
Saatnya jam makan siang berta menghampiri ku, mengajak makan siang bareng.
"Wat...kita makan siang bareng yuk"
"Ada rencana makan dimana?"
tanyaku sambil menyimpan semua pekerjaanku dalam laci meja.
"Kita makan yang deket sini aja, aku ada warteg yang rekomended, pokoknya kamu pasti suka"
"Ayolah ini perutku sudah berdendang dari tadi kuy lah"
katanya sambil menarik tangan ku.
Kami pun berjalan berdua keluar kantor sambil bercanda, ternyata berta orangnya supel dan mudah berkawan jadi kami cepat akrab.
Dibelakang mereka tampak seorang gadis menatap keduanya dengan sinis, dan saat tidak ada yang memperhatikannya dia langsung menghubungi seseorang lewat HP nya.
"Ada kerjaan untuk kalian, bla bla bla bla..."
perintahnya pada orang yang disebrang telpon.
Setelah itu dia tampak senyum dan dengan santainya masuk kedalam ruang kerjanya.
Balik lagi ke wati dan breta
Saat ini wati dan breta sedang duduk dan makan di salah satu meja dalam warteg pinggir jalan yang tidak jauh dari kantor tempat mereka.
"Gimana wat, enak kan makannya, ini tu warung makan langgananku"
cerocos breta dengan mulut yang penuh makanan.
__ADS_1
"Iya enak, kamu pinter milih warung makan, apa tiap hari kamu makan disini?"
"Ya gak juga, kalo pas lagi pingin makan nasi aja baru aku kesini, apalagi lauk yang ini ni oseng sotong cabe ijo disini paling the best lah"
katanya lagi masih dengan mulut penuh makanan.
Setelah selesai makan, kamipun langsung jalan balik ke kantor lagi.
Tapi tiba tiba datang sekelompok orang bermotor dan berputar mengelilingi kami.
Breta sudah ketakutan dan histeris berteriak minta tolong,
"Tolong....tolong...."
Tapi karena area menuju kantor ini agak terpencil jadi sepi jarang ada orang lewat.
Aku hanya menggenggam tangan breta agar dia sedikit tenang, sambil menunggu kelompok bermotor yang memutari kami menghentikan aksinya.
"Duh..duh..cewek manis pada mau kemana?, yuk ikut abang kita enak enakan..."
kata salah seorang dari mereka dengan wajah mesumnya yang mengamati kami dari atas sampai kebawah dan di sahuti ketawaan oleh kawanannya.
"Siapa kalian, dan apa mau kalian?! jangan banyak basa basi"
kataku dengan intonasi yang keras dan menekan.
"Aduh neng kayak gak sabaran ingin langsung merasakan nikmat surga dunia ya"
bacotnya yang disahuti ketawaan yang lain.
"Aku sudah lama gak latihan, rasanya sudah gatal ingin menghajar mereka"
__ADS_1
batinku sambil memeriksa penampilanku, yang untungnya aku selalu memakai stelan kerja celana panjang untuk bawahannya, dan setelah insiden hak sepatu yang nyangkut waktu itu, sekarang aku hanya memakai flat shoes.
"Breta kamu yang tenang ya, usahakan pukul mereka pakek apapun, pake sepatu atau tas kamu kalo mereka mendekat, ok"
kataku memperingatkan breta agar ikut mempertahankan diri bila mereka mendekat.
"Ok, sekarang langsung ke intinya jangan banyak bacot lagi gak ngaruh buat aku, siapa yang nyuruh kalian"
kataku sambil menggulung lengan kemejaku sampai siku.
"Wah... wah...tampaknya cewek yang satu ini sudah tahu apa tujuan kita, ya udah ayo ringkus"
kata salah satu dari mereka yang sebagai ketua dan merekapun mulai mendekat sambil tertawa tawa untuk menangkap kami.
"Hia...bruk..brak...ah...."
teriak seorang dari mereka yang sudah mendekat wati tadi.
Melihat seorang kawannya jatuh dihajar wati, mereka pun menghentikan tawanya.
"Sial cewek satu ini jago, ayo jangan sungkan lagi"
teriaknya mengomando kawan kawannya yang mulai menyerang wati.
"Ha...hup...crak...brak...aa..."
"bak..buk...hia...crak...bruk...ak"
"hia.. duk...crak....brak...hek.."
*vote vote vote and like like like👍😘*
__ADS_1