PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Biarkan Aku Merasakan..."


__ADS_3

"Iya boleh tapi jangan pulang kemaleman ya"


"Eyang seneng karena ternyata wati punya teman, selama ini tidak pernah ada teman wati yang datang main kesini"


kata eyang ceplas ceplos membuat wati tambah tak berdaya dan kesal tentunya.


"Eyang kalau eyang suka teman wati main kesini biar besok wati ajak wulan kesini"


kataku kesal yang cuma dijawab senyuman oleh eyang dan andre.


"Ya wes kowe ndang besalen, iki nak andre selak bosen ngenteni" ( ya sudah sana cepat ganti baju, ini nak andre keburu bosen nunggu)


"Yang cucu eyang itu sebenernya siapa sih...,kok seperti kompak banget eyang sama andre"


kataku kesal sambil masuk ke kamar.


Sementara eyang dan andre tertawa melihat tingkahku yang kesal.


"Nak andre tolong dijaga ya wati, dan jangan pulang kemaleman"


"Iya eyang, andre cuma ngajak wati keluar sebentar"


"Eyang tidak usah khawatir, pasti andre jagain wati"


Terdengar eyang sedang mengobrol dengan andre.


Tidak lama kemudian wati keluar sudah tampil cantik walau hanya berpakaian sederhana.

__ADS_1


Wati ini anak yang sederhana dan tidak aneh aneh, karena memang keluarganya juga keluarga sederhana jadi terbiasa hidup sederhana dan tidak pernah menuntut hanya untuk bisa tampil wah mengikuti trend seperti kebanyakan remaja seusianya.


Sedang andre sendiri adalah anak seorang pengusaha dari kota K yang sekolah dikota J ini, dan di kota J ini andre tinggal dirumah sewaan bersama temannya, sehingga tidak ada yang tahu status ekonomi andre yang notabennya anak seorang konglomerat.


Karena terbiasa mendapatkan semua yang dia mau maka sifat andre cenderung untuk mendominasi dan egois untuk bisa mendapatkan apa yang dia mau.


"Eyang andre bawa wati jalan sebentar ya eyang"


pamit andre sambil menyalami dan mencium tangan eyang putri.


Sambil menahan kesal wati mengikuti andre naik kemotor dan duduk dibelakang nya.


Lagi lagi andre menarik tangan wati untuk memeluk berpegangan dipinggangnya.


Tak lama terdengar suara motor dan motorpun melaju,sementara eyang hanya tersenyum memikirkan kalau ternyata cucunya sudah mulai remaja.


tanyaku malas.


"Tadi aku sudah bilang kita akan jalan, jadi kita akan jalan puter puter aja"


sahut herdi.


"Masa cuman puter puter doang, mendingan kita pulang aja"kataku kesal.


"Kamu maunya kemana ?,apa kita nonton seperti banyak pasangan lain yang sedang pacaran gitu...kalau kamu mau hayo..."


"Ah nggak ah...kamu sengaja ya mau ambil kesempatan" kataku semakin kesal.

__ADS_1


"Ha...ha..kamu ini lucu ya...,cewek cewek yang lain kalau diajak jalan sama cowok pada seneng minta diajak nonton bisa berduan"


"Tapi ini...kamu malah sewot terus"


"Aku cuma ingin merasakan menghabiskan waktu berdekatan dengan kamu seperti ini sudah cukup, apa kamu masih keberatan ?"


Kata kata andre yang selalu berterus terang membuatku merasa bersalah.


"Ya terserah kamu, maaf aku tidak mak...."


belum sempat aku menyelesaikan perkataan ku, andre menepuk lembut tanganku yg sedang berpegangang dipinggangnya.


"Sudah jangan diteruskan, biarkan aku merasakan seperti ini saat kamu dekat denganku dan memeluk ku seperti ini"


Katanya sambil satu tangannya masih memegang tanganku.


Entah mengapa aku merasakan perasaanku kacau.


Aku tidak ingin terjebak lagi pada perasaan yang sama, tidak pada andre, herdi ataupun hartono.


Tapi tubuhku bereaksi lain, aku semakin mengeratkan peganganku dipinggangnya tepatnya memeluknya.


Saat ini aku hanya ingin merasakan bahwa ada seseorang yang peduli padaku.


*Nah apakah wati akan jatuh cinta pada andre atau dia masih terjebak pada perasaanya pada ketiga cowok itu.


Ayo gaes dukung terus author dengan vote like nya ya👍😘*

__ADS_1


__ADS_2