PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Hari Pertama Bekerja"


__ADS_3

Arya segera mengikuti Marco pergi menuju lahan bermasalah yang bakal dijadikan perkebunan kopi itu.


Marco juga mengintruksikan kepada Arya agar menyiapkan tim keamanan disana untuk mencegah terjadinya kerusuhan.


"Kamu harus bersiap dengan segala kemungkinan yang buruk dan cara mengantisipasi nya bila menghadapi keadaan yang sebentar lagi akan kamu saksikan ini Arya"


kata Marco sambil menepuk bahu Arya.


"Apakah seburuk itu om?"


"Kamu bisa lihat sendiri nanti, setiap kali pembebasan lahan akan selalu ada drama seperti ini, musuh akan menempatkan penyusup untuk memprovokasi warga"


"Baiklah om, Arya paham apa yang harus Arya lakukan"


Arya segera menghubungi orang yang mengetuai tim keamanan dilahan itu, dan memerintahkan penyisiran untuk menemukan orang yang terduga telah memprovokasi warga.


"Good job Arya, kamu cepat paham apa yang harus kamu kerjakan"


Setelah lebih dari satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di area pembebasan lahan yang masih dalam sengketa itu.


Tampak keadaan sangat kacau, warga yang telah terprovokasi itu menjadi sangat anarkis.


Mereka yang masing-masing membawa senjata memukul menghancurkan semua property yang ada di sana.


Terlihat tim keamanan perusahaan juga kewalahan menangani warga yang anarkis.


Arya dan Marco segera berjalan kearah pegawai yang bertanggung jawab atas proses pembebasan lahan tersebut.


Tapi tanpa disadari beberapa orang berlari kearah Marco dengan membawa senjata tajam.


Arya yang sempat terkejut karena situasi itu, berusaha memberikan perlawanan dan berupaya melindungi Marco.


"Bos sebaiknya anda masuk dulu kedalam biar disini saya yang mengatasi"

__ADS_1


teriak Arya disela sela pertarungannya dengan orang orang yang berniat mencelakai Marco tadi.


"Tidak Arya, kita akan menanganinya bersama, sudah lama juga om tidak olah raga"


sahut Marco keras kepala sambil bertarung melawan penyerang yang terdekat dengan nya.


"hya... hiya.... duk... duk.... brak...."


"Awas om....!!!, duk.... brak.... krak... aah....!!!"


teriak Arya mengingatkan Marco saat pisau sudah hampir menusuk penggungnya, secepat kilat Arya melompat menerjang orang yang akan menusuk Marco dari belakang tadi.


Dia menendangnya dengan kekuatan penuh tanpa ampun, membuat tangan yang memegang pisau itu langsung patah dan teriakan dari orang itu terdengar menakutkan.


Setelah melakukan pertarungan cukup melelahkan dengan orang orang yang diduga sebagai otak yang memprovokasi warga itu akhirnya selesai.


Setelahnya semua orang orang itu berhasil dilumpuhkan oleh Arya dan Marco serta beberapa orang anggota tim keamanan perusahaan.


Taklama kemudian barulah orang-orang kepolisian datang membereskan sisa sisa kekacauan yang baru saja terjadi.


Dari kejadian yang baru terjadi, Arya bisa melihat kerasnya persaingan di dunia bisnis.


Siapa yang kuat dia yang akan menjadi raja di dunia bisnis.


Kuat dalam artian kuat segalanya baik uang, otak, dan mental.


Dimana uang bisa mengontrol segalanya bila diiringi dengan otak maka kekuasaan dan kekuatan bisa didapatkan.


"Arya Terimakasih sudah menyelamatkan nyawa saya tadi, saya tidak mengira kamu jago beladiri juga"


kata Marco diikuti dengan pujian pada Arya.


"Sama sama om, dari sini Arya jadi dapat pengalaman kerasnya persaingan di dunia bisnis"

__ADS_1


"Hem, benar nak, ini baru sebagian kecil yang kau lihat, om akan melepas mu ke perusahaan Oma mu setelah kamu benar benar siap untuk bersaing dengan mereka yang menjadi parasit di perusahaan Oma mu"


"Siapp bos, terimakasih banyak om"


"Ya sudah, ayo sekarang kita pulang, ini sudah sangat malam, maaf jadi membuatmu kerja keras di hari pertama mu bekerja"


kata Marco sambil menepuk bahu Arya.


"Santai saja bos, asal kompensasinya tidak mengecewakan"


kata Arya yang sontak membuat Marco terkekeh.


"Ha...ha..... ternyata kau ini tak jauh berbeda dengan Boy"


Marco semakin terbahak tawanya mengigat watak Arya yang tak jauh beda dengan anaknya si Boy yang tak pernah mau rugi.


"Rud kita langsung ke jl.xx antar Arya pulang, dan kamu Arya biar besok pagi Rudi yang jemput kamu"


kata Marco memberi perintah kepada Rudi.


"Baiklah bos, maaf ya bang Rudi jadi ngerepoti"


balas Arya merasa tak enak pada Rudi sopir perusahaan.


Akhirnya mereka sampai di pemukiman perumahan milik Oma-nya Arya.


"Terimakasih banyak om, bang Rudi, selamat malam"


kata Arya setelah turun dari mobil Marco.


Setelah mobil itu kembali melaju meninggalkan halaman rumah, barulah Arya berjalan masuk kedalam rumah.


*Up satu bab lagi gaes, berhubung author sudah ngantuk jadi kita lanjut besok lagi.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejakmu ya gaes tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2