PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Gadis Dj nya Boy 2"


__ADS_3

Hati Boy mendadak mendidih penuh amarah mengetahui ada yang mengganggu gadisnya.


Dia tanpa bicara langsung keluar dari private room menghampiri gadis DJ nya.


Arya yang menyadari ada yang tidak beres pun mengikuti Boy menuju tempat keributan.


"Halah berapa sih harga lo, jangan sok suci lo kalo ditempat kayak gini"


kata laki laki yang sedang memaksa menarik tangan gadis DJ itu.


"Jaga ya mulut busuk lo, biar profesi gue begini tapi gue perempuan baek baek"


teriak gadis DJ itu sambil berusaha menarik tangannya.


Tapi laki laki itu bahkan sudah berhasil menariknya kedalam pelukannya dan pada saat itu juga sebuah pukulan mengenai wajahnya.


Dan gadis DJ itu pun langsung ditarik oleh Boy dari pelukan laki laki berengsek itu.


Laki laki itu menghapus darah yang ada disudut bibirnya dan menyeringai penuh ejekan.


"Pergi lo sekarang juga kalo lo masih mau hidup"


bentak Boy penuh emosi pada laki laki yang niat melecehkan gadis DJ pujaannya.


"Lo kira lo siapa hah?! apa hak lo ngusir gue?, gue mau dia terus apa urusannya sama lo?!!..."


teriak laki laki itu emosi sambil maju menyerang boy.


Boy langsung menggeser sedikit mukanya kebelakang saat bogem mentah itu sedikit lagi mengenai hidungnya.


Boy bergerak cepat menangkap tangan musuhnya dan....


"Bagh....bugh....bagh....bugh...."


Dia langsung menghajar laki laki itu habis habisan.


"Ini untuk tangan yang udah berani nyentuh gadis gue!!"


"bugh....kraak....akh..."


"Dan ini untuk tangan yang udah nyakiti gadis gue!!"

__ADS_1


"bugh....kraak....akh..."


"Dan ini un..."


belum selesai Boy mengeksekusinya, Arya segera menarik Boy menjauhkannya dari laki laki itu.


"Bro!!...cukup...tenangin diri lo, apa lo gila mau bunuh orang ditempat rame kayak gini?"


teriak Arya menegur Boy sahabatnya.


"Bawa dia pergi dari sini"


perintah Boy pada beberapa orang pria berpakaian seragam keamanan club xxc, agar mengamankan laki laki tadi.


"Aah!!...gue akan balas lo brengsek!!!"


teriak laki laki yang kedua tangannya baru dipatahkan oleh Boy.


Teriakan dan makian terus keluar dari mulut laki laki itu bersamaan dirinya dipapah keluar dari club xxc.


Dilihatnya Boy sedang memeluk menenangkan gadis DJ nya yang syok dan sedang menangis.


Dibawanya gadisnya yang masih terisak dalam pelukannya itu keluar.


Ternyata Arya sudah nunggu dibelakan kemudinya.


Boy membawa masuknya gadisnya ke bangku penumpang dibelakang.


Jadilah Arya sopir mereka malam ini.


"Ke jl.xx bee"


perintahnya seolah pada sopir.


Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju jl.xx seperti perintah pelanggannya dibelakang.


"Itu tadi salah satu kenapa gue gak setuju lo jadi pekerja malam di tempat kayak gitu"


"Gue gak bisa bayangin apa jadinya lo tadi kalo gue gak ada disitu"


"Gue bisa kasih lo pekerjaan yang baik, tapi selalu aja lo tolak dengan alesan gak mau hutang budi, gak mau ngerepotin, dan mau mandiri"

__ADS_1


"Tapi apa lo sudah memperhitungkan resiko kayak tadi dan itu bisa saja terjadi lagi, dan gimana kalo itu terjadi lagi disaat gue lagi gak ada dan gak bisa nolongin lo Lea...."


Panjang lebar Boy nyeramahin itu gadisnya, dia memang udah sering kali dibuat frustasi oleh keras kepala gadisnya itu.


"hik...hik...m..ma...af..."


katanya lirih masih sambil terisak.


Boy langsung mendekap tubuh gadisnya penuh sayang.


"Mulai besok lo gak boleh kerja kayak gitu lagi OK?!"


perintah Boy seolah kali ini gak ingin gadisnya itu menolak.


Dengan patuh gadis itu menganggukkan kepalanya.


"Good girl, besok gue bawa lo kekantor, lo kerja di kantor gue OK?!"


perintahnya lagi dan kembali dijawab anggukan kepala oleh gadisnya.


Seolah kejadian barusan membuatnya benar-benar trauma dan takut, sehingga kali ini dia tidak membantah ataupun menolak semua perkataan Boy.


"Lea...gue sayang sama lo, gue cinta kamu Lea...jadi jangan buat gue khawatir lagi"


Kata katanya barusan membuat gadis bernama Lea itu menatapnya tak percaya.


"Kenapa liat gue kayak gitu, emang salah kalo selama ini aku cinta kamu Lea"


katanya lagi mengulangi kata cintanya.


Gadis itu semakin menatapnya tak percaya dengan ekspresi yang absurt dan mulut sedikit terbuka.


Dalam keadaan gadis itu belum sadar, Boy segera meraup bibir gadis itu dan ********** rakus.


Arya yang mengemudi didepan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sohibnya itu dari kaca spion yang menghadap kebelakang.


"Ekhem.... ekhem...., ingat tempat bro masih ada gue disini ni"


*update thor lanjut...., iya readers ini thor lanjut update, terimakasih untuk semua yang selalu setia menanti author untuk up, tetap dukung author terus ya gaes vote like koment dan rate 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2