PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Pengalaman Arya Bersekolah"


__ADS_3

"Bunda...."


suara panggilan dari mulut kecil arya memunculkan senyum diwajah wati.


Bocah kecil itu berteriak sambil berlari lalu memeluk bunda nya dengan manja.


"Ah...ha...ha...,anak bunda sudah selesai sekolahnya ?"


wati tertawa senang menerima pelukan manja putranya.


"Arya seneng banget, di sekolah arya dapet temen banyak semuanya baik baik, terima kasih ya bunda"


celotehnya mulai menceritakan pengalaman pertama nya disekolah sambil tetap memeluk bundanya manja.


Wati tersenyum haru melihat putranya yang bahagia.


"Baikla sekarang arya berganti baju dulu, tadi bunda sudah membawa baju ganti untuk arya"


"Kita tidak langsung pulang ya bunda ?'


tanya nya dengan memasang ekspresi bingung.


"Kita akan pulang saat jam makan siang, jadi arya bisa istirahat dulu sambil menunggui bunda yang sedang berjualan, ok !"


"Ok, siap bunda"


Wati tetap cantik dan terlihat seperti masih gadis kecil ditambah penampilan wati yang tanpa make up seperti gadis desa yang lugu.


Selain dagangannya yang menarik pengunjung ternyata penampilan dan wajah cantik wati juga menarik banyak orang, termasuk para pemuda kampung yang mengira wati masih gadis.


Seperti saat ini tiba tiba datang sekelompok pemuda yang pura pura bertanya untuk menarik perhatian wati.

__ADS_1


"Maaf neng, ini jualan apa ya ?"


tanya salah satu pemuda basa basi


"Saya berjualan herbal mas, apa masnya ada keluhan penyakit ?,mungkin bisa diobati secara herbal dengan obat-obatan herbal yang saya jual ini"


jawab wati ramah sambil menawarkan dagangannya.


"Iya, saya baru saja terjangkit penyakit disini (sambil menunjuk dadanya) tiba tiba berdetak seperti genderang saat melihat eneng"


kata pemuda yang lain lagi sambil disahuti dengan tawa oleh kawannya yang lain


Arya yang melihat tingkah konyol pada pemuda itu tertawa terbahak bahak, karena bocah kecil itu sangat pintar dan lebih dewasa dari usianya sehingga dia paham kalo pemuda pemuda itu sedang merayu bundanya.


Wati yang melihat tingkah konyol para pemuda kampung itupun hanya tersenyum kecil menanggapinya.


"ih si eneng jangan terseyum saja, jawab dong apa obatnya ada nggak ?"


"Eh...sana pergi jangan ganggu neng wati, kalian ini seperti tidak ada kerjaan saja"


Untunglah pak dukuh datang tepat waktu mengusir semua pemuda yang mengganggu wati.


"Maaf ya neng, mereka semua memang pemuda tidak tahu diri, nanti saya akan nasehati mereka"


pak dukuh merasa tidak enak pada wati karena sikap para pemuda yang mengganggu wati.


"Tidak apa apa pak dukuh, saya maklum kok, selama mereka tidak keterlaluan"


jawab wati sambil tersenyum.


"Oh iya nak arya kalo mau main nanti saya kenalkan dengan cucu saya, bagaimana mau tidak ?"

__ADS_1


kata pak dukuh sambil menyapa arya.


"Iya mau, arya mau, boleh ya bunda ?"


"Tapi arya tidak boleh nakal ya kalo main, tidak boleh nyakitin teman mainnya"


Wati yang merasa kalo arya memang butuh teman untuk bergaul akhirnya membolehkan nya.


"Hore....terima kasih bunda"


serunya girang sambil memeluk wati sebelum pergi mengikuti pak dukuh.


"Titip arya ya pak dukuh, dan sebelum jam makan siang kami harus pulang"


pesan wati pada pak dukuh.


"Iya neng, saya pamit pulang dulu"


kata pak dukuh sambil menggandeng arya.


Wati kembali merapikan dagangannya sambil menunggu pelanggan datang.


Sementara arya sudah sampai dirumah pak dukuh dan dikenakan pada cucunya yang bernama bayu.


Arya dan bayu cepat akrab, mereka bermain dengan anak anak lainnya teman bayu dikampung itu.


Arya sangat bahagia bisa bermain dengan anak anak seusianya, karena selama ini arya tidak pernah keluar dari pemukiman mereka sehingga tidak pernah kumpul dengan anak anak lainnya.


*vote vote vote


like like like 👍😘*

__ADS_1


__ADS_2