PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Asisten Presdir"


__ADS_3

"Nah kan apa gua bilang, jangan komen sebelum liat dalemnya, sama kalo lo liat cewek cewek itu jangan komen sebelum nyobain isi bikininya ha...ha...."


kata si Boy yang mulai kumat somplak otaknya kalo liat bikini.


"Hu...apaan sih elo, mulut lo tu kalo liat cewek aja lancar, cyk.... cyk... ngeres otak lo"


Jawab Arya sambil menonyor kepalanya si Boy.


"Ha...ha...penasaran gua apa rasa isinya itu bikini, bikin gua panas dingin bee wkwkwkk"


Masih aja itu mulut nyerocos tanpa sensor sambil matanya gak kedip meratiin cewek berbikini yang sedang berjalan hendak nyemplung ke kolam renang.


Buru buru dia membuka semua pakaiannya hanya menyisakan daleman kolor merahnya aja, lalu ikut nyebur ke kolam.


Arya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol sahabatnya satu itu, sebelum akhirnya ikut masuk ke kolam renang setelah membuka pakaiannya di bilik dan menitipkan nya di loker.


Kehadiran duo coboy yang bikin hati meleleh dan tenggorokan kering, menjadi pemandangan panas bagi para cewek-cewek bahkan tante tante disana.


Keesokkan harinya


Pagi ini hari yang baru bagi Arya, dia sudah mempersiapkan diri nya agar tampil perfect.


Hari ini Arya mengendarai mobil yang sudah disiapkan oleh pelayan oma nya itu untuk aktivitas barunya sebagai asisten sementara Marco ayahnya Boy Presdir Group WHA.


Lexus LS 500 warna hitam berhenti diarea parkir gedung Group WHA, seorang pemuda tampan yang usianya masih sangat muda keluar dari pihak pengemudi.


Kemeja hitam tanpa jas dengan celana panjang semakin menambah pesonanya.


Sebelum melangkahkan kaki panjangnya dia lebih dulu menyugar rambutnya kebelakang dan mengenakan kacamata nya sehingga membuat nya tampak lebih dewasa dari usianya.


Dimasukkannya kedua tangannya kedalam saku celananya, lalu melangkah masuk kedalam kantor.


Sepanjang selasar perkantoran itu semua memandang nya penuh rasa ingin tahu siapa sebenarnya pria ini.

__ADS_1


Akhirnya sampai juga di depan ruang Presdir Group WHA, dia lebih dulu ke meja sekretaris dan menanyakan apakah dia dibolehkan untuk masuk menemui Presdir.


"Permisi nona, saya sudah ada janji dengan Presdir Marco, apa saya boleh masuk."


tanya pemuda itu sambil tersenyum manis.


Sekretaris itu hanya melongo hilang fokus saat wajah tampan ala oppa korea tapi agak bule itu menyapanya.


"Nona hallo nona, apa anda dengar saya?"


tanya pemuda itu sambil mengetukkan jarinya dimeja bahkan sampai melambaikan tangan didepan wajah si sekretaris.


"E...eh...i iiya ada, Presdir ada silahkan masuk tu....tuan"


jawab sekretaris itu mendadak gugup saat tersadar.


Arya langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan tempat Presdir Group WHA itu yang langsung di sambut oleh pemilik ruangan itu.


"Selamat pagi om!"


"Hai.... Arya ! selamat pagi juga, aku senang akhirnya kau benar benar kemari, duduklah dulu"


sapa balik Marco penuh hangat.


"Kebetulan pagi ini ada rapat dengan beberapa investor terkait proyek yang baru, nanti om akan perkenalkan kau pada mereka".


"Siap Bos"jawab Arya


"Sambil menunggu om selesai rapat, kau boleh belajar dulu terkait tugas mu, akan ada orang yang membimbing mu"


kata Marco lagi menerangkan sambil berjalan keluar menuju ruang rapat.


Taklama kemudian masuk seorang wanita yang ternyata sang sekretaris.

__ADS_1


"Permisi tuan muda, saya akan menjelaskan apa saja yang menjadi tugas tuan muda saat menjadi asisten Predir"


"Ya, lanjutkan" kata Arya singkat


Setelah sekretaris itu selesai menerangkan tentang semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya sebagai asisten Predir, Arya duduk dibelakang meja kerjanya mulai melakukan semua pekerjaan nya.


Saat rapat telah usai, sekretaris tadi mengantar Arya ke ruang rapat untuk diperkenalkan pada investor.


Arya menghambiskan waktu nya dengan banyak pekerjaan dan mengikuti semua aktivitas sang preadir.


Saat menjelang jam pulang kantor, tiba tiba Marco mendapat berita kalo proyek pembebasan lahan untuk perkebunan kopi yang baru ada masalah.


Arya segera mengikuti Marco pergi menuju lahan bermasalah yang bakal dijadikan perkebunan kopi itu.


Marco juga mengintruksikan kepada Arya agar menyiapkan tim keamanan disana untuk mencegah terjadinya kerusuhan.


"Kamu harus bersiap dengan segala kemungkinan yang buruk dan cara mengantisipasi nya bila menghadapi keadaan yang sebentar lagi akan kamu saksikan ini Arya"


kata Marco sambil menepuk bahu Arya.


"Apakah seburuk itu om?"


"Kamu bisa lihat sendiri nanti, setiap kali pembebasan lahan akan selalu ada drama seperti ini, musuh akan menempatkan penyusup untuk memprovokasi warga"


"Baiklah om, Arya paham apa yang harus Arya lakukan"


Arya segera menghubungi orang yang mengetuai tim keamanan dilahan itu, dan memerintahkan penyisiran untuk menemukan orang yang terduga telah memprovokasi warga.


"Good job Arya, kamu cepat paham apa yang harus kamu kerjakan"


*up up up akhirnya author bisa update setelah berusaha luangkan waktu untuk kembali mengetik melanjutkan cerita ini,


terima kasih untuk para readers yang selalu setia menanti author untuk up dan ikuti terus ceritaku jangan lupa tinggalkan jejakmu vote like koment dan rate 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2