
Akhirnya wati dan andre sampai di kantornya dan membuat wati merasa lega terlepas dari semua kata kata cinta andre yang mengintimidasinya.
"Ah... apa aku harus menerima andre ya?, tapi aku belum yakin dengan perasaanku sampai saat ini apakah cinta atau perasaan sesaat karena kedekatan kita ndre"
pikiran wati terus melantur memikirkan semua perasaannya pada andre.
"Maafkan aku ndre...tunggulah sebentar lagi, saat aku yakin dengan perasaanku aku pasti akan memberikan jawaban padamu"
gumam wati lirih.
"tok tok tok..."
suara pintu diketuk dan breta masuk sambil membawakan secangkir teh yang sengaja dia buatkan di pantry untuk wati.
"Kau sendirian kekantor ini?, bukannya kau berdua dengan si bos sebelumnya?"
tanya breta yang sok ingin tahu.
"Hem....dia langsung balik lagi ke kantor pusat, katanya masih ada yang harus diurusnya disana"
"Wah....santai dong, sebentar lagi jam makan siang kita makan di warteg yang waktu itu yuk"
ajak breta sambil mengedip ngedipkan matanya merayu wati.
"Ha...ha....,tingkahmu itu sok imut breta....,pasti ada korban rumpian nih"
"Mau nggak?, lagi hot ni gosip nya"
rayu breta
"Kamu yang traktir ya!"
"Beresla kalo cuma bill warteg mah"
__ADS_1
"Ok kalo gitu kita kuy lah"
"Sekarang bret?, inikan belum jam nya"
"hais ini tu sudah siang, cepetan setengah jam juga gak papa, toh kita juga lagi longgar gak banyak kerjaan"
cicit breta sambil menarik wati keluar.
Wati dan breta pun berjalan keluar menuju warteg sambil bercanda.
Sementara dikantor pusat
Andre yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, tiba tiba harus menghentikan pekerjaannya karena wen sang asisten mengabarkan kalau CEO1 mengundang andre agar keruangannya.
"Si bos besar manggil lo bro untuk keruangannya sekarang"
"Ok...now it's show time..."
jawab andre sambil berdiri dan melangkah menuju ruangan CEO1 sambil tersenyum devil, dan ditanggapi asistennya dengan gelengan kepala.
Andre langsung masuk tanpa sapaan apapun langsung mendaratkan pantatnya di kursi depan meja si bos
"Apa kabar bos, ada apa lo manggil gue"
andre langsung tanpa basa basi ke tujuan.
"Wati...apa hubungan kamu dengan wati?, dan kenapa dia bisa bekerja di perusahaan ini?"
tanya si bos sambil menatap tajam seakan ingin menembus mata andre.
"Status dia sekarang pacarku dan akan jadi istriku, jadi jangan terlalu ingin tahu hubungan pribadinya lagi"
"Dan dia memang bekerja di perusahaan ini sudah lama, dan saat ini dia divisi ku sekretaris pribadiku"
__ADS_1
"Dan ku ingatkan jangan pernah berfikir untuk mengejarnya lagi, karena semua yang sudah aku dapatkan tidak akan aku lepaskan, ingat itu"
andre mengatakan semuanya dengan penekanan kepemilikannya atas wati
Saat andre berdiri berniat keluar kembali ke ruangannya, tiba tiba si bos menggebrak mejanya
"Aku akan merebutnya lagi, aku pastikan dia hanya akan jadi milik ku"
Katanya keras sambil menatap punggung andre yang kembali melangkah meninggalkannya.
"Wati...aku akan mengejarmu lagi, sudah cukup aku tersiksa kehilanganmu selama ini"
gumamnya sambil terus berkata kata sendiri.
Sementara andre memasuki ruangannya dengan aura yang mencekam dan membuat sang asisten merasa tengkuknya tiba tiba dingin
"Sepertinya akan ada perang saudara"
gumamnya lirih, membuat andre meliriknya.
"Ah...tatapanmu itu menakutkan bos! aku bisa terkencing di celana kalau kau menakutkan seperti ini"
katanya ceplas ceplos untuk mengurangi ketegangannya
"Ku sarankan bos, lebih baik kau menyembunyikan gadismu itu kalo tidak mau diambil orang, atau langsung kau kawini saja gadismu itu"
"kawini kawini, kau kira dia sapi seenaknya saja kawini"
kata andre sambil menjitak kepala asistennya dan berlalu
"Kau urus pekerjaan disini, aku balik ke lapangan dulu, dan pastikan semua aman"
pesannya sebelum pergi.
__ADS_1
*Tetap setia ya gaes dan dukung terus author dengan vote dan like nya*