
Setelah kepergian sang Adipati, wati memutuskan untuk kembali ke kediamannya sendiri yang merupakan markasnya bersama para anggotanya.
Agar kepergiannya tidak diketahui oleh siapapun, wati menggunakan ilmu melintasi ruang waktu untuk kembali ke kediamannya, sementara kuda hitamnya sudah lebih dulu dia serahkan pada anak buahnya yang bertugas memantau disekitar kediaman sang Adipati.
Sesampainya dipondok nya, yang pertama dilakukan wati adalah langsung menuju dapur karena dia sudah sangat rindu ingin makan nasi goreng.
"Rasanya sudah lama sekali aku tidak makan nasi goreng, nilam pasti suka dengan kejutanku hari ini"
Wati segera membuka tempat penyimpanan makanan lalu diambilnya sebagian nasi cukup untuk takaran dua porsi dan kebetulan dilihatnya juga ada udang, kemudian wati mulai menyiapkan bumbu bumbunya.
Ketika wati selesai memasak bersamaan itu juga nilam pulang dari klinik pengobatan milik mereka.
"Kenapa aku mencium harum masakkan, padahal pondok sedang sepi?"
karena merasa mencurigakan, nilam segera menuju ke dapur.
Wati yang tahu kalau nilam sudah kembali, segera bersembunyi dan sengaja menyimpan dua porsi nasi goreng yang masih mengepulkan asap di atas meja.
"Tidak ada siapapun, tapi lah...kok....ini ada nasi tapi nasi apa ya kok aneh?? dan masih berasap juga aromanya sedap"
nilam yang bingung semakin tambah bingung karena tidak pernah mengenal yang namanya nasi goreng.
Wati yang sembunyi sambil cekikikan menahan geli memperhatikan tingkah nilam yang dianggapnya lucu akhirnya menampakkan dirinya.
"Surprise....!!"
__ADS_1
teriak wati mengagetkan nilam.
"Aah....ndoro putri sudah kembali, syukurlah syukurlah, tapi...apa itu sur...sur...air??"
"Hah...ooh...itu ya..., itu kejutan maksudnya iya kejutan"
wati jadi bingung sendiri ketika sadar bahwa dia beda generasi dengan gadis didepannya menanyakan kata kata yang menurutnya aneh.
"Hais...ini mulut kenapa juga mengucapkan kata-kata manusia planet"
wati menggrutu sendiri dalam hati sambil menyengir kuda.
"Ayo ayo sekarang kita makan dulu selagi nasi gorengnya masih hangat"
ajak wati untuk mengalihkan perhatian nilam, gadis pelayan yang selalu setia padanya.
kata nilam sambil mulai menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya.
"Enak, nasi gorengnya enak sekali ndoro, ternyata nasi juga bisa dimasak seperti ini ya, eemm..."
sambil makan, mulut nilam tak pernah berhenti berkomentar dan kepalanya manggut-manggut.
"Kau ini seperti chef renata yang sedang menjadi juri di kompetisi MasterChef saja"
kata wati sambil meneruskan makannya
__ADS_1
"Apa itu chef renata dan MasterChef, saya tidak tahu putri ?"
kata nilam lagi membuat wati merasa telah berkata salah lagi.
"Sudah cepat habiskan makannya, kalau sudah tolong kau pijitkan badanku rasanya semua tulang dan otot-otot ku seperti mau lepas"
kata wati berusaha kembali mengalihkan pertanyaan nilam.
Selasai menghambiskan makanannya dan membereskan dapur, wati dan nilam memilih untuk mandi berendam di kali dekat pondoknya.
"Hah...rasanya segar sekali bisa berendam seperti ini, nilam kenapa sepi sekali, kemana anggota yang lain?"
"putri apa putri lupa kalau anggota yang sedang tidak melakukan misi, mereka menjalankan tugas dari ndoro untuk membayang bayangi Adipati angkoro dan membuat jalan untuk putri"
"Oh....iya aku lupa, tapi aku tidak menyangka kalau pondok jadi sesepi ini, apa selama aku pergi kau sendirian di pondok ini nilam ?"
"Tidak ndoro, terkadang ada beberapa anggota yang pulang kemari membawakan beberapa kebutuhan dapur juga bahan herbal"
jawab nilam yang ditanggapi anggukan oleh wati.
"Rasanya sudah cukup lama kita berendam, ayo kita naik sebelum kulitku mengkerut semua"
ajak wati dan di bantu nilam untuk naik ke darat dan mereka bergantian bersalin pakaian dalam bilik perigi ditepi kali itu.
*Ceritanya sengaja author buat ringan sejenak agar lebih luwes alurnya ya gaes, maaf kalau author lama up nya karena time manajemen author yang padat.
__ADS_1
Author minta tolong agar tetap semangat mengikuti ceritaku ini dan jangan lupa tinggalkan jejakmu dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍