PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Bangunnya Jiwa Petarung Wati"


__ADS_3

"Hia...hiat...crak...aa..."


Suara jerit pertarungan pun mulai terdengar, satu persatu dari kelompok itu mulai terluka dan kewalahan menghadapi wati.


"Ayo...masa cuma segini kemampuan kalian, aku sudah gatal ingin mematahkan semua tulang tulang kalian"


teriak ku yang mulai semangat menantang mereka.


"Aku pikir lumayan latihan gratis, sudah lama tidak olah raga otot ha..ha..."batinku sambil tersenyum licik.


Sementara dikelompok mereka yang mengeroyok wati, semakin panas merasa diremehkan oleh seorang perempuan dan mereka semakin beringas menyerang wati.


"hop...hia....ha....bruk...crak..aah.."


"Hia....ha....dap...aa.."


"Hiia...bruk...bruk...bruk...crak...crak...crak..aw....aa..."


wati membuat gerakan berputar dan semua yang mengeroyoknya terkena tendangan berantai di kaki mereka, terdengar suara tulang patah dan teriakan mereka.


Pertarungan semakin tampak sengit,walau wati dikeroyok oleh mereka tapi yang tampak justru mereka yang keteteran menerima setiap serangan wati yang semakin ganas.


Ya kalau sudah bertarung wati lupa menjaga etiketnya sebagai gadis, dia seakan memiliki dunianya sendiri memukul semua lawannya sampai tidak mampu untuk bangun lagi.


Tanpa mereka sadari sudah membangunkan jiwa petarung wati yang sudah lama tertidur karena aktivitas manusia pada umumnya.


Karena semua anggota kelompok itu sibuk mengeroyok wati, membuat breta aman dan hanya terbengong kagum melihat wati.

__ADS_1


Sementara wati masih asik dengan pertarungannya, dia benar benar menjadikan pertarungan ini sebagai pelampiasan jiwa bertarungnya.


Walau kadang dia juga terkena pukulan, tapi wati sangat lincah dan tak membiarkan ada satu pukulan pun mengenai wajahnya.


Setelah lumayan lama bertarung dan tak nampak dari pengeroyoknya untuk menyerah, mungkin karena gengsi jika harus mengaku kalah pada seorang gadis apalagi mereka sekelompok sedangkan wati hanya seorang diri, membuat mereka malu untuk menyerah dan terus menyerang wati.


Akhirnya sebuah motor datang dan seorang pria segera ikut masuk kekancah pertarungan menolong wati melawan kelompok yang mengeroyoknya.


Tidak lama breta pun tersadar dan segera menelpon andre karena breta tahu andre punya perasaan pada wati, dan takut andre marah kalau terjadi sesuatu pada wati, karenanya breta lebih memilih menelpon andre dari pada menelpon polisi atau security kantor.


Tak lama akhirnya mereka berdua bisa menjatuhkan semua anggota kelompok yang mengeroyok wati.


Semuanya dari kelompok itu berakhir dengan patah tulang.


"Katakan siapa yang menyuruh kalian?!"


"Am..pun...kami hanya di perintah oleh sisil untuk menculik dan membuang cewek yang bernama wati, kami minta maaf.."


jawab mereka yang membuat aku dan andre geram.


"Sialan...pergi kalian dari sini !!, awas saja kalo sampe aku lihat kalian masih berkeliaran disini apa lagi berani mengganggu wati lagi !!"


katanya memperingatkan dan mengancam penuh intonasi penekanan, sambil menendangnya.


Lalu pergi menggandeng wati, yang di ekori oleh breta.


"Itu motornya gimana?, aku bisa jalan sama breta"

__ADS_1


"Biar si sony nanti yang bawa"


katanya sambil menarik tangan ku.


"Aw...pelan pelan"


kataku yang baru merasakan kalau tanganku sakit karena bekas perkelahian tadi.


Otomatis andre langsung berhenti dan memeriksa tanganku yang ternyata lebam semua.


Tiba tiba dia langsung memeluk ku membuatku bingung.


"Maaf karena sudah membuatmu jadi terluka seperti ini"


katanya berbisik pelan disamping telingaku.


"Aku tidak apa apa ini biasa kalau habis latihan juga kan begini, sebentar juga sembuh"


kataku sambil mendorongnya menjauh.


"Aku gak enak ada breta, jangan begini"


kataku mengingatkan.


"Aku tidak lihat kok, ya sudah aku duluan ya"


seru breta sambil berlari kecil meninggalkan kami.

__ADS_1


*Maaf ya kalau author akhir akhir ini jarang up tetap bantu author vote dan like nya ya👍😘*


__ADS_2