
Sementara di ruang operasi,
Wangi bingung apa yang harus dilakukannya setelah membuat semua tenaga medis itu tertidur.
"Aduh bagaimana ini? apa aku harus membangunkan mereka lagi? kalo mereka melakukan sesuatu yang membahayakan Raden gimana? ah biarkan sajalah, hitung hitung membantu mereka istirahat he... he... pasti mereka sangat lelahkan."
Dasar Wangi tidak bertanggung jawab, setelah membuat semua yang diruang operasi itu tertidur, dia justru kembali pergi menghilang setelah yakin jika Arya baik baik saja.
Manager membuka pintu ruang operasi dan betapa terkejutnya saat dilihatnya tiga Dokter dan dua asistennya sedang tertidur.
Ada yang tertidur di bed pasien, ada yang tertidur sambil duduk didekat bed operasi tempat Arya masih tak sadarkan diri, ada yang tidur duduk didepan wastafel tempat biasa mereka mencuci tangan setelah melakukan operasi, dan yang dua lagi tidur sambil duduk bersandar di lantai.
Sudah pasti ini semua Wangi yang melakukannya, memindahkan mereka semua sebelum dia pergi meninggalkan mereka semuanya.
Manager buru buru menutup pintu ruang operasi dan membangunkan mereka satu persatu, setelah mereka semua terbangun, semuanya juga bingung tak tahu apa yang terjadi.
Yang mereka ingat hanya ingatan setelah selesai menjahit luka Arya tiap tiap mereka merasa sangat mengantuk setelahnya mereka tak ingat apapun lagi.
"Baiklah, saya tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya tapi cepat pindahkan pasien ke ruang rawat yang terbaik, atau kita semua akan jadi pengangguran."
Ucap sang manager lalu pergi meninggalkan semua dan kembali menemui Marco Papi-nya Boy.
Lalu tampaklah brankar dengan Arya tertidur diatasnya sedang didorong menuju ruang rawatnya.
Boy yang melihat brankar Arya didorong keluar segera mengikutinya bersama Papi-nya.
Arya ditempatkan diruang paviliun dengan fasilitas terbaik atas instruksi sang Manager yang tak ingin mendapat masalah dari pemilik WHA Group setelah mereka menelantarkan Arya sebelumnya.
Setelah Arya ditempatkan di ruang rawat barulah Boy dan Papi-nya merasa tenang, walau ada banyak hal yang janggal pada Arya karena setelah kehilangan banyak darah tapi tak mendapatkan transfusi darah dan hanya mendapatkan infus.
Dokter yang ditanya juga bilang kalo pasien sebenarnya baik baik saja dan tidak membutuhkan transfusi darah, Boy dan Marco Papi-nya Boy cukup bernafas lega sehingga menepis semua kejanggalan itu jauh dari pikiran mereka.
Setelah yakin jika Arya sudah aman, Marco memilih pulang untuk mengabari Oma-nya Arya, sedang Boy tetap standby di tempat selama Arya belum sadarkan diri.
Selang tiga jam setelah masuk ke ruang rawat tepatnya jam sepuluh malam akhirnya Arya mulai sadar.
Dilihatnya Boy yang tertidur di brankar kosong satunya yang memang di tambahkan untuk keluarga pasien yang berjaga.
Lalu dilihatnya tubuhnya sendiri yang dililit oleh kasa dan rasa nyeri di punggungnya yang terluka sebelumnya.
"Isss.... perihnya... ternyata seperti ini rasanya terluka, jam berapa sekarang?"
__ADS_1
Gumam Arya saat merasakan perih dari lukanya lalu melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Jam sepuluh, sudah malam gue bangunin Boy dulu gak ya biar dia pulang."
Arya lalu berusaha berjalan ke brankar tempat Boy tertidur tapi niatnya dia urungkan saat terpikir jika kemungkinan Boy sudah sangat lelah dan pasti akan berbahaya bila berkendaraaan.
Arya kembali naik keatas brankarnya tapi karena baru saja terbangun jadi tak mungkin baginya untuk tertidur lagi.
"Uhh... kenapa mulai terasa sakit sekali"
"Tentu saja sakit Raden, kalo terluka itu enak rasanya seperti buah ini(menunjukkan buah jeruk samarinda yang sedang dimakannya) gak akan ada yang menolak untuk terluka berulang kali."
Ucap Wangi yang entah sejak kapan sudah duduk di sofa yang ada di ruang rawat itu.
"Kalo terluka seenak jeruk samarinda itu rasanya, aku akan memberikan diriku untuk kau lukai berulangkali, dasar gadis aneh."
Ucap Arya membalas kata kata Wangi.
"Kalo sudah tau terluka itu sakit kenapa tidak menjaga diri dengan baik, lain kali jangan pernah lengah saat bertarung."
Ucap Wangi yang tiba-tiba sudah berada di belakang Arya dan memeriksa lukanya.
"Minumlah pil ini akan mengurangi rasa sakitnya dan mempercepat penyembuhan lukanya."
"Untungnya aku sedang bersamamu saat itu Raden, gak tau gimana jadinya kalo aku sedang tidak bersamamu saat itu, oh iya... dimana itu sikucing sialan kenapa dia tidak pernah muncul saat kamu butuh pertolongan?"
Ucap Wangi yang tiba-tiba merasa kesal saat ingat jika Ashlan belum pernah sekalipun muncul sejak mereka tiba di pulau Kalimantan ini.
"Aku masih bisa melakukan semuanya sendiri, dan disini juga bukan masa kalian dahulu yang bisa bebas membunuh kapanpun kalian mau."
Ucap Arya mengingatkan Wangi.
Yang cuma dijawab Wangi dengan menghentakkan kakinya saat berjalan kembali ke sofa.
"Jangan marah lagi, nanti seluruh Rumah Sakit ini bisa hancur kalau kamu marah."
Ucap Arya mengingatkan Wangi karena tiba-tiba rumah sakit bergoyang seperti ada gempa saat Wangi menghentakkan kakinya tadi.
Yang hanya dijawab cibiran(memanyunkan bibirnya) oleh Wangi, dan ditanggapi Arya dengan gelengan kepala.
"Rasanya gue laper, Wangi... Wangi... tolong lihat ada makanan apa diatas meja itu, gue laper."
__ADS_1
"Hanya ada roti, buah sama apa ini yang kenyal kenyal"
Ucap Wangi lalu membawakannya mendekat ke Arya.
"Suapin, kalo tangan gue bergerak lukanya terasa sakit lagi."
Kata Arya manja, agar Wangi tak lagi ngambek.
"Ummm... mau roti atau buah?"
"Yang rotinya aja dulu, ada yang isi coklat gak?"
"Yang mana yang isi coklat."
Tanya Wangi yang memang tidak tahu isi coklat atau coklat itu seperti apa.
"Kemari biar gue lihat dulu, yang ini isi coklat, yang ini keju, yang ini selay."
Kata Arya memberi tahu Wangi.
"Baiklah yang coklat ya aaakkkk..."
Wangi mulai menyuapi Arya roti sepotong demi sepotong.
"Apa enak?"
Tanya Wangi pada Arya.
"Cobalah kamu makan juga, jadi tahu rasanya."
"Ummm... tidak enak aneh ada rasa manis dan agak pahitnya."
"Itu rasa coklatnya yang manis pahit itu tapi enak bagi yang suka."
"Aku gak suka rasanya, lebih enak makan buahnya saja."
Ucap Wangi yang tidak menyukai rasa coklat yang menurutnya terasa aneh di lidahnya.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau hanya 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍