
Begitu selesai mandi, andre melihat kalau wati sudah tertidur di tempat tidurnya, dia yang hanya menggunakan piyama handuk duduk di sofa sudut kamarnya, tidak berani mendekati wati karena takut tidak dapat mengendalikan dirinya lagi.
Tidak lama kemudian dia berjalan masuk walk in closet untuk memakai pakaian nya.
Wati terbangun karena merasa terganggu dikarenakan dia merasa ada yang mengusap lembut pipi dan juga bibirnya.
"Ehm...maaf aku ketiduran"
katanya sambil tersipu malu, lalu beranjak duduk.
"Mandilah sebentar lagi kita berangkat"
kata andre mengingatkan sambil mengusap puncak rambut wati.
"Aku sudah siapkan handuk untuk mu, dan disamping itu walk in closet nya,kau bisa memakai gaun tadi disana".
katanya menjelaskan sambil berlalu.
"Baiklah tuan muda"
kataku bercanda sambil menuju kamar mandi.
Didalamnya aku melihat dia sudah menyiapkan handuk untuk ku.
Taklama ritual mandiku pun selesai, kulihat tidak ada andre dikamar ini, aku mengeluarkan sepotong gaun yang kami beli tadi dan langsung mengenakannya di dalam walk in closet.
Lalu aku duduk didepan meja rias, karena aku hanya membawa bedak dan lipstik, akupun cukup menaburkan sedikit bedak diwajahku dan memakai lipstik.
Setelah merasa penampilanku cukup rapi, aku keluar kamar untuk menemui andre.
Kulihat dia sudah sangat rapi dengan setelan jas biru gelap.
__ADS_1
"Kau sudah siap ?,ayo kita berangkat"
sambil tersenyum dia menggandeng tanganku.
Kulihat sebuah mobil mewah sudah menunggu di depan pintu.
Andre segera membukakan pintu untukku dan kembali berputar kesebelah dan duduk dibelakang kemudi.
Mobilpun segera melaju dengan kecepatan sedang.
"Nanti disana kau tidak perlu bicara atau menerangkan apapun pada mereka, cukup aku saja yang bersuara, ok sayang"
Andre menjelaskan sambil salah satu tangannya mengusap pundakku.
"Tapi aku gugup andre, aku tidak tahu akan kau bawa kemana aku dan kita akan bertemu siapa"
kataku gugup dan sedikit merasa tidak percaya diri.
"Udah tenang, kita cuma menghadiri undangan makan malam"
katanya berusaha menenangkan.
Aku cuma menganggukkan kepalaku berusaha menenangkan diri.
Setelah cukup jauh perjalanan akhirnya kami sampai disebuah rumah yang sangat mewah dan lebih besar dari rumah andre tadi, disana juga sudah ada beberapa mobil mewah terparkir milik tamu lainnya.
"Ndre...aku takut, keliahatannya semua yang datang orang berkelas, aku gerogi ndre.."
kataku sambil memeluk lengan andre.
"Sudah tenang, kamu datang denganku jadi semua percayakan padaku, cukup kamu diam dan selalu dekat denganku"
__ADS_1
katanya meyakinkan ku agar tenang.
Agar tidak malu maluin dan tidak terlihat norak, aku menjaga pandanganku agar tidak mengagumi semua pemandangan dalam rumah yang bak istana ini.
Aku mengikuti andre tetap dengan posisi menggandeng lengan andre.
Setelah sampai diruang yang ku tebak sebagai ruang perjamuan, kulihat semua pasang mata memandangku.
Ada yang pandangannya penuh tanda tanya ada yang tampak tidak suka dan ada yang acuh.
Andre mengajakku langsung menemui pasangan paruh baya yang kupastikan pasangan suami istri.
"Assalammu'alaikum Ma..Pa.."
sapa andre sambil memeluk mereka bergantian.
"Wa'alaikum salam, nak apa kabarmu my boy"
sambut lelaki itu yang tak lain ayah andre, dan wanita disampingnya adalah ibu andre.
"Andre sangat baik Pa... Ma..."
"Bagaimana apa kau sudah punya calon istri ?, kalau belum, maaf boy papa tidak bisa membantumu kali ini"
kata papa andre sambil menarik napas berat menepuk pundak andre.
"Mama sengaja pulang kesini dan mengadakan perjamuan ini untuk mengatur perjodohanmu dengan putri temannya"
kata papa andre kemudian.
Wanita disampingnya yang adalah mama andre tidak bicara, dia hanya memandangi wati yang menempel di andre dengan pandangan tidak suka.
__ADS_1
*Maaf author baru bisa up hari ini, tolong dukungannya ya gaes,tetap vote dan like👍😘*