
Setelah beberapa hari dirawat oleh si Nenek, yang memperkenalkan dirinya dan minta dipanggil mak Yaya, kini kesehatan tubuh Wangi mulai membaik.
Yang menjadi masalah bagi Wangi saat ini adalah dia benar-benar tidak mengingat siapa dirinya, seolah tak ada satu kenanganpun yang tertinggal dalam memorinya otaknya. Dirinya benar benar seperti kertas putih tanpa satu goresan cerita diatasnya.
Hari ini Wangi memaksa ikut mak Yaya untuk berjualan teh hangat dan topi pantai hasil karya kerajinan tangan para warga pesisir pantai tempat Mak Yaya dan Wangi tinggal saat ini.
"Mak gadis ikut ya, Gadis bosen di rumah sendirian Mak."
Ucap Wangi yang lupa akan namanya dan tak ada satu identitaspun yang ditemukan dalam saku pakaiannya sewaktu ditemukan oleh Mak Yaya, sehingga menggunakan nama Gadis pemberian dari Mak Yaya yang selalu memanggilnya Gadis.
"Gadis cantik dirumah saja, Mak takut akan terjadi sesuatu sama Gadis kalo ikut berjualan."
Ucap Mak Yaya yang khawatir jika Gadis keluar rumah justru akan menimbulkan masalah.
Karena wajah Gadis yang cantik berbeda dengan gadis pesisir desa tempat tinggal Mak Yaya, Mak Yaya khawatir akan ada yang berniat buruk jika mereka melihat kecantikan wajah Gadis.
"Tapi Mak, Gadis bosen dirumah sendirian sepi disini Mak."
Rengek Gadis yang bersikeras ingin ikut Mak Yaya.
Pada akhirnya Mak Yaya memperbolehkan gadis ikut dan mulai menutupi wajah Gadis dengan selembar kain selendang juga topi pantai untuk menutupi kecantikan Gadis agar tak ada yang melihat wajahnya.
Awalnya Gadis merasa heran kenapa Mak Yaya memintanya untuk menutup wajahnya, karena Gadis sendiri tak pernah tahu rupa wajahnya dikarenakan tak ada kaca untuknya bercermin.
Tapi setelah Mak Yaya mengatakan jika itu untuk menjaga wajahnya agar tidak terbakar sinar matahari, barulah Gadis mengangguk mengiyakan kata kata Mak Yaya yang dipikirnya cukup masuk akal.
"Mak kenapa harus pake penutup wajah begini? kan gerah jadinya Mak."
Ucap Gadis yang merasa gerah saat Mak Yaya menutupi wajahnya dengan selendang dan topi pantai sebagai penutup kepalanya.
"Sudah pake saja, dipantai panas jadi Gadis harus pakai ini biar tidak terbakar kulitnya karena sinar matahari, nurut ya kalo mau ikut."
"Iya Mak, Gadis nurut ini."
Jawab Gadis yang akhirnya menurut dan mulai merapikan penutup wajah dan topinya.
Tapi tetap saja kecantikannya tetap terlihat walau sudah ditutupi sedemikian rupa.
"Kamu memang cantik Gadis, walau sudah ditutupi pake selendang juga, cuma keliahatan mata kamu juga tetep kelihatan cantiknya."
Batin Mak Yaya sambil merangkul Gadis.
"Ayo kita berangkat sekarang Mak, Gadis sudah gak sabar mau bantu Mak Yaya sambil main pasir."
Ucap Gadis dengan riang, seolah kehilangan ingatan tidak membuatnya bersedih dan khawatir dengan nasibnya.
"Iya ayo kita berangkat sekarang, Gadis bawa topi topi ini saja, biar termos teh hangatnya Mak yang bawa."
__ADS_1
Ucap Mak Yaya memberikan topi topi pantai yang akan dijual, dan menjinjing termos berisi bungkusan bungkusan teh hangat juga keranjang yang berisi bungkusan kacang goreng yang akan dijual juga.
Setelah berjalan hampir setengah jam perjalanan kaki, akhirnya Mak Yaya dan gadis sampai dipantai yang di tuju.
Sebuah pantai yang indah dengan hamparan pasir putih dan beberapa batu karang di tepian yang memperindah view sekitarannya.
Terlihat pantai sudah ramai dengan para pengunjung, ada anak-anak yang bermain pasir, ada juga yang berlarian bermain air laut.
Wangi/ Gadis mulai berpisah dengan Mak Yaya, mengambil arah yang berbeda Gadis mulai menjajakan dagangannya topi pantai kepada para pelancong yang datang bermain di pantai.
Saat melihat laut, ombak yang menyapu pantai, tak ada satupun ingatan Wangi/Gadis tentang suasana yang dilihatnya, seolah kini jiwanya benar benar terlahir baru seperti kertas kosong.
Saat Wangi sedang berjalan melewati sekumpulan pemuda yang sedang berjemur dipantai sambil bernyanyi dengan iringan gitar, tiba-tiba salah seorang dari mereka merasa sangat mengenal gadis berkerudung yang baru saja melintas di dekatnya saat dia mencium aroma Wangi bunga yang menguar dari tubuh gadis itu.
Wangi yang sangat tidak asing, aroma tubuh gadis yang beberapa waktu ini tidak pernah datang mengganggunya, dan tanpa disadarinya telah memunculkan rasa rindu.
Sehingga ketika dia mencium aroma Wangi dari gadis yang melintas tadi secara refleks pikirannya tertuju pada gadis yang dirindukannya.
"Tak mungkin itu dia kan, gadis itu hanya berdaster dan dia penjual topi, gak mungkin itu dia, tapi aroma Wangi bunga tadi ada saat gadis itu lewat disini, atau hanya kebetulan saja."
Batin pemuda itu sambil memperhatikan punggung dari gadis penjual topi yang hanya berdaster itu.
"Apa sebaiknya aku coba memanggilnya secara batin? seandainya dia ada disini pasti dia akan mendengar panggilanku."
Pemuda yang tak lain adalah Arya itu lalu berkonsentrasi dan mulai memanggil nama Wangi, tapi entah mengapa setelah berkali-kali memanggilnya, Arya tak mendapat balasan dari Wangi.
"Hah.... mungkin memang dia bukan Wangi, dan Wangi juga sedang tidak disini karena tak ada jawaban darinya."
"Kenapa Bee? kok sepertinya lo mendadak jadi badmood begitu sih, lo sedang ada pikiran ya?"
Tanya Boy yang tanpa sengaja melihat perubahan mood dari Arya.
"Gakpapa cuma kepikiran sesuatu, ya udah mulai latihan lagi besok acara pestanya kan bro Boy."
Akhirnya Ku Menemukanmu
Lagu Naff
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
__ADS_1
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu (sanding dirimu)
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Jika nanti ku sanding dirimu (sanding dirimu)
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu
*Hai gaes maaf ya karena outhor lama gak update, satu kata selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau hanya 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍