PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Rencana Kepulangan Arya"


__ADS_3

Oma-nya Arya yang telah mendapat kabar tentang Arya yang di rawat di Rumah Sakit segera memerintahkan supir juga beberapa pengawalnya untuk mengantarnya ke Rumah Sakit.


Oma membawakan banyak makanan ke sukaan Arya, juga membawakan pakaian ganti untuknya.


Saat Oma masuk ke ruang rawat Arya, bersamaan saat Dokter juga akan memeriksa keadaan luka Arya, mereka bertemu di depan pintu kamar Arya.


Wangi yang mendengar suara berisik di depan pintu pun segera membenarkan posisi tidur Arya, lalu duduk di sofa tempat awal Wangi duduk menjaga Arya.


"Dokter..."


Sapa Oma-nya Arya saat akan membuka pintu kamar rawat Arya.


"Saya Dokter Dewi nyonya, yang akan memeriksa keadaan luka pasien."


Ucap Dokter wanita yang hendak memeriksa Arya.


"Baiklah Dokter, tolong kerja samanya."


Ucap Oma-nya Arya singkat yang tak suka basa-basi dengan orang asing.


Dokter dan Oma bersamaan masuk ke ruang rawat Arya. Didalam, Arya yang baru tertidur pulas tak terbangun sedikitpun, mungkin dikarenakan terlalu mengantuk setelah terbangun tengah malam dan tak bisa tertidur lagi.


Dokter lalu memeriksa jahitan luka Arya dan meminta pada perawat yang bersamanya untuk mengganti kassa perban luka Arya.


"Dokter maaf, apakah luka cucu saya parah?"


Tanya Oma yang khawatir karena tak tahu cerita bagaimana Arya sampai terluka.


"Tenanglah Nyonya, lukanya sudah baik baik saja, jahitannya juga aman hanya tinggal menunggu lukanya kering."


"Oh begitu, apa itu bearti cucu saya bisa dirawat jalan di rumah Dokter? saya khawatir kalau tidak bisa memantaunya secara langsung, dan tidak mungkin juga saya dua puluh empat jam stand by disini menjaganya."


Ucap Oma yang ingin Arya dirawat di rumah.


Karena menurut Oma selain Oma bisa memantaunya secara langsung, di rumah juga lebih terjaga keamanannya di bandingkan jika Arya di rawat di RS yang banyak orang tak dikenal dan mungkin beberapa dari mereka yang mulai mengenali Arya sebagai pewaris perusahaan bisa saja bertindak jahat untuk mencelakakannya.


"Tentu bisa Nyonya, apalagi lukanya juga aman tak ada infeksi, hanya tinggal proses penyembuhannya saja."


Kata Dokter Dewi yang telah selesai memeriksa keadaan luka Arya.


"Kalau begitu saya ingin Arya dibolehkan pulang hari ini Dokter."

__ADS_1


"Baiklah saya akan membuatkan surat kepulangan dan resumenya untuk kontrol minggu depan juga resep obatnya, Nyonya tolong tunggu sebentar nanti akan ada perawat yang mengantarkannya juga obatnya, sekarang permisi dulu Nyonya."


Akhirnya Dokter Dewi membolehkan Arya pulang karena memang tak ada hal atau penyakit yang membahayakan luka Arya.


"Sayangnya Oma, kenapa bisa sampai terluka begini? untungnya tak ada yang membahayakan."


Ucap Oma lirih sambil mengusap lembut kepala Arya.


Arya yang merasakan usapan tangan Oma di kepalanya itupun lalu membuka matanya, dan tersenyum saat mendapati Oma yang sedang duduk di bangku dekat brankarnya.


"Oma... kapan datang? harusnya Oma gak perlu repot-repot datang kemari, Arya gakpapa kok cuma luka kecil."


Ucap Arya yang malah di jawab Oma dengan jeweran di telinganya.


"Begini ya... ditengok Oma bukannya senang tapi malah bilang gak usah repot-repot, kamu itu cucu Oma satu satunya, gimana kalo sampe terjadi sesuatu yang berbahaya pada kamu? dasar bocah tengil !"


"Auw... auwww... sakit Oma, iya... iya... ampun... Oma, Arya janji gak akan terluka lagi."


Jeritan Arya saat sang Oma menjewer telinganya.


"Ini Oma bawakan makanan kesukaan cucu kesayangan Oma, makanlah sebentar lagi kita pulang."


Oma membukakan kotak tingkat yang berisi nasi juga lauk pauk seperti ikan haruan atau channa yang dibakar lengkap dengan sambal kecap dengan irisan bawang merah dan cabai yang di iris kasar, dan lalapan daun kemangi juga potongan timun yang disukai oleh Arya.


"Wah kutuk bakar kesukaan Arya nih Oma, Oma tau aja kalo Arya sedang kelaparan."


Dengan tak sabar Arya ingin langsung memakannya, tapi tangannya langsung di sentil oleh Oma.


"Cuci tangan dulu sayang, masa ganteng ganteng jorok sih."


Ucap Oma mengingatkan Arya untuk cuci tangan lebih dulu sebelum makan.


"Hi... hi... hi... emmm bener tuh masa ganteng ganteng jorok sih Raden."


Wangi yang memperhatikan interaksi Oma dan cucunya tertawa geli dan langsung mendapat tatapan peringatan dari Arya.


"Iya Oma... ya udah Arya cuci tangan dulu."


Arya lalu turun dari brankarnya untuk mencuci tangannya di wastafel yang ada di dalam toilet.


Tanpa terlihat oleh Oma sebenarnya Wangi sedang membantu memapah Arya untuk bercuci tangan dan kembali ke brankarnya.

__ADS_1


"Jangan lupa baca do'a dulu baru makan."


Oma kembali mengingatkan Arya layaknya Arya seorang anak kecil sungguh pemandangan yang hangat dalam penglihatan Wangi.


"Iya Oma, Arya makan dulu Oma, Oma gak ikutan makan?"


"Oma udah makan dirumah tadi, kalo masih laper nanti di rumah kamu makan lagi ya sayang."


"Ini juga baru dimakan Oma, belum habis."


Sahut Arya sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Apa kamu belum dapat kiriman makan pagi sayang? kok kayaknya kelaparan banget sih."


"Sepertinya ada Oma di meja itu tuh (sambil menunjuk piring putih yang tertutup dengan plastik perekat) tapi Aryakan baru bangun."


Tak lama Arya selesai makan, Boy pun datang bersama Marco Papinya.


Keduanya langsung masuk ke kamar rawat Arya karena pintu kamar yang terbuka.


"Assalamu'alaikum, apa kabar Tante Lane?"


Salam dan sapaan Om Marco ke Oma-nya Arya.


"been a long long time kita tak pernah berjumpa Marco."


Oma menerima jabat tangan Om Marco sambil tangan satunya menepuk bahunya Marco.


"Iya Tante, dan tak disangka Boy ternyata berteman dengan Arya, karenanya lah saya langsung bersedia membantu Arya."


Ucap Marco sambil tersenyum hangat pada Oma-nya Arya.


Arya dan Boy yang tak menyangka jika keduanya saling mengenalpun hanya bisa jadi pendengar yang baik.


"Jadi Om Marco dan Oma sudah saling mengenal lama ya? kenapa Om gak cerita ke Arya?"


*Hai gaes maaf ya karena outhor lama gak update, satu kata selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau hanya 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2