
"Ah....rasanya perutku penuh sekali, kau sengaja ingin membuat aku mati kekenyangan kan?"
kata wati sambil mendudukkan pantat nya disamping sang harimau yang sedang rebahan dengan mata tertutup itu.
"Kau sendiri yang rakus dan menghambiskan semua makanan itu, tapi menyalahkan aku"
gumam si harimau sambil mendengus lalu memutar kepalanya kearah yang berlawanan.
"Itu karena mubajir jika tidak dihabiskan, lagi pula kau pasti tidak bernafsu untuk memakan makanan manusia, iyakan ?"
Siluman harimau putih itu tidak menjawab.
"Sekarang perlihatkan padaku wajahmu itu jika sedang berwujud manusia"
kata wati seolah memerintah.
"Siapa kau ?,seenaknya memerintahku"
gerutu sang Siluman Harimau Putih sambil menggeram.
"Eh...ha....ha....iya ya, baiklah maaf bukan maksudku memerintahmu"
wati jadi tertawa tak enak hati sendiri karena kata katanya yang terakhir memang seolah-olah sedang memerintah bawahannya.
Mungkin karena terbiasa memberikan perintah jadi wati tidak bisa membedakannya.
Tapi wati tidak kehilangan akal, dia mulai berbicara dengan lembut seolah sedang merayu bocah yang sedang ngambek.
__ADS_1
"Baiklah aku minta maaf, tapi bukankah akan lebih enak untuk mengajariku ilmu membuat mantra segel bila kau merubah wujudmu menjadi manusia"
kata wati membujuk si harimau putih dengan kata-kata yang lebih halus.
"Hari ini aku sedang malas, besok baru kita akan memulainya"
jawab sang harimau putih itu masih terlihat malas
"Ya sudahlah, sebaiknya aku pulang dulu toh latihannya baru akan dimulai besok, iya kan?"
Tanpa menunggu Jawaban dari siluman harimau putih itu, wati bergegas pergi kembali ke pondoknya.
Harimau putih itu hanya membuka matanya satu mengintip wati yang mulai melangkahkan kakinya pergi meninggalkannya, kemudian kembali memejamkan matanya.
Wati bergegas kembali kepondoknya dengan menggunakan ilmu lari cepat yang mengandalkan ilmu meringankan tubuh.
batinnya sambil terus berlari.
Setelah cukup lama berlari akhirnya wati sampai juga, tapi dia tidak langsung masuk ke dalam pondoknya, dia lebih memilih untuk ke kali untuk berendam.
"Ah....selagi markas sepi, lebih enak berendam di kali untuk menghilangkan penat"
gumamnya sambil berjalan memasuki kali dan mulai berendam.
"Segarnya, rasanya semua beban hilang"
batinnya sambil berendam dan memandang langit yang mulai menjelang sore.
__ADS_1
"Apa kabarnya sang raden ya ?"
batin wati saat tiba-tiba saja bayangan wajah raden permadi dan andre bergantian muncul dalam ingatannya, dan tanpa sadar menbuat wajahnya merah merona.
"Andre....,hah...semoga aku segera menyelesaikan balas dendam putri Kemuning dan bisa cepat kembali pada kehidupanku yang sesungguhnya"
"Putri apakah harus balas dendam ini dilakukan, apa tidak ada jalan lain lagi ?, apa putri tidak khawatir raden permadi akan marah bila saatnya nanti sang Adipati mati ditangan putri ?, itu pasti akan memunculkan dendam yang sama pada raden permadi."
Wati berusaha berkomunikasi dengan jiwa asli dari tubuh yang ditempatinya sekarang.
"Itu sudah menjadi sumpahku saat melihat kedua orang tuaku meregang nyawa dihadapanku karena keganasan Adipati biadab itu"
jawab sang putri Kemuning dengan ketus, wati bahkan bisa merasakan amarahnya dan dendam yang sangat besar dari jiwa sang putri.
"Tapi bagaimana dengan diriku ?, kau bahkan membawaku dalam kehidupanmu ini tanpa permisi dan persetujuan dari ku"
protes wati saat tahu pribadi sang putri yang ternyata keras kepala.
"Itu mungkin sudah kehendak dari Tuhan, karena bagaimanapun aku adalah dirimu dimasa kini, dan itu semua diluar kuasaku"
jawab sang putri kemuning dan hanya dibalas dengan tarikan nafas panjang dari wati.
Wati segera naik kedarat untuk berganti pakaian ketika disadarinya hari mulai gelap.
*Alhamdulillah hari ini author bisa up 2 bab, dan bila sempat akan author tambah lagi ya gaes, jadi ikuti terus ceritaku dan jangan lupa tinggalkan jejakmu vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1