan Arya.
Setelahnya Arya dan Boy pun berpamitan karena hari juga mulai gelap,
"Mak Yaya, Wangi saya pulang dulu ya, seandainya ada yang kalian butuhkan cukup bilang ke Bu Eli atau Pak Adi, insya'Allah besok saya berkunjung ke sini lagi untuk prases pengobatan Wangi."
"Iya nak Arya terimakasih banyak, walau semua ini Emak rasa sangat berlebihan."
"Iya emmm.... Gadis harus panggil apa?"
Kata Wangi yang bertanya kepada Arya dengan wajah merona karena malu.
__ADS_1
"Cukup panggil Raden, karena itu panggilan yang kamu peruntukan untuk saya dulu."
Ucap Arya sambil tersenyum menjawab pertanyaan Wangi yang malu malu tadi.
"Dan Emak gak perlu merasa gak enak, mulai sekarang rumah ini milik Emak dan Wangi, jadi tetaplah bersikap seperti biasanya dirumah sendiri."
"Baiklah saya pamit dulu."
Arya lalu berjalan keluar rumah di ikuti Mak Yaya dan Wangi juga Bu Eli.
Arya melihat Boy yang sedang mengobrol berdua Pak Adi di bangku samping pos jaga tempat Pak Adi bertugas menjaga rumah itu.
Arya lalu menghampiri keduanya untuk berpamitan pada Pak Adi dan menyampaikan beberapa pesan berkaitan dengan keselamatan Wangi juga Mak Yaya.
Setelah semuanya selesai, Arya dan Boy pun meninggalkan rumah itu menuju kediaman Oma-nya Arya.
Esoknya setelah lebih dulu menyelesaikan pekerjaan kantornya, Arya menjemput Wangi dan Mak Yaya untuk mengatarkan Wangi ke Rumah Sakit guna melakukan pemeriksaan pada tubuh dan juga syaraf kepala Wangi yang berhubungan dengan hilangnya ingatan Wangi.
Arya memahami jika tubuh fana Wangi ini pastilah memiliki ingatan sendiri sebagai pemilik tubuh sebelumnya, dan Arya tak ingin kedepannya akan muncul masalah baru jika suatu waktu keluarga dari pemilik tubuh ini bertemu dengan Wangi sebagai pemilik baru dari tubuh ini.
Perjalanan tentang penitisan memang sulit untuk menjelaskannya, karenanya Arya sebisa mungkin ingin mengetahui latar belakang dari kehidupan pemilik tubuh itu sebelumnya.
Arya berharap Wangi dapat mengingat walau hanya sedikit memory yang ada dalam ingatan tubuh itu.
Sebelumnya Fariz sang asisten pribadinya sudah lebih dulu mendaftarkan Wangi sebagai pasien dan melakukan janji temu dengan Dokter kepala dari Rumah Sakit yang mereka datangi.
Begitu sampai di Rumah Sakit, tak terlalu lama bagi mereka menanti antrean, terdengar dari pengeras suara nama Wangi sudah terdengar dipanggil untuk bertemu dan konsultasi ke Dokter seputar penyakit yang mungkin di idap oleh tubuh Wangi dan ingatannya.
*Hai gaes maaf ya karena outhor lama gak update, satu kata selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau hanya 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1