PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Ngamen Dulu Guys"


__ADS_3

Di kota Samarinda


Sepasang suami istri tampak bersedih karena kehilangan putri satu-satunya yang sudah lebih dari satu bulan belum mendapatkan kabar ataupun mayatnya setelah dinyatakan hilang terseret ombak saat sedang berlibur di kepulauan Riau.


Masa sebelum tragedi


Flashback on


Aleya bersama kedua sahabatnya yang satu profesi sebagai Dokter muda yang bertugas di salah satu kota industri di kepulauan Riau.


Hari itu mereka sepakat untuk berkunjung ke perkampungan daerah pesisir dari kepulauan Riau untuk melakukan misi kesehatan ke warga disana, disaat misi selesai ketiga Dokter muda itu bermain main menikmati deburan ombak di pantai berpasir putih yang masih remaja dan jarang disinggahi oleh wisatawan.


Dan disaat itulah ketiganya menjadi korban dari ombak yang tiba-tiba mengamuk, yang anehnya kedua teman Aleya ditemukan dalam keadaan selamat tapi tidak dengan Aleya seolah ombak memang menjemputnya untuk membawanya pergi sehingga sampai saat inipun jika telah menjadi mayat jasatnyapun tak ditemukan.


Flashback off


"Bee, kok gue perhatiin beberapa hari terakhir ini loh sering ngelamun sih, masalah kerjaan atau cewek nih penyebabnya?"


Ucap boy yang tiba-tiba muncul di samping Arya sambil menyodorkan segelas air dingin warna warni dengan varian mix fruit.


Saat ini keduanya sedang duduk di sebuah cafe, dan posisi Arya saat ini bukan lagi Asisten dari Papinya Boy, karena Arya sepenuhnya sudah mengambil alih Galaxy Jewelry perusahaan yang bergerak dibidang perhiasan dan batu permata.


Dan semua proses pengambil alihan perusahaan itu berhasil berkat bantuan Om Marco Papi-nya Boy yang ternyata kenalan lama Oma nya Arya.


"Gue cuma sedang kepikiran ingin jalan-jalan ke pantai yang kemarin itu."


Jawab Arya tanpa sadar keluar begitu saja dari mulutnya.


"Hah... pantai? pantai yang mana? mau ngapain?"


Tanya Boy yang bingung karena selama beberapa hari yang lalu saat group BoyBand masih kumpul mereka setiap hari mengunjungi pantai yang berbeda, karena memang di Kalimantan terkenal dengan banyaknya pantai di setiap pesisirnya.


"Gue mau mastiin sesuatu."


Jawab Arya yang semakin membuat Boy tambah kepo.


"Elo kalo ngomong yang jelas bisa gak sih bro, pantai mana mau mastiin apa?"


Kata Boy kembali mengulang pertanyaannya.


Bukan menjawab tapi Arya justru berdiri setelah menghabiskan Ice mix fruit nya.


"Lo mau ikut gak? kalo gak gue mau kesana sendiri nih."


Kata Arya sambil menyelipkan selembar uang merah di bawah gelas kosong untuk membayar minuman yang mereka minum.


"Ikutlah, ngapain gue disini sendirian kayak mau di lelang."


Sahut Boy yang memang selalu menjadi pusat perhatian banyak kaum hawa jika sepaket dengan Arya karena wajahnya Boy yang indo latin turunan dari Marco.


Sepanjang perjalanan ada saja yang menjadi bahan obrolan ke duanya.


"Bro, gue penasaran sama lo kok sampe sekarang lo gak pernah tertarik sama cewek sih, gue curiga jangan-jangan lo menderita kelainan....."

__ADS_1


"Tepokkk! aduhhh... sakit bro! lo kenapa sih suka banget asal main mukul aja."


"Salah lo juga, kebanyakan halu jadi pikiran lo tercemar tuh."


"Gak asik ah elo, ini mobil sunyi bener setel musik dulu lah, hidup loh sunyi bener sih."


Boy lalu mulai menyalakan Audio dan memilih milih lagu yang dia sukai. Lantunan sebuah lagu dari Budi Doremi mulai terdengar.


Melukis Senja


Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui


Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri


Kau telah berjuang menaklukankan hari-hari mu yang tak mudah


Biar ku menemanimu membasuh lelah mu


Izinkan ku lukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis tertawa


Biar ku lukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri


Kau telah berjuang menaklukankan hari-hari mu yang tak indah


Biar ku menemanimu membasuh lelah mu


Izinkan ku lukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis tertawa


Biar ku lukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


Tuk temanimu yang terluka

__ADS_1


Hingga kau bahagia hah


Izinkan ku lukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis tertawa


Biar ku lukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


Arya dan Boy yang memang memiliki basic vocal dan musik itupun ikut melantunkan lagunya mengiringi lantunan musik dari Budi Doremi.


Akhirnya sampai juga mereka dipantai yang menjadi tujuan Arya.


"Loh ini bukannya pantai tempat party gue waktu itu ya! benernya apa sih yang ingin elo pastiin?"


Boy mulai kepo dengan apa yang menjadi tujuan Boy sebenarnya.


"Gue sedang nyari orang, udah lo diem aja disini, eh gak gak sebaiknya kita ngamen aja dulu biar orang pada ngumpul, siapa tau orang yang gue cari muncul nanti."


Karena tak mungkin mencari orang tanpa tau dimana bisa menemukannya, pada akhirnya Arya dan Boy mengambil gitar mereka dan mencari tempat yang nyaman juga strategis untuk mengamen.


Keduanya mulai menyapa para pelancong yang kebetulan mendekat kearah mereka karena penasaran dengan apa yang akan mereka berdua lakukan.


Bayangin aja dua cogan yang satu wajah setengah bule Indo+Latin, yang satunya original wajah asia tapi tampilan bak oppa Korea dengan setelan jas kerja tapi memegang gitar ditangan mereka masing-masing.


"Halo semuanya, kita berdua akan menyanyikan beberapa lagu untuk menghibur para wisatawan yang berkunjung ke pantai ini. Tak perlu keluarkan goceng cukup anda berpartisipasi untuk menjaga kebersihan pantai ini, dan ikut mengumpulkan sampah yang bertebaran dipantai ya."


"Yap pantai ini milik kita bersama jadi mari kita jaga kebersihan dan kelestariannya."


Keduanya tidak hanya bernyanyi tapi juga mengajak para wisatawan untuk ikut bersosialisasi menjaga kelestarian dan kebersihan pantai.


Yap siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikan lingkungan hidup kita kalau bukan kita sendiri, dengan membiasakan diri menjaga kebersihan pantai dari sampah kita sudah cukup berpartisipasi untuk generasi mendatang agar dapat menikmati alam yang indah.


Tiba saatnya alunan musik akutik mulai terdengar dari senar gitar yang mereka petik.


*Hai gaes maaf ya karena outhor lama gak update, satu kata selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau hanya 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*,

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2