
Sang Adipati yang melihat dihadapannya saat ini adalah seorang gadis yang sangat cantik, langsung mengangkat tangannya memberi tanda pada pengawalnya itu untuk menghentikan hardikannya pada gadis cantik yang sedang berdiri didepan ini.
"Katakan siapa namamu nona, dan apa tujuan mu ?"
tanya sang Adipati pada gadis didepannya ini yang tak lain adalah wati.
Lebih dulu Wati memberi hormat dengan menundukkan kepalanya baru memperkenalkan dirinya pada sang Adipati
"Maafkan nona ini tuan, nama saya sekar, saya hanya sekedar lewat hendak menuju ke kadipaten Tulungagung"
Kata wati yang menyamar dan memalsukan namanya menjadi sekar.
"Baiklah nona, aku akan menerima permintaan maafmu apabila kamu mau menerima undangan Adipati ini untuk menemaniku makan"
Kata sang Adipati dengan tersenyum genit dan tatapan lapar seperti serigala.
Wajah wati mendadak pucat seolah olah terkejut karena baru mengetahui kalau orang yang ada dihadapannya saat ini adalah sang Adipati.
"Oh...maafkan hamba yang tidak mengenali kanjeng Adipati, baiklah hamba terima undangan makan dari kanjeng"
"Actingku Sangat sempurna sekali, seandainya saat ini aku sedang ikut casting audisi pencarian bakat, sudah pasti aku adalah pemenangnya hi...hi...hi.."
Batin wati sambil menahan geli.
__ADS_1
Begitu mendengar gadis didepannya bersedia ikut makan bersamanya, tanpa tahu malu sang Adipati yang mesum itu langsung menarik tangan wati dan masuk ke dalam kedai makan yang kemarin.
Wati yang baru saja melamun langsung terkaget dan hanya mampu mengikuti sang Adipati.
Di dalam kedai itu saat sang Adipati sedang menarik bangku dengan niat agar wati duduk disampingnya tapi lebih dulu wati duduk dibangku yang berseberangan dengan sang Adipati.
"Kenapa nona duduk disitu, duduk dekat dengan Adipati ini nona"
kata sang Adipati dengan tersenyum menggoda
"Ah...hamba tidak berani kanjeng Adipati, biarlah hamba duduk disini saja"
kata wati menolak tawaran sang Adipati sambil tersenyum manis.
"Baiklah baiklah tidak masalah, duduklah dimanapun kau suka nona"
Taklama kemudian pelayan datang tanpa bertanya menu mereka langsung menghantarkan hidangan makan siang mereka.
Pelayan yang menghantarkan hidangan adalah gadis pelayan yang sama yang kemarin juga melayani sang Adipati bahkan juga melayani nafsunya.
Sang gadis pelayan pergi dengan menghentak hentakkan kakinya seolah mengatakan kalau dia sedang sangat kesal dengan sang Adipati yang tak menghiraukannya karena kehadiran gadis lain.
Wati menyantap makan siangnya seolah sangat menikmatinya walau sebenarnya dia sangat kesal karena ternyata sang Adipati yang mesum itu terus mengganggunya.
__ADS_1
Ternyata dari tadi kaki sang Adipati tidak bisa diam, kakinya dibawah meja sibuk mengelus betis wati.
"Sial laki-laki mesum ini memang tidak tahu tempat, dia bisa melampiaskan nafsunya dimanapun"
gerutu wati dalam hati, tapi dia tetap menampilkan senyum manisnya karena memang tujuannya untuk memikat sang Adipati agar dia dapat balas dendam.
Karena merasa gadis cantik dihadapannya ini tidak menolak bahkan tetap tersenyum padanya walau dia telah bertindak tidak senonoh, maka dengan tak tahu malunya sang Adipati mulai merayunya lebih berani lagi.
"Nona kau pasti sangat lelah karena telah melakukan perjalanan jauh, lebih baik kau ikut ke kediamanku untuk istirahat lebih dulu sebelum melanjutkan perjalananmu"
sang Adipati mulai merayu mangsanya sambil tersenyum.
Wati yang merasa kalau jeratnya mulai dimakan oleh buruannya pun menjawab ajakan sang Adipati dengan dibumbui sedikit rayuan.
"Terima kasih kanjeng, tapi apa tidak akan membuat istri kanjeng marah karena cemburu"
kata wati dengan tersenyum manja.
"Ha...ha...kau jangan khawatir, memangnya wanita tua itu bisa apa, tidak akan ada yang berani menyentuh semua wanitaku"
Dasar laki laki durzana, dia bahkan menyebut istrinya wanita tua.
*Ok readers hari ini author cukup segini dulu up nya, kita lanjut besok lagi ya gaes,
__ADS_1
tetap semangat dan dukung terus author dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍