PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
"Happy Ending"


__ADS_3

Sepulangnya dari Rumah Sakit, malam harinya Wangi hanya duduk melamun memandangi bintang bintang dan bulan dilangit.


Malam ini cahaya bulan purnama yang seolah dilingkari oleh cincin emas tampak bersinar terang.


Wangi merenung berusaha untuk mendapatkan kembali memory hidupnya, seandainya tak mendapatkan seluruh ingatannya maka Wangi berharap bisa mendapatkannya walau hanya beberapa keping dari ingatannya.


"Hai bulan bisakah kamu memberitahu aku siapa diriku ini? Hai bintang bisakah kau melemparkan sekeping ingatanku yang telah lalu?"


"Siapa sebenarnya Aku? dan Arya iya pemuda itu namanya Arya, tapi siapa dia? aku tak bisa mengingat apapun tentang diriku sendiri bagaimana aku bisa mengingatnya?"


Kembali Wangi terkenang saat dirinya baru tersadar dari pingsannya dan tanpa sadar tangannya menyentuh wajah Arya seolah ada rasa rindu yang sangat besar pada pemuda itu.


"Tapi kenapa saat itu tangan ini jari jari ini bahkan bergerak tanpa terkendali menyentuh wajah tampanya, dan aku juga tiba-tiba merasakan perasaan sangat rindu padanya? siapa pemuda itu sebenarnya? benarkah dia tunanganku?"


Wangi menerawang jauh kelangit malam tapi yang dia dapati hanyalah lembaran lembaran kenangan yang dimulai saat awal dirinya berada di rumah Mak Yaya, sebelum itu tak ada satupun ingatan tentang masa lalunya.


"Gadis cantik... apa yang sedang dilamunkan?, jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingat yang belum saatnya untuk di ingat, nanti Gadis malah buat pingsan lagi bagaimana hayo?"


Mak Yaya yang melihat Gadis sedang menyendiri sambil menengadahkan wajahnya menatap langit malam yang dihiasi cahaya bulan purnama dan taburan bintang bintang, segera menghampiri Gadis dan membawanya kembali ke alam sadar.


"Mak ngagetin aja ih, mari duduk sini Mak, Gadis tidak sedang melamun Mak, Gadis cuma sedang mencoba mengingat ngingat tentang siapa diri Gadis ini sebenarnya."


"Itu yang tadi Mak katakan, Gadis gak harus mengingat apapun, semua ingatan akan kembali jika sudah waktunya, sudah cukup Gadis ingat saja kalo Mak sayang sama Gadis."


"Iya Mak, Gadis juga sayang sama Emak, Emak sudah makan malam belum?"


"Nah itu dia... Emak ini juga mau ngajakin Gadis untuk makan, ya udah ayo kita makan dulu."


Mak Yaya lalu manggandeng tangan Gadis masuk kedalam rumah untuk makan malam, di ruang makan ada Bu Eli, Ria dan Desi yang sedang menyiapkan hidangan makan malam untuk mereka.

__ADS_1


"Silahkan Mak Yaya dan nona, makan malam sudah siap, permisi kami ke dapur dulu."


Ucap Bu Eli sebagai kepala pelayan di rumah itu.


"Kenapa harus ke dapur Bu Eli, mari kita makan bersama disini, kita ini sama sama manusia, profesi dan pekerjaan tidak merubah kita menjadi mahluk yang berbeda kan."


Ucap Wangi yang tak ingin membedakan status antara majikan dan pelayan.


Bu Eli beserta Ria dan Desi yang awalnya hendak pergi pun menghentikan langkah kakinya dan saling berpandangan satu sama lainnya.


"Benar apa yang di katakan oleh Gadis, ayo ayo kita makan bersama di meja makan ini, oh iya ajak Pak Adi sekalian makan bareng kita disini ya."


Kata Mak Yaya mendukung apa yang dikatakan oleh Wangi.


"Terimakasih Mak dan nona, ternyata Mak Yaya dan nona ini orang orang yang baik, kalau Pak Adi tadi sudah dikirim makannya ke pos depan Mak."


"Iya Mak, mulai sekarang semuanya kalo makan bareng di sini, gak ada lagi yang namanya pelayan makannya di bedain, kita sekarang satu keluarga ya."


Kata Gadis mendukung ucapan Mak Yaya.


"Baiklah Mak, nona ayo kita makan sekarang, Ria, Desi jangan bengong wae sini kita makan bersama."


Bu Eli merasa bahagia memiliki majikan baru yang baik seperti Mak Yaya dan Wangi.


Pada akhirnya mereka makan bersama dan merasakan kebahagiaan dari kebersamaan seperti keluarga.


Pada akhirnya hari hari Wangi dan Mak Yaya mereka lalui bersama dengan Bu Eli, Ria, Desi, dan Pak Adi layaknya sebuah keluarga.


Wangi sama sekali tak dapat mengingat tentang Aleya sosok dari pemilik tubuh yang dimilikinya saat ini, Wangi hanya dapat mengingat sedikit tentang kehidupan masa lalunya dan sosok Arya yang telah mengalahkan Minak Jinggo di masa kehidupan mereka yang lalu, dan menjadikan sosok Arya pada masa lalu sebagai suaminya karena janjinya yang akan menikahi siapapun pemuda yang mampu memenggal kepala Minak Jinggo dan menjadikan kepala Minak Jinggo sebagai mahar pernikahannya.

__ADS_1


Tak pernah disangka ternyata janjinya untuk menikahi pemuda itu menjadi sumpahnya yang diaminkan oleh Tuhan sang penguasa alam dan penguasa kehidupan dan menjadikan jalan darmanya di beberapa kehidupan.


Pada akhir cerita inipun, akhirnya sang Ratu Kencana Wungu kembali menjalani darmanya sebagai pasangan dari Arya yang merupakan perwujudan dari Raden Damarwulan di kehidupannya pada masa kini.


Setelah mendapatkan sekeping ingatannya tentang dirinya dan juga Arya pada kehidupan yang lalu, kini Wangi kembali menjadi sosok gadis seperti awal dirinya menemui Arya sebelumnya.


Kini Wangi yang lebih agresif dan selalu ingin bersama Arya, tak jarang Wangi tiba tiba datang menemui Arya saat Arya sedang sibuk dengan pekerjaannya di kantor.


Seperti saat ini, tiba-tiba Wangi datang dengan membawa kotak makan siang untuk Arya.


"Sayang..... kangen..... kenapa tidak datang kerumah menengok ratumu ini?"


Tiba-tiba Wangi sudah masuk ke dalam ruang kerja Arya dengan suaranya yang langsung mengganggu konsentrasi Arya.


Bersamaan hadirnya Wangi, seluruh ruangan menjadi harus semerbak bunga khas aroma tubuh Wangi.


Wajah cantik oriental yang pada akhirnya mampu membuat Arya merasakan namanya rindu itupun tersenyum kepada pemuda pujaannya.


"Lain kali ketuk pintu dulu dan ucap salam, bukan seperti tadi berteriak begitu membuka pintu, apa kata orang? cantik cantik kok gak ada etika."


Ucap Arya sewot, entah kenapa watak absurd dari gadis ini bisa tiba-tiba kembali lagi, dan sifat malu malunya waktu pertama kali bertemu di pantai entah hilang kemana.


"Raden jangan marah marah takut nanti lekas tua, adek setia orangnya tak akan pernah mendua."


Wangi justru menanggapi kata kata Arya tadi dengan menyanyikan sebuah lagu yang membuat Arya geleng geleng kepala sambil tersenyum.


Bagaimanapun hanya sosok Wangi yang bisa membuatnya merasakan jatuh cinta dan merindu.


*Cerita Putri Dari Dunia Lain, pada akhirnya saya tamatkan sampai disini, karena saya mulai menulis karya yang baru, dan othor minta maaf apabila selama karya ini rilis ada kata-kata yang tidak berkenan. Tetap tinggalkan jejak untuk karya ini LIKE KOMEN RATE, terimakasih banyak untuk para readers yang selama ini selalu mendukung karya outhor LOVE YOU ALL 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘*

__ADS_1


__ADS_2