PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Misi Selesai"


__ADS_3

Kita kembali kedunia dimana Wati berada saat ini.


Dipinggiran desa sekitar daerah pesisir tampak sekelompok orang sedang bertarung.


Sekilas bagi orang awam yang melihatnya mungkin pertarungan itu tampak tidak seimbang dimana enam orang harus melawan sekitar empat puluh orang.


Tapi bila diperhatikan lebih seksama maka akan terlihat enam orang itu terus bergerak mengayunkan pedangnya dan setiap ayunan pedangnya selalu membuat lawannya tumbang.


"trang....tring..trang..."


"hiyaa.....trang...tring....trang...."


"ciaatt...trang....crass...ah...."


Suara teriakan dan dentingan senjata tajam diiringi jerit suara orang yang terluka bahkan meregang nyawa menambah ketegangan dan ketakutan pada kelompok yang semakin lama satu persatu orangnya meregang nyawa.


"Habisi semuanya dan sisakan Adipati itu untuk ku"


kata salah seorang dari enam orang itu, yang diduga sebagai pemimpin mereka.


Orang yang diduga sebagai pemimpin dari lima orang yang sedang sibuk dengan lawannya itu langsung menyerang Adipati dan menggiring sang Adipati menjauh dari para prajuritnya yang juga sedang bertaruh nyawa.


"Siapa kau?, berani sekali kau ingin mencari mati"


gertak sang Adipati dengan wajah merah padam penuh amarah dan ingin segera menghabisi orang didepannya.


"Aku orang yang akan menuntut balas atas kematian orang yang pernah kau bunuh"


jawab orang yang sedang bertarung dengan sang Adipati.


"Pengecut, buka penutup wajahmu itu, biar aku bisa melihat wajah orang yang akan membunuhku"

__ADS_1


kata Adipati geram dengan terus menangkis dan sesekali menyerang musuh didepannya itu.


"Kalau kau punya kemampuan bukalah sendiri"


jawab orang yang menjadi lawan Adipati itu mengejek sambil terus menyerang berusaha terus mendesak sang Adipati.


"Aku akan segera membunuhmu ******* pengecut"


teriaknya geram sambil mempertajam serangannya.


"Tunjukkan jika kamu mampu, jangan cuma omong kosong belaka"


balas orang dihadapannya dengan nada terdengar meremehkan.


Mereka saling menyerang dengan nafsu ingin saling membunuh.


"Hiyaa....ha...trang...."


"Duar...duar....duaarrr....."


Mereka saling menyerang dengan semua ilmu beladiri yang mereka kuasai mulai dari ilmu pedang sampai ilmu Kanuragan yang menggunakan kekuatan tenaga dalam dan kekuatan batin mereka.


Tapi tiba-tiba saja kepala Wati mendadak sakit, dia merasa ada perasaan yang aneh yang dia rasakan.


Rasa sakit yang teramat sangat membuatnya lengah dan beberapakali hampir membuatnya kehilangan nyawanya.


"Ada apa dengan tubuhku ini, kenapa aku merasa seakan.....akh......sakit sekali"


batin Wati disela sela pertarungannya.


"Cepatlah kau harus segera menuntaskan misimu ini, kau harus membunuhnya sekarang juga sebelum semuanya terlambat"

__ADS_1


suara lain yang tiba-tiba muncul mengisi kepalanya.


"Berhenti jangan berkata kata lagi, kau semakin mengganggu konsentrasi ku"


kata batin Wati, masih sambil terus bertarung berusaha secepatnya membunuh orang yang sudah lama harus dibunuhnya.


Dada Wati tiba-tiba merasa sesak, dia merasa sulit untuk bernafas sehingga membuatnya lengah saat pedang musuhnya hampir menebasnya tiba tiba seorang pemuda yang juga menggunakan penutup wajah datang menghalau serangan pedang musuh.


Tapi malang, justru pedang itu penusuknya dari punggung tembus langsung kedepan dadanya tepat mengenai jantungnya.


Wati yang sempat tertegun sejenak segera menebaskan pedangnya ke leher musuhnya sebelum sang Adipati sempat mencabut pedangnya dari tubuh orang yang menolong Wati tadi.


Saat itu juga kepala sang Adipati berpisah dari tubuhnya bersamaan nyawanya yang lepas dari raganya.


Wati segera menghampiri orang yang telah menolongnya dan air matanya langsung berderai saat melihat wajah orang dibalik cadar hitam yang telah menolongnya tadi.


"Raden.....hwa....hik...hik...hik......"


"Kenapa kau terlalu bodoh hik...hik...hik..."


"Jangan...me...na...ngis.....a..ku....men...cin...ta....i...mu"


katanya terpatah patah kemudian menutup matanya.


Bersamaan itu pandangan Wati menjadi gelap, dia merasakan sakit yang teramat sangat serasa terhisap kelubang yang gelap.


*Maaf ya readers karena author sangat sibuk sehingga tidak dapat menepati janji author untuk bisa update tiap hari.


Tapi jangan kecewa dan ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2